BANGKIT DAN MEMBANGUN KEMBALI 🙏🏛️

📖 Ezra 1:3 (TB) — "Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, Allahnya menyertainya! Biarlah ia berangkat pulang ke Yerusalem, yang terletak di Yehuda, dan mendirikan rumah TUHAN. Allah Israel, yakni Allah yang diam di Yerusalem."


Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengingatkan kita bahwa setiap panggilan Tuhan selalu disertai dengan penyertaan-Nya. 


Saudaraku, setelah bangsa Israel hidup puluhan tahun di tanah pembuangan, tibalah saatnya mereka kembali ke Yerusalem. Namun kepulangan itu bukan sekadar untuk kembali ke kampung halaman atau mencari kehidupan yang lebih baik. Mereka dipanggil untuk satu tujuan yang mulia, yaitu membangun kembali rumah Tuhan yang telah hancur. Kalimat, "Allahnya menyertainya," menjadi jaminan bahwa perjalanan itu tidak akan mudah, tetapi Tuhan sendiri akan berjalan bersama mereka. Panggilan Tuhan selalu menuntut keberanian untuk meninggalkan zona nyaman. Banyak orang telah membangun kehidupan yang mapan di Babel, tetapi Tuhan memanggil mereka untuk meninggalkan kenyamanan itu demi mengerjakan kehendak-Nya. Begitu pula dalam hidup kita. Mengikuti panggilan Tuhan sering kali menuntut pengorbanan, tetapi penyertaan Tuhan selalu lebih besar daripada tantangan yang akan kita hadapi. Iman kita sangat diuji ketika kita harus berkorban menanggalkan keinginan daging demi mengutamakan keinginan roh.


Saudaraku, Yerusalem yang hancur juga melambangkan banyak aspek kehidupan yang mungkin telah rusak akibat dosa, kegagalan, atau kekecewaan. Ada hubungan yang retak, keluarga yang terluka, pelayanan yang terhenti, semangat yang padam, atau kehidupan rohani yang mulai runtuh. Kabar baiknya, Tuhan adalah Allah yang memanggil kita bukan untuk meratapi reruntuhan, tetapi untuk membangun kembali. Dia tidak mencari orang yang sempurna, melainkan orang yang mau bangkit dan taat. Selama Tuhan masih memanggil, berarti masih ada harapan untuk pemulihan. Jangan menyerah hanya karena melihat begitu banyak puing-puing dalam hidup. Tuhan sanggup memulihkan apa yang telah hancur ketika kita bersedia kembali kepada-Nya. Di luar sana ada hubungan rumah tangga yg retak bahkan hancur. Tuhan sanggup pulihkan kembali. Ada juga perpecahan dalam gereja, ada keributan dan perselisihan di dalamnya. Masalahnya ada dan sudah jelas. Allah sanggup untuk membereskan itu semua, memulihkan segalanya asal kita mau ikuti kehendak-Nya.


Saudaraku, ayat ini juga diawali dengan sebuah pertanyaan yang sangat pribadi: "Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya?" Artinya, panggilan Tuhan selalu membutuhkan respons pribadi. Tidak cukup hanya mengagumi rencana Tuhan atau bersukacita mendengar firman-Nya. Setiap orang harus memutuskan sendiri apakah ia akan menjawab panggilan itu. Hari ini Tuhan masih bertanya kepada kita: Siapakah yang mau bangkit? Siapakah yang mau membangun kembali? Siapakah yang mau dipakai bagi kemuliaan-Nya? Tuhan ingin kita meresponi panggilannya. Ia ingin kita menaati Tuhan. Ia ingin kita terlibat dalam kehendak-Nya. Kiranya jawaban kita sama seperti bangsa Israel yang bersedia melangkah dengan iman, sebab ketika Tuhan memanggil, Dia juga berjanji akan menyertai setiap langkah orang yang taat kepada-Nya.


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1️⃣ Saya mau menjawab setiap panggilan Tuhan dengan ketaatan.

2️⃣ Saya percaya Tuhan menyertai saya dalam setiap tugas yang Dia percayakan.

3️⃣ Saya mau bangkit dan membangun kembali setiap bagian hidup yang Tuhan kehendaki.


📌 Kutipan Hari Ini:

"Tuhan tidak hanya memanggil kita untuk bangkit, tetapi juga menyertai kita sampai pekerjaan-Nya selesai."


🗓️ 28-06-2026

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

KEPEMIMPINAN YANG MEMBAWA BERKAT

KEKUATAN DALAM PENGAKUAN DOSA