KASIH SETIA TUHAN TIDAK PERNAH BERAKHIR 🙏🎶

📖 Ezra 3:11 (TB) — "Secara berbalas-balasan mereka menyanyikan bagi TUHAN nyanyian pujian dan syukur: 'Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya kepada Israel!' Dan seluruh umat bersorak-sorai dengan nyaring sambil memuji-muji TUHAN, oleh karena dasar rumah TUHAN telah diletakkan."


Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengingatkan kita bahwa dasar dari setiap pujian bukanlah keadaan yang sempurna, melainkan karakter Tuhan yang tidak pernah berubah.


Saudaraku, kalimat yang mereka nyanyikan bukanlah kalimat baru. "Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya..." adalah pengakuan iman yang telah dinyanyikan sejak zaman Daud dan Salomo. Kini, setelah melewati pembuangan yang panjang, mereka kembali menyanyikan kalimat yang sama. Ini menunjukkan bahwa sekalipun keadaan umat berubah, karakter Tuhan tidak pernah berubah. Mereka pernah mengalami penghukuman karena dosa, kehilangan Bait Allah, hidup sebagai tawanan, dan merasakan penderitaan. Namun semua itu tidak menghapus kasih setia Tuhan. Pada waktunya, Tuhan membawa mereka pulang dan mengizinkan mereka membangun kembali rumah-Nya. Betapa indahnya ketika kita menyadari bahwa kesetiaan Tuhan tidak bergantung pada kesetiaan kita. Dia tetap setia karena itulah sifat-Nya. Pengharapan kita bukan terletak pada kemampuan kita bertahan, melainkan pada kasih setia Tuhan yang tidak pernah habis.


Saudaraku, Alkitab juga mencatat bahwa mereka menyanyikan pujian "secara berbalas-balasan". Waw, kondisi ini sangat indah. Kita harus jadi orang yang suka memuji dan menyembah TUHAN. Banyak orang berbalas-balasan dalam hal saling menyalahkan dan memfitnah, dalam hal mengejek dan memaki. Buat apa? Itu cuma menimbulkan pertengkaran dan kemarahan. Heran ya, harusnya kita mampu menguasai diri. Caranya gimana? Mau dipimpin oleh Roh Kudus. Kita harus bersedia dibimbing, diajar dan dituntun oleh Roh Kebenaran sehingga yang keluar dari mulut kita ialah pujian dan penyembahan, pengagungan dan ucapan syukur yang manis didengar oleh TUHAN. Kita harus rajin berkumpul dalam persekutuan yang suka memuji dan menyembah TUHAN.


Saudaraku, yang menarik, mereka bersorak-sorai bukan karena Bait Allah telah selesai dibangun, tetapi baru karena dasarnya telah diletakkan. Mereka memilih merayakan awal dari pekerjaan Tuhan dengan penuh iman. Mereka percaya bahwa Tuhan yang telah memulai pekerjaan itu pasti akan menyelesaikannya. Inilah sikap yang Tuhan rindukan dari kita. Jangan hanya bersyukur ketika doa telah dijawab sepenuhnya. Bersyukurlah ketika Tuhan mulai membuka jalan. Bersyukurlah ketika ada kemajuan kecil. Bersyukurlah ketika fondasi sedang dibangun. Sebab setiap langkah kecil adalah bukti bahwa Tuhan sedang bekerja. Orang yang melihat kasih setia Tuhan akan selalu memiliki alasan untuk memuji-Nya, bahkan di tengah proses yang belum selesai. Mari kita memenuhi mulut kita dengan puji-pujian dan penyembahan supaya kita menyenangkan hati TUHAN senantiasa.


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1️⃣ Saya mau memuji Tuhan karena Dia baik, bukan hanya karena keadaan saya baik.

2️⃣ Saya mau mengingat dan menceritakan kasih setia Tuhan kepada orang lain.

3️⃣ Saya mau bersyukur atas setiap proses, karena saya percaya Tuhan akan menyelesaikan pekerjaan-Nya dalam hidup saya.


📌 Kutipan Hari Ini:

"Kasih setia Tuhan tidak menunggu hidup kita sempurna; justru kasih setia-Nya yang menuntun kita sampai kepada pemulihan."


🗓️ Senin, 13 Juli 2026

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

KEPEMIMPINAN YANG MEMBAWA BERKAT

KEKUATAN DALAM PENGAKUAN DOSA