KETIKA KITA TIDAK LAGI MEMILIKI ALASAN DI HADAPAN TUHAN πŸ™πŸ”₯

πŸ“– Ezra 9:10 (TB) — “Tetapi sekarang, ya Allah kami, apa yang akan kami katakan sesudah semuanya itu? Karena kami telah meninggalkan perintah-Mu,”


Shalom, Saudara terkasih 🌿 Setelah mengingat begitu banyak kasih karunia dan pertolongan Tuhan, Ezra kembali kepada kenyataan yang menyakitkan: bangsa itu tetap meninggalkan perintah Tuhan. 


Saudaraku, bangsa Israel sudah mengalami belas kasihan, pemulihan, dan kesempatan untuk membangun kembali, tetapi mereka masih jatuh ke dalam ketidaktaatan. Karena itu Ezra bertanya, “apa yang akan kami katakan sesudah semuanya itu?” pertanyaan Ezra menunjukkan hati yang sadar bahwa tidak ada lagi alasan yang dapat digunakan untuk membenarkan diri. Mereka sudah menerima kasih karunia Tuhan, tetapi justru kembali meninggalkan perintah-Nya. Secara rohani, ini mengingatkan kita bahwa semakin banyak kasih karunia yang kita terima, semakin besar pula tanggung jawab kita untuk hidup dalam ketaatan. Jangan sampai berkat Tuhan justru membuat kita merasa bebas melakukan apa saja. Saat kita dikasih duit 100 juta sama orang baik, apakah kita akan menghargai dan menghormati orang baik itu? Tentu saja..! Kita ga mungkin bertindak ga sopan dan menyakiti hatinya. Kita justru ingin balas budi, berterima kasih banyak dan menyenangkan hatinya. Nah, kasih karunia Tuhan jauh lebih berharga dari 100 juta. Maka kita harus belajar menyenangkan hati Tuhan, menghargai kasih karunia Tuhan, yaitu dengan hidup seturut kehendak-Nya, di dalam pertobatan dan kebenaran.


Saudaraku, kalimat “kami telah meninggalkan perintah-Mu” juga menunjukkan kejujuran Ezra. Ia tidak berkata, “mereka telah meninggalkan perintah-Mu,” tetapi “kami.” Ia mengambil posisi merendahkan diri di hadapan Tuhan. Pertobatan dimulai ketika kita berhenti menunjuk orang lain dan berani berkata, “Tuhan, saya juga bersalah.” Hati yang demikian lebih mudah dibentuk karena tidak sibuk mempertahankan pembenaran diri. Banyak orang yg sudah dianggap rohani dan terhormat tidak mau merendahkan diri dan hatinya di hadapan Tuhan serta jemaatnya. Ia mau mendoakan jemaat lain yg berdosa tapi ia merasa diri orang benar, tidak turut serta dalam dosa itu. Beda dengan Ezra yg menempatkan diri sebagai orang yg turut berdosa sehingga ia pun datang kepada Tuhan dengan hancur hati dan meminta ampun. Sikap rendah hati ini yg harus kita miliki dan pelihara senantiasa.


Saudaraku, terkadang kita juga sampai pada titik ketika kita tidak tahu lagi apa yang harus kita katakan kepada Tuhan. Kita sudah tahu firman-Nya, sudah merasakan pertolongan-Nya, sudah berulang kali menerima kesempatan, tetapi masih jatuh dalam kesalahan yang sama. Dalam keadaan seperti itu, kita tidak perlu membuat alasan yang panjang. Datanglah dengan hati yang jujur. Tuhan tidak membutuhkan pembelaan kita; Ia menghendaki pertobatan yang sungguh-sungguh. Di dalam Kristus, kegagalan bukan alasan untuk menjauh dari Tuhan, tetapi kesempatan untuk kembali kepada kasih karunia-Nya. Saya pun pernah melakukan kesalahan fatal di kantor. Saat mendorong tangga kerja, ternyata tangga mengenai badan pesawat lalu menyebabkan kerusakan. Saya lalai, saya teledor dan saya bodoh. Dengan menyesal, saya mengakui kesalahan saya di hadapan teman, manajer dan bos saya. Bahkan saya sial dihukum dan dijatuhkan sanksi. Namun, bos saya justru berkata, "Kita sudah tahu masalahnya dan sudah tau siapa yg melakukannya, sekarang mari kita fokus cari solusinya." Tidak ada hukuman maupun sanksi. Yg ada adalah pengampunan dan solusi. Bos saja bisa mengampuni kesalahan, apalagi Tuhan. Ia sangat ingin mengampuni orang yg jujur dan rendah hati.


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1. Saya mau berhenti mencari alasan ketika Tuhan menunjukkan kesalahan saya.

2. Saya mau berani mengakui dosa dan kelemahan saya di hadapan Tuhan.

3. Saya mau merespons kasih karunia Tuhan dengan ketaatan, bukan dengan semakin berkompromi dengan dosa.


πŸ“Œ Kutipan Hari Ini:

“Ketika kita tidak lagi memiliki alasan untuk membela diri, di situlah hati kita belajar datang kepada Tuhan dengan pertobatan yang sungguh-sungguh.”


Minggu, 20 September 2026

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMELIHARAAN TUHAN TIDAK PERNAH GAGAL πŸ‘£πŸž✨

BERKAT YUSUF PART 4 (TERAKHIR)

Berkat Gad