SETIA BERIBADAH SESUAI FIRMAN TUHAN 🙏🍃
📖 Ezra 3:4 (TB) — "Mereka juga mengadakan hari raya Pondok Daun, sesuai dengan yang ada tertulis, dan mempersembahkan korban bakaran hari demi hari menurut jumlah yang sesuai dengan peraturan, yakni setiap hari menurut yang ditetapkan untuk hari itu."
Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa kasih kepada Tuhan dinyatakan melalui ketaatan kepada firman-Nya. Ibadah yang sejati bukanlah sekadar semangat sesaat, tetapi kehidupan yang terus dibentuk oleh kehendak Tuhan.
Saudaraku, setelah mezbah didirikan, bangsa Israel segera merayakan Hari Raya Pondok Daun sebagaimana diperintahkan dalam Taurat. Hari raya ini mengingatkan mereka akan penyertaan Tuhan selama perjalanan bangsa Israel di padang gurun. Meskipun mereka baru kembali dari pembuangan dan keadaan Yerusalem masih jauh dari sempurna, mereka tidak menunggu sampai semua persoalan selesai untuk mulai beribadah. Mereka memilih mengutamakan Tuhan terlebih dahulu. Hal ini mengajarkan bahwa penyembahan kepada Tuhan tidak bergantung pada keadaan yang ideal. Hati yang mengasihi Tuhan akan tetap bersyukur dan menyembah, baik dalam kelimpahan maupun dalam kekurangan. Orang yang selalu menunggu keadaan sempurna untuk beribadah sering kali tidak akan pernah benar-benar memulai. Setiap hari kita diperhadapkan dalam berbagai situasi; kadang cape, lelah, males, ga mood dan lain sebagainya. Apakah kita mau nurut sama perasaan atau sama komitmen kepada TUHAN? Kita harus terus bangun hubungan dengan TUHAN setiap hari, apa pun keadaannya. Jangan dipengaruhi oleh situasi tapi pengaruhilah situasi dengan firman TUHAN.
Saudaraku, Alkitab berulang kali menegaskan bahwa semua itu dilakukan "sesuai dengan yang ada tertulis" dan "menurut peraturan." Penekanan ini menunjukkan bahwa bangsa Israel tidak beribadah menurut selera atau tradisi mereka sendiri, tetapi menurut firman Tuhan. Mereka belajar bahwa ketaatan lebih berharga daripada sekadar aktivitas keagamaan. Demikian pula dalam kehidupan kita. Tuhan tidak hanya melihat apakah kita beribadah, tetapi juga apakah hidup kita selaras dengan firman-Nya. Penyembahan yang sejati bukan hanya terlihat pada hari Minggu, melainkan tercermin dalam keputusan, perkataan, pekerjaan, dan sikap kita setiap hari. Firman Tuhan harus menjadi standar yang membimbing seluruh hidup kita. Firman TUHAN harus jadi pedoman kuat dalam diri kita. Mengapa kita bekerja dengan benar? Mengapa kita datang tepat waktu? Mengapa kita bicara sopan santun? Mengapa kita bersikap ramah? Semua kebaikan dan kebenaran yang kita lakukan harus bersumber dari firman TUHAN sebagai sesuatu yang sudah tertulis dan menjadi peraturan dalam hidup kita. Inilah sumber hayat yang memerdekakan hidup kita.
Saudaraku, ayat ini juga menyebutkan bahwa korban dipersembahkan "hari demi hari" sesuai dengan ketetapan untuk setiap hari. Ini menggambarkan kesetiaan yang dilakukan secara terus-menerus. Hubungan dengan Tuhan tidak dibangun melalui semangat yang sesaat, tetapi melalui disiplin rohani yang dijalani setiap hari. Sama seperti tubuh membutuhkan makanan setiap hari, demikian juga jiwa kita membutuhkan firman, doa, dan persekutuan dengan Tuhan setiap hari. Jangan hanya mencari Tuhan ketika menghadapi masalah. Jadikan hadirat-Nya sebagai kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita. Ketika kita hidup setia hari demi hari, karakter kita akan dibentuk, iman kita akan dikuatkan, dan hidup kita akan semakin memuliakan nama Tuhan. Jangan hanya kita berapi-api setelah mengikuti retreat, KKR atau agenda tertentu saja. Hati kita harus terus melekat dengan Tuhan Yesus setiap hari, roh kita menyala-nyala dan kerajinan kita tidak pernah kendor setiap hari. Makin hari, cinta dan kasih kita kepada TUHAN semakin meningkat, semakin bertumbuh dan semakin limpah.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1️⃣ Saya mau menjadikan firman Tuhan sebagai dasar dalam kehidupan dan ibadah saya.
2️⃣ Saya mau tetap setia menyembah Tuhan dalam segala keadaan.
3️⃣ Saya mau membangun kebiasaan mencari Tuhan setiap hari dengan tekun.
📌 Kutipan Hari Ini:
"Kesetiaan kepada Tuhan tidak dibuktikan oleh semangat sesaat, tetapi oleh ketaatan yang dijalani hari demi hari."
🗓️ 07-07-2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar