MENYEMBAH DI TENGAH KETAKUTAN 🙏🔥

📖 Ezra 3:3 (TB) — "Mereka mendirikan mezbah itu di tempatnya semula, sungguhpun mereka ketakutan terhadap penduduk negeri, lalu mereka mempersembahkan di atasnya korban bakaran kepada TUHAN, korban bakaran waktu pagi dan waktu petang."


Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa penyembahan kepada Tuhan tidak bergantung pada keadaan yang aman atau nyaman. Justru di tengah ketakutan dan ketidakpastian, penyembahan menjadi bukti bahwa kita memilih percaya kepada Tuhan lebih daripada kepada keadaan.


Saudaraku, bangsa Israel baru saja kembali dari pembuangan. Mereka berada di tengah lingkungan yang tidak bersahabat dan merasa takut terhadap penduduk negeri di sekitar mereka. Secara manusia, mereka memiliki alasan untuk menunda pembangunan mezbah sampai situasi menjadi lebih aman. Namun mereka justru melakukan hal yang sebaliknya. Di tengah rasa takut, mereka tetap mendirikan mezbah di tempatnya semula dan mempersembahkan korban kepada Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa iman bukanlah tidak memiliki rasa takut, melainkan tetap memilih taat walaupun rasa takut masih ada. Keberanian orang percaya bukan berasal dari situasi yang tenang, tetapi dari keyakinan bahwa Tuhan menyertai mereka. Ketika penyembahan menjadi prioritas, ketakutan tidak lagi menguasai hati. Ada beberapa lokasi yang sangat menolak keberadaan gereja dan juga aktivitas ibadah. Ada ormas yang menolak keras dan mengancam mereka. Namun di tengah ancaman dan ketakutan yang ditebarkan, orang Kristen tetap beribadah, tetap bersekutu, tetap memuji TUHAN dan berdoa. Seringkali perlawanan dari luar menyerang gereja. Ya, memang itu resiko tetapi lebih baik tetap beribadah di tengah ancaman dari pada dirundung rasa takut laluy berhenti menyembah.


Saudaraku, menariknya, mereka mendirikan mezbah "di tempatnya semula". Mereka tidak mencari lokasi yang lebih tersembunyi atau lebih aman. Mereka kembali ke tempat yang telah Tuhan tetapkan. Ini menggambarkan pentingnya kembali kepada dasar yang benar. Ketika hidup diguncang oleh masalah, kekecewaan, atau ancaman, solusi pertama bukanlah melarikan diri, tetapi kembali kepada Tuhan. Banyak orang meninggalkan kehidupan doa ketika menghadapi tekanan. Namun bangsa Israel justru mendekat kepada Tuhan saat mereka merasa takut. Di sanalah mereka menemukan kekuatan yang tidak dapat diberikan oleh dunia. Semakin besar tantangan, semakin kita membutuhkan hadirat Tuhan. Bagi kita yang tidak mengalami ancaman dan tantangan dalam beribadah, mungkin kita tidak pernah alami ketakutan saat beribadah, tetapi di beberapa lokasi seperti di Rancaekek (Kab Bandung), Cilegon atau beberapa lokasi di Sumatera Barat, tantangannya berat. Mereka harus terus bergumul dengan keamanan dalam beribadah. Namun TUHAN pasti beri kekuatan, ketabahan dan keteguhan iman. Justru iman kita akan semakin pesat bertumbuh ketika kesulitan dalam beribadah menimpa kita.


Saudaraku, Alkitab juga mencatat bahwa mereka mempersembahkan korban bakaran setiap pagi dan petang. Artinya, penyembahan mereka bukanlah tindakan sesaat karena emosi, tetapi disiplin rohani yang dilakukan secara terus-menerus. Mereka membangun kebiasaan untuk mencari Tuhan setiap hari. Demikian pula bagi kita. Ketika pergumulan datang, jangan biarkan doa menjadi pilihan terakhir. Jadikan doa sebagai nafas kehidupan. Bangunlah "mezbah" setiap pagi sebelum memulai aktivitas dan setiap petang untuk menyerahkan kembali hidup kepada Tuhan. Hati yang terus bersekutu dengan Tuhan akan memiliki damai sejahtera yang sanggup mengalahkan ketakutan sebesar apa pun. Sebab hadirat Tuhan selalu lebih besar daripada ancaman yang kita hadapi. Hidup kita harus terus terhubung dengan TUHAN. Jangan pernah lepas dari anugerah Allah. Saya pun ketika ditanya oleh orang mengenai pendapat saya dan saya harus menjawab, saya membiasakan diri untuk berdoa dulu, minta hikmat TUHAN, agar jawaban yang saya berikan benar, tepat dan sesuai dengan kehendak Allah. Mari bergantung terus dengan Allah.


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1️⃣ Saya mau tetap menyembah Tuhan sekalipun menghadapi ketakutan dan tantangan.

2️⃣ Saya mau kembali kepada Tuhan sebagai sumber kekuatan dalam setiap pergumulan.

3️⃣ Saya mau membangun kehidupan doa yang setia setiap hari, pagi dan petang.


📌 Kutipan Hari Ini:

"Iman bukanlah hidup tanpa rasa takut, melainkan tetap menyembah Tuhan di tengah ketakutan."


🗓️ 06-07-2026

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

KEPEMIMPINAN YANG MEMBAWA BERKAT

KEKUATAN DALAM PENGAKUAN DOSA