HIDUP YANG MEMULIAKAN BAPA DI SORGA ❤️
Matius 5:16 (TB) “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”
Shalom, Saudaraku! 😊 Tuhan tidak hanya memanggil kita untuk memiliki terang, tetapi juga untuk memancarkannya melalui kehidupan sehari-hari.
Saudaraku, ada hal yang menarik dari perkataan Yesus: “supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik.” Dalam bahasa aslinya, kata yang digunakan untuk perbuatan baik adalah kala erga, yang bukan sekadar berarti tindakan yang benar, tetapi juga tindakan yang indah, baik, dan patut dilihat. Artinya, kehidupan orang percaya seharusnya memperlihatkan kualitas karakter yang mencerminkan Allah. Perbuatan baik bukanlah alat untuk membeli keselamatan atau mendapatkan pujian manusia. Kita diselamatkan oleh anugerah melalui iman (Efesus 2:8-9), tetapi keselamatan itu menghasilkan kehidupan yang melakukan pekerjaan baik (Efesus 2:10). Jadi, perbuatan baik bukan akar keselamatan kita, melainkan buah dari keselamatan yang telah kita terima. ❤️
Saudaraku, perhatikan juga tujuan akhir dari terang yang bercahaya: “memuliakan Bapamu yang di sorga.” Ini adalah inti dari seluruh pengajaran Yesus. Ada perbedaan besar antara melakukan kebaikan supaya manusia mengagumi kita dan melakukan kebaikan supaya manusia memuliakan Allah. Dalam Matius 6:1, Yesus bahkan memperingatkan agar kita tidak melakukan kewajiban agama hanya untuk dilihat orang. Apakah ini bertentangan dengan Matius 5:16? Tidak! Matius 5:16 berbicara tentang kesaksian hidup yang membawa kemuliaan bagi Allah, sedangkan Matius 6:1 memperingatkan motivasi hati yang mencari pujian manusia. Dengan demikian, bukan hanya tindakan kita yang penting, tetapi juga motivasi di baliknya. Kita tidak sedang membangun nama sendiri, melainkan sedang menunjukkan siapa Allah yang kita sembah. 🙏 Yohanes Pembaptis menyatakan biarlah Tuhan Yesus semakin besar tetapi aku semakin kecil. Ini keren banget. Ini adalah hati hamba. Ini adalah hati yang memuliakan TUHAN dan mengasihi Allah.
Saudaraku, sekarang mari kita bertanya kepada diri sendiri: apakah orang-orang yang hidup bersama kita dapat melihat kebaikan Tuhan melalui kehidupan kita? Di tempat kerja, apakah kita dikenal sebagai orang yang jujur dan bertanggung jawab? Di gereja, apakah pelayanan kita membangun orang lain atau justru mencari pengakuan? Di rumah, apakah pasangan dan anak-anak kita merasakan kasih Kristus melalui sikap kita? Jangan sampai kita begitu bersemangat berbicara tentang Tuhan, tetapi orang-orang terdekat justru sulit melihat karakter-Nya dalam diri kita. 🌱 Mulailah dari hal sederhana: menepati janji, mengakui kesalahan, mengampuni, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan menolong tanpa mengharapkan balasan. Biarlah perbuatan kita menjadi kesaksian yang nyata! Kita juga harus belajar untuk melakukan perbuatan baik karena dirangsang oleh firman TUHAN. Misalnya ketika saya bantu orang yang tidak saya kenal alami kecelakaan, saya teringat dengan kisah orang Samaria yang baik hatinya. Inilah yang mendorong saya untuk membantu orang tersebut. Saya tidak melakukan itu hanya karena ingin dan kasihan tetapi saya melakukannya karena firman TUHAN memberi pedoman, teladan dan dasar bagi saya untuk berbuat baik. Setelah kita melakukan perbuatan baik itu, marilah kita memuji TUHAN dan memuliakan Dia dan biarkan orang yang menerima perbuatan baik kita memashyurkan nama Tuhan Yesus.
Puji Tuhan, hari ini kita sudah belajar:
1. ❤️ Perbuatan baik adalah buah dari keselamatan yang kita terima melalui anugerah Tuhan.
2. 🙏 Tujuan hidup orang percaya bukan mencari pujian manusia, melainkan membawa orang lain memuliakan Allah.
3. 🌱 Jadikan seluruh kehidupan kita, baik di rumah, tempat kerja, gereja, maupun masyarakat, sebagai kesaksian tentang kebaikan Tuhan.
Doa:
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah menyelamatkan dan memanggil kami menjadi terang dunia. Selidikilah motivasi hati kami agar setiap kebaikan yang kami lakukan bukan untuk mencari pujian manusia, melainkan untuk memuliakan Bapa di sorga. Tolong kami supaya firman-Mu tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi sungguh-sungguh menjadi bagian dari kehidupan kami. Biarlah keluarga, rekan kerja, dan setiap orang yang kami jumpai dapat melihat kasih-Mu melalui tindakan kami. Amin ❤️🥰😇
Kutipan:
“Tujuan hidup orang percaya bukan supaya dunia melihat betapa hebat dirinya, melainkan supaya dunia melihat betapa baiknya Allah yang ia sembah.”
Jumat, 30 Oktober 2026
Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar