MEMIMPIN DENGAN HIKMAT DAN MENGAJAR DENGAN KASIH 🙏🔥

📖 Ezra 7:25 (TB) — “Maka engkau, hai Ezra, angkatlah pemimpin-pemimpin dan hakim-hakim sesuai dengan hikmat Allahmu yang menjadi peganganmu, supaya mereka menghakimi seluruh rakyat yang diam di daerah seberang sungai Efrat, yakni semua orang yang mengetahui hukum Allahmu; dan orang yang belum mengetahuinya haruslah kauajar.”


Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa kepemimpinan yang benar membutuhkan hikmat dari Tuhan. 


Saudaraku, Ezra diperintahkan untuk mengangkat pemimpin dan hakim "sesuai dengan hikmat Allahmu." Perhatikan bahwa dasar memilih seorang pemimpin bukan hanya kemampuan, pengalaman, kepandaian berbicara, atau popularitas, tetapi hikmat yang berasal dari Tuhan. Seseorang mungkin sangat pintar, tetapi belum tentu memiliki hikmat. Kepandaian membuat seseorang mengetahui banyak hal, sedangkan hikmat menolong seseorang menggunakan pengetahuan itu dengan benar. Dalam mengambil keputusan, seorang pemimpin perlu bertanya bukan hanya, "Apa yang paling menguntungkan?" tetapi juga, "Apa yang benar di hadapan Tuhan?" Karena itu, semakin besar tanggung jawab seseorang, semakin besar pula kebutuhannya untuk bergantung kepada Tuhan. Kepemimpinan yang tidak berakar pada hikmat Tuhan mudah berubah menjadi ambisi pribadi. Maka kita perlu seperti Salomo yg meminta hikmat dari Tuhan. Saat hendak mengambil keputusan, kita selaraskan dengan kehendak hati Tuhan.


Saudaraku, ayat ini juga menunjukkan bahwa Ezra memiliki tugas untuk memastikan hukum Allah dikenal oleh seluruh rakyat. Bagi mereka yang sudah mengetahuinya, hukum itu harus ditegakkan dengan benar; tetapi bagi mereka yang belum mengetahuinya, Ezra diperintahkan untuk mengajar. Ini adalah prinsip kepemimpinan yang sangat indah: jangan hanya menuntut orang melakukan sesuatu, tetapi ajarlah mereka terlebih dahulu. Jangan cepat menghakimi orang yang belum mengerti sebelum memberikan kesempatan kepada mereka untuk belajar. Dalam keluarga, pekerjaan, gereja, dan pelayanan, kita sering kecewa ketika seseorang melakukan kesalahan. Namun mungkin orang tersebut belum pernah diajarkan dengan baik. Pemimpin yang bijaksana bukan hanya pandai menunjukkan kesalahan, tetapi juga sabar membimbing orang sampai mengerti apa yang benar. Maka fungsi edukasi sangat penting dan kita harus mengambil bagian dalam mengajar.


Saudaraku, ayat ini juga berbicara kepada kita sebagai orang yang memiliki pengaruh terhadap orang lain. Tidak harus menjadi pendeta, penatua, atau pemimpin organisasi untuk menjadi seorang pembimbing. Orang tua mengajar anak, guru mengajar murid, pemimpin mengajar anggota tim, dan setiap orang percaya dipanggil menjadi kesaksian bagi lingkungan sekitarnya. Tuhan dapat memakai kehidupan kita untuk membantu orang lain mengenal kebenaran. Karena itu, marilah kita membangun dua hal dalam diri kita: hikmat untuk memimpin dan kesabaran untuk mengajar. Jangan menggunakan posisi untuk menunjukkan bahwa kita lebih tinggi daripada orang lain. Gunakan posisi untuk mengangkat, membimbing, dan menolong mereka bertumbuh. Pemimpin yang benar bukan hanya membuat orang takut kepadanya, tetapi membuat orang lain semakin mengenal kebenaran dan bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik di hadapan Tuhan. Kita harus membawa dampak positif sekaligus membekas dalam diri orang-orang yg berinteraksi dengan kita. Kiranya nama Tuhan senantiasa dimuliakan melalui hidup kita.


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1️⃣ Saya mau meminta hikmat Tuhan dalam setiap keputusan dan tanggung jawab yang saya emban.

2️⃣ Saya mau belajar mengajar dan membimbing orang lain dengan kesabaran, bukan hanya menghakimi kesalahan mereka.

3️⃣ Saya mau menggunakan pengaruh yang Tuhan berikan untuk membantu orang lain mengenal kebenaran dan bertumbuh.


📌 Kutipan Hari Ini:

"Pemimpin yang berhikmat bukan hanya tahu bagaimana memerintah, tetapi tahu bagaimana mengajar, membimbing, dan membawa orang kepada kebenaran."


🗓️ Selasa, 25 Agustus 2026

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERKAT YUSUF PART 4 (TERAKHIR)

PEMELIHARAAN TUHAN TIDAK PERNAH GAGAL 👣🍞✨

MENANG BERSAMA TUHAN ⚔️🌿