MERENDAHKAN DIRI DAN MEMINTA JALAN YANG AMAN πŸ™πŸ”₯

πŸ“– Ezra 8:21 (TB) — “Kemudian di sana, di tepi sungai Ahawa itu, aku memaklumkan puasa supaya kami merendahkan diri di hadapan Allah kami dan memohon kepada-Nya jalan yang aman bagi kami, bagi anak-anak kami dan segala harta benda kami.”


Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa sebelum menjalani perjalanan yang besar, kita perlu belajar berhenti sejenak, merendahkan diri di hadapan Tuhan, dan menyerahkan seluruh perjalanan kepada-Nya. 


Saudaraku, Ezra sedang memimpin perjalanan yang tidak sederhana. Mereka membawa keluarga, anak-anak, dan harta benda dalam jumlah yang besar menuju Yerusalem. Dalam situasi seperti itu, Ezra tidak hanya mengandalkan persiapan dan kemampuan manusia. Ia mengumumkan puasa supaya mereka merendahkan diri di hadapan Allah. Puasa merupakan salah satu disiplin rohani yang jarang sekali ditekuni oleh orang Kristen. Saya pun jarang sekali puasa. Namun saya menyadari bahwa puasa sangat penting dan perlu kita lakukan secara teratur. Melalui teladan Ezra ini, saya kembali ditegur agar mau berpuasa. Ya, puasa merupakan wujud dari kerendahan hati. Puasa mengajar kita untuk haus dan lapar akan TUHAN. Kita butuh anugerah-Nya, kita perlu pertolongan-Nya. Puasa mengundang kita untuk mengandalkan kekuatan-Nya yang adikodrati serta melepaskan kekuatan pribadi sebagai yang utama. Puasa mengundang kita untuk menikmati TUHAN sebagai sumber hayat.


Saudaraku, perhatikan apa yang mereka minta: "jalan yang aman bagi kami, bagi anak-anak kami dan segala harta benda kami." Ezra tidak hanya berdoa untuk dirinya sendiri. Ia memikirkan orang-orang yang Tuhan percayakan kepadanya. Doa bukan tanda bahwa kita tidak mampu, tetapi pengakuan bahwa kita membutuhkan Tuhan. Doa mengajar kita merendahkan hati, menjadi miskin di hadapan Allah, menyatakan kebergantungan penuh pada kasih dan anugerah Allah. Ini yang perlu kita miliki sebagai orang Kristen. Kita tidak boleh berdikari, merdeka tanpa TUHAN. Sebaliknya, kita harus terus mengandalkan TUHAN dan membutuhkan TUHAN senantiasa. Itu sebabnya kita perlu berkontak dengan TUHAN senantiasa di dalam doa. Saat kita berdoa, kita memohon agar keadaan berubah, situasi berubah; tetapi fokus TUHAN yang pertama-tama bukan pada kondisinya melainkan pada hati kita. Mungkin kita berdoa selama ini tetapi apa yang kita doakan belum kunjung terkabul. Kita harus belajar untuk berkata “gapapa, yang penting hatiku terus melekat dan mengandalkan TUHAN.” Inilah yang utama, inilah yang paling penting. Iman yang besar mampu memindahkan gunung tetapi iman yang benar tetap percaya meskipun gunung itu tidak kunjung berpindah.


Saudaraku, ayat ini juga mengingatkan kita bahwa "jalan yang aman" tidak selalu berarti tidak ada kesulitan sepanjang perjalanan. Mereka tetap harus berjalan dari Babel menuju Yerusalem. Ada jarak, tantangan, dan berbagai kemungkinan bahaya. Di sinilah kita harus percaya bahwa TUHAN pasti menyertai dan menolong. Saat murid-murid Yesus ada di kapal, mereka alami angin ribut yang membuat mereka sangat amat takut. Di sisi lain, Tuhan Yesus sedang tidur dengan nyenyak. Mereka sedang bersama Tuhan Yesus, tapi TUHAN izinkan angin ribut terjadi, membuat mereka takut dan sangat cemas. Meski di antara mereka ada nelayan yang sudah sering mengalami gelombang ombak, mereka menyangka bahwa mereka akan binasa karena badai itu. Mereka pun membangunkan Tuhan Yesus lalu Tuhan Yesus menghardik angin itu sehingga tenanglah langit dan amanlah keadaan. Kita harus sadar bahwa sebagai orang percaya, kita pun pasti tetap alami kesulitan dan tantangan, namun Tuhan Yesus pasti menyertai dan melindungi. Jangan larut dalam rasa takut, percayalah TUHAN pegang kendali.


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1️⃣ Saya mau merendahkan diri dan mencari Tuhan sebelum mengambil langkah penting.

2️⃣ Saya mau membawa keluarga dan orang-orang yang Tuhan percayakan kepada saya dalam doa.

3️⃣ Saya mau percaya bahwa Tuhan sanggup menjaga dan memimpin perjalanan saya, sekalipun jalan di depan belum jelas.


πŸ“Œ Kutipan Hari Ini:

"Sebelum meminta Tuhan mengubah jalan di depan kita, belajarlah terlebih dahulu merendahkan diri di hadapan Tuhan yang memegang seluruh perjalanan kita."


πŸ—“️ Minggu, 30 Agustus 2026

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERKAT YUSUF PART 4 (TERAKHIR)

PEMELIHARAAN TUHAN TIDAK PERNAH GAGAL πŸ‘£πŸž✨

MENANG BERSAMA TUHAN ⚔️🌿