GEMETAR DI HADAPAN TUHAN DAN SERIUS TERHADAP DOSA πŸ™πŸ”₯

πŸ“– Ezra 10:9 (TB) — “Lalu berhimpunlah semua orang laki-laki Yehuda dan Benyamin di Yerusalem dalam tiga hari itu, yakni dalam bulan kesembilan pada tanggal dua puluh bulan itu. Seluruh rakyat duduk di halaman rumah Allah, sambil menggigil karena perkara itu dan karena hujan lebat.”


Shalom, Saudara terkasih 🌿 Pengumuman Ezra benar-benar direspons oleh umat. 


Saudaraku, dalam waktu tiga hari, orang-orang Yehuda dan Benyamin datang berkumpul di Yerusalem. Mereka duduk di halaman rumah Allah dalam keadaan menggigil karena persoalan yang sedang mereka hadapi dan karena hujan yang sangat lebat. Gambaran ini menunjukkan suasana yang sangat serius: mereka sedang berhadapan dengan dosa, kekudusan Tuhan, dan kebutuhan untuk mengambil keputusan.mereka datang meskipun keadaan tidak nyaman. Hujan lebat dan dinginnya keadaan tidak menjadi alasan untuk mengabaikan panggilan tersebut. Ada sebuah prinsip rohani yang penting: ketaatan tidak selalu datang dalam keadaan yang nyaman. Terkadang Tuhan memanggil kita untuk melakukan sesuatu ketika hati belum siap, keadaan tidak mendukung, atau ada harga yang harus dibayar. Tetapi orang yang sungguh-sungguh takut akan Tuhan belajar menempatkan ketaatan di atas kenyamanan. Banyak orang memilih kenyamanan dengan main HP, HP dan HP terus. Dia ga suka baca Alkitab. Yg dia suka adalah HP dan HP lagi. Orang Kristen harusnya bertumbuh dalam pembacaan firman Tuhan. Ia harus belajar utamakan ketaatan dari pada kenyamanan.


Saudaraku, mereka “menggigil karena perkara itu.” Ini menunjukkan bahwa mereka menyadari keseriusan masalah yang sedang dibicarakan. Mereka tidak datang dengan sikap santai seolah-olah dosa hanyalah masalah kecil. Ketakutan mereka bukan sekadar takut kepada manusia, tetapi kesadaran bahwa mereka sedang berhadapan dengan kekudusan Allah. Secara rohani, kita membutuhkan kembali rasa gentar yang sehat kepada Tuhan. Bukan ketakutan yang membuat kita menjauh dari-Nya, tetapi rasa hormat yang membuat kita tidak berani mempermainkan dosa. Saya juga kalau mau ketemu sama manajer saat saya ada salah, maka saya ada rasa takut, gentar dan deg-degan. Namun, saya harus belajar hadapi itu dan meminta maaf atas kesalahan saya. Demikian juga saat kita menghadapi Tuhan. Jangan anggap remeh dan sepele, tetapi gentarlah hati kita menghadap Dia, rendahkan hati dan minta pengampunan dari Tuhan.


Saudaraku, menarik bahwa mereka semua duduk “di halaman rumah Allah.” Tempat itu menjadi ruang di mana umat berkumpul untuk menghadapi dosa mereka. Ini mengingatkan kita bahwa ketika hidup kita perlu dibereskan, tempat yang paling tepat bukanlah bersembunyi dari Tuhan, tetapi datang kepada-Nya. Kita datang bukan karena kita sudah bersih, melainkan karena hanya Tuhan yang sanggup membersihkan dan memulihkan kita. Ketika hati kita gemetar karena menyadari kesalahan, jangan lari dari Tuhan. Justru datanglah semakin dekat kepada-Nya dengan hati yang bertobat. Jangan lari dari dosa, jangan kabur dari pelanggaran. Justru datanglah pada Tuhan, akui dan sesali dosa yg telah kita perbuat, maka Tuhan yg setia dan adil pasti mengampuni dan menyucikan kita dari segala yg jahat. Inilah keistimewaan kasih karunia Allah. Mari terima anugerah indah dari Tuhan Yesus.


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1. Saya mau menempatkan ketaatan kepada Tuhan di atas kenyamanan pribadi.

2. Saya mau memiliki rasa takut akan Tuhan yang membuat saya serius terhadap dosa.

3. Saya mau menyadari kesalahan lalu datang kepada Tuhan dan tidak bersembunyi dari-Nya.


πŸ“Œ Kutipan Hari Ini:

“Orang yang takut akan Tuhan bukanlah orang yang terus-menerus lari dari-Nya, tetapi orang yang gemetar terhadap dosa lalu datang kepada-Nya untuk dipulihkan.”


Minggu, 4 Oktober 2026

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkat Gad

PEMELIHARAAN TUHAN TIDAK PERNAH GAGAL πŸ‘£πŸž✨

Bertanggung Jawab