MEMBANGUN MEZBAH TERLEBIH DAHULU 🙏🔥
📖 Ezra 3:2 (TB) — "Maka mulailah Yesua bin Yozadak beserta saudara-saudaranya, para imam itu, dan Zerubabel bin Sealtiel beserta saudara-saudaranya membangun mezbah Allah Israel untuk mempersembahkan korban bakaran di atasnya, sesuai dengan yang ada tertulis dalam kitab Taurat Musa, abdi Allah."
Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa sebelum membangun pekerjaan Tuhan, kita harus terlebih dahulu membangun hubungan dengan Tuhan.
Saudaraku, setelah kembali dari pembuangan, bangsa Israel menghadapi begitu banyak pekerjaan. Kota Yerusalem masih hancur, Bait Allah belum berdiri, dan kehidupan mereka harus dimulai dari nol. Namun yang menarik, mereka tidak langsung membangun tembok atau mendirikan Bait Allah. Hal pertama yang mereka bangun adalah mezbah. Mereka menyadari bahwa kebutuhan terbesar mereka bukanlah bangunan yang megah, melainkan hadirat Tuhan. Mezbah menjadi tempat mereka mempersembahkan korban, menyatakan pertobatan, ucapan syukur, dan penyembahan kepada Allah. Mereka memahami bahwa tanpa Tuhan, semua usaha mereka akan sia-sia. Betapa sering kita sibuk membangun karier, keluarga, pelayanan, atau berbagai pencapaian, tetapi lupa membangun mezbah doa dan persekutuan dengan Tuhan. Padahal kekuatan untuk menghadapi kehidupan lahir dari hubungan yang intim dengan-Nya. Apakah kita rajin saat teduh? Apakah kita suka membaca firman Tuhan dan merenungkannya? Apakah kita tekun berdoa? Apakah kita senang memuji Tuhan? Kita harus bangun hubungan intim dengan Tuhan.
Saudaraku, Alkitab juga mencatat bahwa mereka membangun mezbah "sesuai dengan yang ada tertulis dalam kitab Taurat Musa." Mereka tidak menyembah Tuhan menurut cara yang mereka inginkan, tetapi menurut firman Tuhan. Ini mengajarkan bahwa ibadah yang sejati harus berlandaskan kebenaran firman, bukan sekadar tradisi, perasaan, atau kebiasaan. Tuhan mencari penyembah yang menyembah Dia dalam roh dan kebenaran. Oleh karena itu, kehidupan rohani yang sehat selalu ditandai oleh ketaatan kepada firman Tuhan. Semakin kita mengenal firman-Nya, semakin kita mengerti bagaimana hidup yang berkenan kepada-Nya. Kita harus belajar memiliki hati tulus ketika menyembah Tuhan. Bukan karena ingin diberkati atau ingin dikasih kekayaan, tetapi kita ingin menyenangkan hati Tuhan, ingin mengucap syukur dan ingin memuliakan Tuhan melalui pujian, penyembahan dan persembahan kita.
Saudaraku, perhatikan juga bahwa pembangunan mezbah dilakukan bersama-sama oleh Yesua, Zerubabel, para imam, dan saudara-saudara mereka. Mereka memiliki satu hati untuk mengutamakan Tuhan. Demikian pula dalam keluarga, gereja, maupun komunitas orang percaya, pemulihan yang sejati dimulai ketika kita bersama-sama membangun mezbah penyembahan. Jadikan doa, pembacaan firman, dan penyembahan sebagai prioritas dalam kehidupan sehari-hari. Sebab ketika mezbah kembali dibangun, hati manusia dipulihkan, iman dikuatkan, dan Tuhan akan memimpin setiap langkah berikutnya. Bangunan dapat runtuh, tetapi selama mezbah tetap menyala, selalu ada harapan untuk memulai kembali. Barangkali ada di antara kita yg alami kejadian tidak diharapkan, entah itu alami sakit penyakit, berhenti bekerja, alami kecelakaan, jadi korban pencurian dan sejenisnya; jangan putus asa dan hidup terus mengeluh, melainkan bangunlah mezbah, bangunlah hubungan intim dengan Tuhan dan hiduplah untuk menyenangkan hati Tuhan, maka iman kita akan semakin bertumbuh dan Tuhan akan memulihkan kita.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1️⃣ Saya mau mengutamakan hubungan dengan Tuhan di atas segala kesibukan hidup.
2️⃣ Saya mau membangun kehidupan doa dan pembacaan firman yang setia setiap hari.
3️⃣ Saya mau menaati firman Tuhan sebagai dasar dalam setiap keputusan dan pelayanan.
📌 Kutipan Hari Ini:
"Sebelum Tuhan membangun pekerjaan kita, Dia rindu membangun mezbah di dalam hati kita."
🗓️ 05-07-2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar