KUDUS BAGI TUHAN, KUDUS PULA YANG DIPERCAYAKAN πŸ™πŸ”₯

πŸ“– Ezra 8:28 (TB) — “Dan aku berkata kepada mereka: ‘Kamu kudus bagi TUHAN, dan perlengkapan-perlengkapan ini pun kudus, dan perak dan emas ini adalah persembahan sukarela kepada TUHAN, Allah nenek moyangmu.’”


Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini membicarakan tentang Ezra yang mengingatkan para imam dan orang-orang Lewi bahwa mereka adalah orang-orang yang kudus bagi Tuhan. 


Saudaraku, dalam konteks perjalanan menuju Yerusalem, Ezra sedang mempersiapkan orang-orang yang akan membawa berbagai persembahan dan perlengkapan untuk rumah Allah. Karena itu, ia mengingatkan mereka mengenai status dan tanggung jawab mereka sebagai orang-orang yang kudus bagi Tuhan. Dalam melakukan pekerjaan TUHAN dan pelayanan, kita harus memiliki kemurnian hati. Allah kita kudus dan Ia telah menguduskan ktia dengan darah-Nya yang mahal. Maka kita perlu hidup dalam kekudusan. Manusia telah jatuh ke dalam dosa namun darah-Nya telah menyucikan kita dari segala kejahatan. Kini kekudusan berarti kita hidup di dalam Tuhan Yesus yang menguduskan kita dengan darah-Nya. Kudus itu bukan tanpa dosa, tanpa cacat dan tanpa cela. Bukan itu… Sebaliknya, sudah jelas kita itu umat berdosa, bercacat dan bercela. Namun ketika kita hidup di dalam Kristus, maka kita bisa menjadi kudus. Haleluya..


Saudaraku, perak dan emas yang mereka bawa bukan merupakan harta pribadi, melainkan persembahan sukarela kepada Tuhan. Demikian pula berbagai perlengkapan yang dipercayakan kepada mereka memiliki tujuan khusus untuk rumah Allah. Semua itu harus diperlakukan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Persembahan yang sudah dikhususkan bagi TUHAN harus ditujukan hanya untuk TUHAN, tidak boleh diambil atau dicuri oleh pelayan. Uang persembahan tidak boleh dicuri oleh pelayan TUHAN. Hal ini mungkin saja terjadi. Kita bisa melihat contoh dari Yudas Iskariot. Dia adalah seorang bendahara bagi para murid Yesus. Uang yang ada harus dikelola untuk pelayanan dan perjalanan misi. Namun Yudas Iskariot suka mencuri uang dari kas. Hati-hati dalam mengelola keuangan. Seringkali kita punya uang cukup bahkan berlebih tetapi masih terus mencuri uang yang bukan milik kita. Bukan karena kurang uang tapi karena hati yang rakus, yang tamak. Inilah yang harus dipulihkan.


Saudaraku, Ezra menempatkan orang dan barang yang mereka bawa dalam satu konteks: keduanya sama-sama berkaitan dengan kekudusan dan pekerjaan Tuhan. Orang-orang tersebut adalah umat yang dikhususkan bagi Tuhan, sementara harta dan perlengkapan yang mereka bawa juga telah dikhususkan untuk Tuhan. Karena itu, perjalanan mereka menuju Yerusalem bukan sekadar perjalanan biasa, tetapi bagian dari tugas yang berkaitan dengan rumah Allah. Kita harus punya perhatian dan kepedulian terhadap rumah Allah. Kita harus berbagian dalam ini semua. Hidup kita adalah milik TUHAN. Maka kepentingan TUHAN harus juga menjadi kepentingan kita. Salah satu kepentingan TUHAN ialah mengenai rumah TUHAN. Di gereja, sedang ada program perbaikan dan renovasi gereja. Nah, di sinilah saudara dan saya bisa turut ambil bagian dalam pelayanan; baik dalam doa, saran, ide, dana, tenaga dan dukungan lainnya. Mari kita persembahkan diri kita untuk dipakai melayani TUHAN.


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1️⃣ Saya mau menyadari bahwa hidup saya telah dikhususkan bagi Tuhan.

2️⃣ Saya mau menjaga apa pun yang Tuhan percayakan kepada saya dengan penuh tanggung jawab.

3️⃣ Saya mau menggunakan harta, kemampuan, dan kesempatan yang saya miliki untuk tujuan yang memuliakan Tuhan.


πŸ“Œ Kutipan Hari Ini:

"Apa yang dikuduskan bagi Tuhan harus dijaga dengan hati yang juga dikuduskan bagi-Nya."


πŸ—“️ Jumat, 4 September 2026

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERKAT YUSUF PART 4 (TERAKHIR)

PEMELIHARAAN TUHAN TIDAK PERNAH GAGAL πŸ‘£πŸž✨

MENANG BERSAMA TUHAN ⚔️🌿