TUHAN TIDAK MENGHUKUM KITA SETIMPAL DENGAN DOSA KITA ππ₯
π Ezra 9:13 (TB) — “Sesudah semua yang kami alami oleh sebab perbuatan kami yang jahat, dan oleh sebab kesalahan kami yang besar, sedangkan Engkau, ya Allah kami, tidak menghukum setimpal dengan dosa kami, dan masih mengaruniakan kepada kami orang-orang yang terluput sebanyak ini,”
Shalom, Saudara terkasih πΏ Dalam ayat ini, Ezra kembali melihat perjalanan bangsa Israel dengan jujur.
Saudaraku, *_bangsa Israel telah mengalami berbagai akibat dari perbuatan mereka yang jahat, tetapi Ezra menyadari bahwa apa yang mereka terima sebenarnya belum sebanding dengan besarnya dosa mereka. Di tengah pengakuan tersebut, ia melihat satu hal yang sangat besar: Tuhan masih memberikan kasih karunia dan menyisakan orang-orang yang terluput.
Ezra berkata bahwa Tuhan “tidak menghukum setimpal dengan dosa kami.” Ini adalah kesadaran yang sangat dalam tentang belas kasihan Allah. Ezra tidak merasa bahwa Israel sudah cukup dihukum sehingga mereka berhak menuntut pemulihan. Sebaliknya, ia menyadari bahwa kalau Tuhan benar-benar memperlakukan mereka sesuai dengan dosa mereka, keadaan mereka mungkin jauh lebih buruk. Secara rohani, kita pun perlu memiliki kesadaran seperti ini: banyak hal baik yang kita alami bukan karena kita begitu layak menerimanya, tetapi karena Tuhan begitu murah hati kepada kita. Mari kita merenung dan mensyukuri cinta kasih Tuhan yang terlalu besar dan sangat berharga. Kemurahan Tuhan membuat kita tidak binasa melainkan peroleh pemulihan._*
Saudaraku, perhatikan juga bahwa Ezra tidak menggunakan kasih karunia sebagai alasan untuk meremehkan dosa. Justru karena ia menyadari besarnya kasih karunia Tuhan, ia semakin serius melihat kesalahannya. Ada perbedaan antara orang yang berkata, “Tuhan pasti mengampuni, jadi tidak masalah saya berbuat dosa,” dengan orang yang berkata, “Tuhan begitu berbelas kasih kepada saya, maka saya tidak mau menyia-nyiakan kasih karunia-Nya.” Kasih karunia yang benar seharusnya menghasilkan pertobatan, bukan membuat kita semakin nyaman hidup dalam dosa. Kita harus merespons kasih Tuhan dengan benar. Kita harus belajar untuk terus bersyukur akan kasih setia Tuhan. Jangan sia-siakan rahmat yg sudah Tuhan beri. Jangan anggap remeh, rendah dan hina apa yg sudah Tuhan lakukan. Mari hargai dan kagumi karya keselamatan dari Tuhan Yesus.
Saudaraku, bagian “masih mengaruniakan kepada kami orang-orang yang terluput sebanyak ini” menunjukkan bahwa keberadaan mereka adalah pemberian Tuhan. Mereka masih memiliki kesempatan untuk melanjutkan hidup, membangun kembali, dan menjalankan panggilan Tuhan. Demikian juga dengan hidup kita. Setiap hari yang Tuhan berikan, setiap kesempatan untuk memperbaiki kesalahan, setiap orang yang masih Tuhan tempatkan di sekitar kita, adalah kesempatan dari kasih karunia-Nya. Jangan sia-siakan kesempatan itu. Selagi Tuhan masih memberikan waktu, mari hidup dengan hati yang bertobat, bersyukur, dan sungguh-sungguh bagi-Nya. Mari kita menyenangkan hati Tuhan senantiasa. Mari kita terus bertumbuh dalam kasih dan kebenaran Tuhan.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1. Saya mau menyadari bahwa hidup saya berdiri karena belas kasihan Tuhan, bukan karena kelayakan saya.
2. Saya mau merespons kasih karunia Tuhan dengan pertobatan dan ketaatan.
3. Saya mau menggunakan setiap kesempatan yang Tuhan berikan untuk memperbaiki hidup dan melakukan kehendak-Nya.
π Kutipan Hari Ini:
“Semakin kita menyadari bahwa Tuhan tidak memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita, semakin dalam pula seharusnya rasa syukur dan pertobatan kita.”
Kamis, 24 September 2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar