SETIAP ORANG DAPAT MENGAMBIL BAGIAN 🙏🤝
📖 Ezra 1:4 (TB) — "Dan setiap orang yang tertinggal, di mana pun ia ada sebagai pendatang, harus disokong oleh penduduk setempat dengan perak dan emas, harta benda dan ternak, di samping persembahan sukarela bagi rumah Allah yang ada di Yerusalem."
Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa dalam pekerjaan Tuhan, setiap orang memiliki kesempatan untuk mengambil bagian.
Saudaraku, _tidak semua orang Israel kembali ke Yerusalem. Ada yang tetap tinggal di negeri Persia karena berbagai alasan. Namun Tuhan tidak membiarkan mereka menjadi penonton. Melalui perintah Raja Koresh, mereka diminta untuk mendukung saudara-saudara mereka yang berangkat dengan memberikan perak, emas, harta benda, ternak, bahkan persembahan sukarela bagi pembangunan rumah Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa membangun rumah Tuhan bukan hanya tanggung jawab orang yang berangkat, melainkan tanggung jawab seluruh umat. Ada yang melayani dengan tenaga, ada yang memberi dengan hartanya, ada yang menopang dengan doa, dan semuanya sama-sama berharga di hadapan Tuhan. Dalam Kerajaan Allah tidak ada peran yang terlalu kecil jika dilakukan dengan hati yang tulus. Dalam pelayanan pekabaran Injil, ada yg berangkat untuk mengabarkan Injil. Di sisi lain, ada juga yg tidak berangkat, namun menyokong persembahan kasih berupa doa dan dana. Ini pun penting dan berharga dalam pelayanan. Maka kita harus ambil bagian dalam pelayanan. Minimal ada 1 aspek yg bisa kita persembahkan._
Saudaraku, sering kali kita merasa tidak dapat melakukan sesuatu yang besar bagi Tuhan. Kita mungkin berpikir bahwa pelayanan hanya milik para pendeta, misionaris, atau pemimpin gereja. Padahal Alkitab menunjukkan bahwa Tuhan menghargai setiap bentuk dukungan. Orang yang memberi, yang mendoakan, yang menguatkan, yang menyediakan tempat, yang membantu secara materi, bahkan yang melakukan pekerjaan sederhana sekalipun, semuanya sedang mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan. Ketika satu anggota tubuh Kristus melayani, seluruh tubuh ikut bekerja sama. Tuhan tidak menilai besar kecilnya peran, tetapi kesetiaan hati dalam menjalankan bagian masing-masing. Maka kita harus menyadari bahwa Tuhan melihat hati kita bukan kuantitas pemberian kita. Tuhan ingin kita kesungguhan dan kerelaan hati dalam melayani. Kita harus sadar bahwa kita sudah dibeli dan harganya telah lunas dibayar oleh darah Kristus, maka kita harus memuliakan Dia dan mempersembahkan hidup kita.
Saudaraku, _ayat ini juga menyebutkan adanya "persembahan sukarela". Tuhan tidak menghendaki pemberian yang lahir karena paksaan, melainkan dari hati yang rela dan penuh kasih. Kasih kepada Tuhan selalu mendorong seseorang untuk memberi dengan sukacita. Bukan hanya memberi uang, tetapi juga memberi waktu, tenaga, perhatian, kemampuan, bahkan hidup kita bagi kemuliaan-Nya. Marilah kita bertanya kepada diri sendiri: Apa yang dapat saya persembahkan untuk mendukung pekerjaan Tuhan hari ini? Mungkin Tuhan tidak memanggil kita pergi jauh, tetapi Dia pasti memanggil kita untuk menjadi bagian dari pekerjaan-Nya. Sebab ketika setiap orang melakukan bagiannya dengan setia, Kerajaan Allah akan terus bertumbuh dan nama Tuhan dimuliakan. Setiap persembahan dan kontribusi kita dalam pelayanan punya dampak yg penting dan berharga. Maka jangan remehkan diri sendiri. Orang perlu kehadiran Anda. Orang perlu kontribusi Anda. Tuhan dipuji dan disembah melalui apa yg kita persembahkan dengan tulus kepada-Nya._
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1️⃣ Saya mau mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan sesuai dengan kemampuan yang Dia berikan.
2️⃣ Saya mau mendukung pelayanan dan sesama dengan hati yang rela dan penuh sukacita.
3️⃣ Saya mau mempersembahkan waktu, talenta, dan berkat yang Tuhan percayakan bagi kemuliaan nama-Nya.
📌 Kutipan Hari Ini:
"Dalam pekerjaan Tuhan, bukan besar kecilnya peran yang penting, tetapi kesetiaan setiap orang dalam mengambil bagiannya."
🗓️ 01-07-2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar