SEMUA YANG KITA MILIKI ADALAH TITIPAN TUHAN 🙏🏛️

📖 Ezra 1:2 (TB) — "Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda."


Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan sebuah kebenaran yang sangat penting: segala sesuatu yang kita miliki sesungguhnya berasal dari Tuhan dan dipercayakan kepada kita untuk dipakai bagi tujuan-Nya.


Saudaraku, _Koresh adalah penguasa terbesar pada zamannya. Ia memimpin kerajaan Persia yang sangat luas dan memiliki kekayaan, kekuasaan, serta pengaruh yang luar biasa. Namun yang menarik, ketika ia mengumumkan perintahnya, ia tidak memegahkan dirinya. Sebaliknya, ia mengakui bahwa "segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN." Seorang raja kafir pun menyadari bahwa kekuasaan yang dimilikinya bukanlah hasil usahanya semata, melainkan pemberian Allah. Pengakuan ini mengingatkan kita bahwa jabatan, pekerjaan, kemampuan, kekayaan, kesehatan, keluarga, dan setiap berkat yang kita nikmati bukanlah milik mutlak kita. Semua adalah anugerah Tuhan yang sewaktu-waktu dapat Dia ambil kembali. Karena itu, tidak ada alasan bagi kita untuk hidup dalam kesombongan, sebab semua berasal dari tangan-Nya. Kita harus manfaatkan apa yg Tuhan percayakan untuk kita kelola lalu dapat kita gunakan demi kemuliaan nama Tuhan._


Saudaraku, _Koresh juga memahami bahwa setiap pemberian Tuhan selalu disertai dengan sebuah tanggung jawab. Ia berkata bahwa Tuhan telah menugaskannya membangun rumah bagi-Nya di Yerusalem. Artinya, berkat bukan hanya untuk dinikmati, tetapi juga untuk dipakai menggenapkan kehendak Tuhan. Demikian pula dalam hidup kita. Tuhan memberikan talenta agar kita melayani. Tuhan memberikan pekerjaan agar kita menjadi berkat. Tuhan memberikan pengaruh agar kita membawa orang lain semakin dekat kepada-Nya. Semakin besar kepercayaan yang Tuhan berikan, semakin besar pula tanggung jawab yang harus kita jalankan. Jangan sampai kita menikmati berkat Tuhan tetapi melupakan tujuan mengapa berkat itu diberikan. Kita harus belajar untuk tahu diri sehingga selalu ingin balas budi kepada orang yg sudah memberikan sesuatu bagi kita. Kita ingin selalu menyenangkan hati Tuhan dengan cara melayani Dia._


Saudaraku, _setiap orang percaya memiliki "Yerusalem" yang harus dibangun. Mungkin bukan membangun Bait Allah secara fisik, tetapi membangun keluarga yang takut akan Tuhan, membangun karakter yang semakin serupa dengan Kristus, membangun pelayanan, membangun generasi berikutnya, atau membangun lingkungan kerja yang memuliakan Tuhan. Pertanyaannya bukan lagi seberapa banyak yang Tuhan telah berikan kepada kita, tetapi apakah kita sedang memakai semua itu untuk menggenapkan misi yang Tuhan percayakan. Suatu hari nanti Tuhan tidak hanya akan bertanya apa yang kita miliki, tetapi apa yang telah kita lakukan dengan apa yang telah Dia titipkan. Kita harus meneladani seorang hamba yg dipercayakan lima talenta kemudian mengembangkannya menjadi 10 talenta. Inilah hasil dari kepatuhan dan kerja keras. Kita pun harus usahakan yg terbaik agar segala sesuatu yg dipercayakan kepada kita dalam dikelola dengan bijaksana. Kiranya kita menjadi hamba yang setia, yang menggunakan setiap anugerah untuk kemuliaan nama Tuhan._


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1️⃣ Saya mau mengakui bahwa semua yang saya miliki berasal dari Tuhan.

2️⃣ Saya mau menggunakan setiap berkat sebagai sarana untuk menggenapkan kehendak Tuhan.

3️⃣ Saya mau setia menjalankan setiap tanggung jawab yang Tuhan percayakan kepada saya.


📌 Kutipan Hari Ini:

"Berkat Tuhan bukan hanya untuk dinikmati, tetapi untuk dipertanggungjawabkan dan dipakai bagi kemuliaan-Nya."


🗓️ 27-06-2026

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN SUKA NIMBRUNG URUSAN ORANG LAIN

KEPEMIMPINAN YANG MEMBAWA BERKAT

KEKUATAN DALAM PENGAKUAN DOSA