MEMBERI DENGAN HATI YANG RELA 🙏🏛️
📖 Ezra 2:68 (TB) — "Beberapa kepala kaum keluarga, tatkala datang ke rumah TUHAN yang di Yerusalem, mempersembahkan persembahan sukarela guna pembangunan rumah Allah pada tempatnya semula."
Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa kasih kepada Tuhan akan selalu mendorong kita untuk memberi dengan hati yang rela. Persembahan yang berkenan kepada Tuhan bukan pertama-tama diukur dari jumlahnya, tetapi dari hati yang mengasihi-Nya.
Saudaraku, setelah menempuh perjalanan yang panjang dan melelahkan dari Babel menuju Yerusalem, bangsa Israel akhirnya tiba di kota yang telah lama mereka rindukan. Namun pemandangan yang mereka lihat bukanlah kemegahan, melainkan reruntuhan. Bait Allah yang dahulu menjadi pusat penyembahan kini telah hancur. Menariknya, sebelum mereka mulai membangun, beberapa kepala kaum keluarga terlebih dahulu mempersembahkan persembahan sukarela. Mereka memahami bahwa membangun rumah Tuhan bukan hanya membutuhkan tenaga, tetapi juga hati yang mengasihi Tuhan. Mereka tidak menunggu diminta atau dipaksa. Persembahan itu lahir secara sukarela sebagai ungkapan syukur karena Tuhan telah membawa mereka pulang dan memberi kesempatan untuk kembali beribadah kepada-Nya. Apa yg kita persembahkan dengsn sukarela menandakan bahwa kerohanian kita semakin dewasa dan matang. Ya, orang dewasa tidak menunggu disuruh atau diperintah ketika hendak melakukan perbuatan baik. Mereka akan mengambil inisiatif dengan sukarela bahkan senang hati. Mari kita miliki karakter tersebut.
Saudaraku, persembahan sukarela mencerminkan hati yang telah disentuh oleh kasih karunia Tuhan. Orang yang menyadari betapa besar anugerah Tuhan tidak akan sulit memberi kepada-Nya. Mereka memahami bahwa semua yang dimiliki berasal dari Tuhan, sehingga memberi bukanlah kehilangan, melainkan mengembalikan sebagian dari apa yang telah Tuhan percayakan. Prinsip ini tidak hanya berbicara tentang uang. Kita juga dapat mempersembahkan waktu, tenaga, kemampuan, perhatian, bahkan hidup kita bagi pekerjaan Tuhan. Ketika kasih kepada Tuhan memenuhi hati kita, memberi bukan lagi menjadi beban, tetapi menjadi sukacita. Kita pun harus menyadari bahwa kita dulunya adalah tawanan dosa, tawanan si Iblis. Namun puji Tuhan karena darah Tuhan Yesus telah membeli kita dan harganya telah lunas dibayar. Maka di sinilah kesempatan bagi kita untuk terus memuliakan Tuhan Yesus dan memberi diri untuk melayani Tuhan dalam gereja.
Saudaraku, ayat ini juga menunjukkan bahwa persembahan diberikan "guna pembangunan rumah Allah." Artinya, pemberian mereka memiliki tujuan yang jelas, yaitu untuk memuliakan Tuhan dan membangun pekerjaan-Nya. Demikian pula hidup kita. Tuhan memberkati kita bukan hanya supaya kita menikmati berkat itu sendiri, tetapi agar kita dapat menjadi bagian dalam membangun Kerajaan-Nya. Mungkin Tuhan mempercayakan kepada kita kemampuan, relasi, jabatan, atau harta. Pertanyaannya adalah: apakah semua itu sudah dipakai untuk membangun apa yang menjadi hati Tuhan? Marilah kita menjadi orang-orang yang tidak hanya pandai menerima berkat, tetapi juga rela mempersembahkan yang terbaik bagi kemuliaan nama-Nya. Sebab hati yang bersyukur akan selalu melahirkan tangan yang murah hati. Kita harus bersyukur senanitasa dan berharap hanya kepada Tuhan. Mari kita juga wujudkan ucapan syukur kita dengan mengambil bagian dalam memberikan persembahan bagi pembangunan rumah Tuhan.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1️⃣ Saya mau memberi kepada Tuhan dengan hati yang rela dan penuh sukacita.
2️⃣ Saya mau menggunakan setiap berkat yang Tuhan percayakan untuk mendukung pekerjaan-Nya.
3️⃣ Saya mau menjadikan hidup saya sebagai persembahan yang memuliakan Tuhan.
📌 Kutipan Hari Ini:
"Hati yang dipenuhi rasa syukur tidak akan sulit mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan."
🗓️ 03-07-2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar