MEMULAI DENGAN PUJIAN KEPADA TUHAN 🙏🎺
📖 Ezra 3:10 (TB) — "Pada waktu dasar Bait Suci TUHAN diletakkan oleh tukang-tukang bangunan, maka tampillah para imam dengan memakai pakaian jabatan dan membawa nafiri, dan orang-orang Lewi, bani Asaf, dengan membawa ceracap, untuk memuji-muji TUHAN, menurut petunjuk Daud, raja Israel."
Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa setiap keberhasilan, sekecil apa pun, patut dimulai dan disambut dengan pujian kepada Tuhan.
Saudaraku, setelah melalui perjalanan panjang dari pembuangan, melewati berbagai tantangan, membangun mezbah, mengumpulkan bahan bangunan, dan mempersiapkan segala sesuatu, akhirnya tibalah saat yang dinantikan: dasar Bait Suci diletakkan. Menariknya, mereka tidak langsung sibuk melanjutkan pembangunan. Sebaliknya, mereka berhenti sejenak untuk memuji Tuhan. Para imam mengenakan pakaian jabatan, meniup nafiri, dan orang-orang Lewi memainkan ceracap. Mereka menyadari bahwa setiap langkah maju adalah anugerah Tuhan yang layak dirayakan dengan ucapan syukur. Betapa sering kita baru bersyukur ketika seluruh pekerjaan selesai, padahal Tuhan rindu agar kita memuji-Nya dalam setiap tahap perjalanan. Bersyukur atas fondasi sama pentingnya dengan bersyukur atas bangunan yang telah selesai. Hati yang bersyukur akan melihat tangan Tuhan bekerja bahkan dalam kemajuan yang kecil sekalipun. Sungguh indahnya memuji dan menyembah Tuhan. Kita harus menyenangkan hati Tuhan lehat pujian dan penyembahan.
Saudaraku, Alkitab juga mencatat bahwa pujian itu dilakukan "menurut petunjuk Daud, raja Israel." Artinya, penyembahan mereka tidak dilakukan sembarangan, tetapi mengikuti pola yang telah diwariskan dalam firman Tuhan. Mereka tidak menciptakan cara ibadah sesuai keinginan sendiri, melainkan menghormati ketetapan yang telah diberikan Tuhan. Hal ini mengajarkan bahwa penyembahan yang sejati bukan hanya dipenuhi semangat, tetapi juga dilandasi ketaatan. Emosi dapat berubah-ubah, tetapi firman Tuhan tetap menjadi dasar yang kokoh bagi kehidupan ibadah kita. Ketika pujian lahir dari hati yang taat, penyembahan kita menjadi harum di hadapan Tuhan. Kita perlu melanjutkan setiap warisan yg baik dari pendahulu kita. Kita harus memelihara apa yg firman Tuhan telah ajarkan. Kita harus terus berakar kuat di dalam pesan firman Tuhan.
Saudaraku, peletakan dasar Bait Allah juga mengingatkan kita akan pentingnya fondasi dalam kehidupan. Sebuah bangunan yang megah tidak akan bertahan tanpa dasar yang kuat. Demikian pula hidup kita. Sebelum Tuhan mempercayakan perkara-perkara yang lebih besar, Dia terlebih dahulu membangun dasar iman, karakter, dan ketaatan dalam diri kita. Jangan kecewa apabila saat ini Tuhan sedang mengerjakan "fondasi" dalam hidup kita. Mungkin hasilnya belum terlihat besar, tetapi fondasi yang kuat akan menopang berkat yang besar di kemudian hari. Marilah kita belajar memuji Tuhan bukan hanya ketika tujuan tercapai, tetapi juga ketika fondasi sedang diletakkan. Sebab Tuhan yang memulai pekerjaan yang baik di dalam kita adalah Tuhan yang juga akan menyelesaikannya sampai pada waktunya. Jangan pernah berhenti menyembah. Dalam perjalanan ke kantor atau sedang gosok pakaian pun, kita bisa terus menyembah. Sungguh, penyembahan akan membuat kita makin serupa dengan Pribadi yg kita sembah.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1️⃣ Saya mau mengucap syukur kepada Tuhan atas setiap proses dan kemajuan yang Dia berikan.
2️⃣ Saya mau membangun hidup di atas dasar firman Tuhan dan ketaatan kepada-Nya.
3️⃣ Saya mau memuji Tuhan bukan hanya saat berhasil, tetapi juga selama proses yang sedang Dia kerjakan.
📌 Kutipan Hari Ini:
"Hati yang bersyukur tidak menunggu bangunan selesai; ia sudah memuji Tuhan sejak fondasinya diletakkan."
🗓️ Minggu, 12 Juli 2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar