DIKUATKAN UNTUK MELANGKAH KARENA TANGAN TUHAN ππ₯
π Ezra 7:28 (TB) — “Dan membuat aku disenangi oleh raja dan penasihat-penasihatnya serta segala pembesar raja yang berkuasa! Maka aku menguatkan hatiku, karena tangan TUHAN, Allahku, melindungi aku dan aku menghimpunkan dari antara orang Israel beberapa pemimpin untuk berangkat pulang bersama-sama aku.”
Shalom, Saudara terkasih πΏ Firman hari ini mengajarkan bahwa ketika Tuhan membuka jalan dan menyertai kita, jangan berhenti pada rasa kagum terhadap pertolongan-Nya.
Saudaraku, Ezra menyadari bahwa Tuhanlah yang membuatnya disenangi oleh raja, para penasihat, dan para pembesar. Setelah melihat pertolongan Tuhan, ia berkata, "Maka aku menguatkan hatiku." Ini sangat indah. Ezra tidak menjadi pasif setelah menerima pertolongan. Ia justru memperoleh keberanian untuk melangkah. Ada kalanya kita sudah melihat Tuhan membuka jalan, tetapi kita masih takut mengambil langkah berikutnya. Kita terus menunggu sampai semuanya sempurna, padahal Tuhan mungkin sudah memberikan cukup alasan untuk maju. Ezra belajar bahwa penyertaan Tuhan bukan alasan untuk duduk diam, melainkan dasar untuk berani bertindak. Ketika Tuhan membuka pintu, kita perlu memiliki keberanian untuk melewatinya. Tuhan memberi kesempatan bagi yg mau bertumbuh. Tuhan akan membimbing orang yg mau berjalan di lajur yg sudah Tuhan sediakan.
Saudaraku, perhatikan juga bahwa Ezra tidak berjalan sendirian. Setelah hatinya dikuatkan, ia "menghimpunkan dari antara orang Israel beberapa pemimpin untuk berangkat pulang bersama-sama." Ini menunjukkan bahwa keberanian sejati tidak selalu berarti melakukan semuanya seorang diri. Ezra membutuhkan orang-orang lain untuk menjalankan pekerjaan yang Tuhan percayakan. Demikian juga kita. Dalam keluarga, pelayanan, pekerjaan, maupun komunitas, Tuhan sering kali memberikan tugas yang terlalu besar jika dikerjakan sendirian. Karena itu, belajarlah membangun tim, mempercayai orang lain, memberikan kesempatan kepada mereka, dan berjalan bersama. Seorang pemimpin yang baik bukan orang yang ingin mengerjakan semuanya sendiri, tetapi orang yang mampu menggerakkan dan memberdayakan orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Kita harus bekerja bersama. Kita harus saling menopang, menolong dan mengayomi.
Saudaraku, dasar keberanian Ezra sangat jelas: "karena tangan TUHAN, Allahku, melindungi aku." Ia tidak menguatkan hati karena merasa dirinya hebat. Ia menguatkan hati karena tahu siapa yang menyertainya. Inilah sumber keberanian yang sejati. Kita tidak selalu bisa memastikan bahwa perjalanan ke depan akan mudah, tetapi kita dapat memastikan bahwa Tuhan tetap memegang kita. Mungkin hari ini kita sedang menghadapi sebuah keputusan besar, tanggung jawab baru, pelayanan yang menantang, atau langkah yang selama ini kita takut ambil. Jangan hanya melihat kelemahan dan risiko yang ada. Ingatlah bagaimana Tuhan telah menolong kita sampai hari ini. Jika Tuhan sudah membuka jalan dan memberikan kesempatan, mari kuatkan hati dan melangkah. Bukan dengan kesombongan, tetapi dengan iman. Bukan karena kita yakin mampu melakukan semuanya, tetapi karena kita percaya tangan Tuhan tetap menyertai kita. Sungguh indahnya berlindung pada kuasa Tuhan yg ajaib.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1️⃣ Saya mau menguatkan hati dan berani melangkah ketika Tuhan membuka jalan.
2️⃣ Saya mau percaya kepada tangan Tuhan yang melindungi dan menyertai setiap perjalanan saya.
3️⃣ Saya mau membangun dan mengajak orang lain berjalan bersama dalam menjalankan tanggung jawab yang Tuhan percayakan.
π Kutipan Hari Ini:
"Keberanian bukan berarti tidak memiliki ketakutan, tetapi tetap melangkah karena kita tahu tangan Tuhan menyertai."
π️ Jumat, 28 Agustus 2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar