JANGAN SEMBUNYIKAN TERANG YANG TUHAN BERIKAN ❤️
Matius 5:15 (TB) “Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.”
Shalom, Saudaraku! 😊 Tuhan tidak memberikan terang kepada kita untuk disembunyikan, melainkan untuk menerangi kehidupan orang-orang di sekitar kita.
Saudaraku, ayat ini melanjutkan pengajaran Tuhan Yesus bahwa kita adalah terang dunia. Secara doktrin, terang yang kita miliki bukan berasal dari kebaikan atau kemampuan kita sendiri, melainkan dari karya Kristus dalam hidup kita. Kita menerima anugerah-Nya, dibawa keluar dari kegelapan, lalu dipanggil untuk memancarkan terang-Nya. Pelita yang diletakkan di bawah gantang menjadi gambaran terang yang terhalang sehingga tidak menjalankan fungsinya. Demikian juga, iman yang hanya disimpan untuk diri sendiri tidak menjalankan tujuan kesaksian yang Tuhan kehendaki. Kita tidak berbuat baik untuk mendapatkan keselamatan, tetapi karena telah menerima keselamatan, hidup kita dipanggil untuk menghasilkan buah yang memuliakan Allah. Ada orang suci yg sudah puyeng sama rumitnya kehidupan. Dia lihat banyak orang ga bener. Lalu ia memutuskan untuk bersemedi di atas gunung hingga mati. Nah, sayang banget. Dia orang benar tetapi tidak bersedia jadi terang. Justru terang harus bersinar di tengah kegelapan. Terang tidak boleh menyendiri dia harus memancar di tempat yg redup supaya orang melihat jalan, kebenaran dan hidup. ❤️
Saudaraku, terkadang kita begitu takut terhadap penilaian orang lain sampai akhirnya menyembunyikan iman kita. Kita tahu apa yang benar, tetapi memilih diam karena takut tidak disukai. Kita ingin menunjukkan kasih Kristus, tetapi ego kita lebih besar daripada kerinduan untuk menjadi berkat. Bahkan, kita bisa terlihat begitu rohani di gereja, tetapi kehilangan keberanian untuk hidup benar ketika berada di tengah lingkungan yang berbeda. 🙏 Mari kita bertanya kepada diri sendiri: apakah ada bagian dari kehidupan kita yang justru menghalangi terang Kristus bersinar? Jangan biarkan rasa takut, kesombongan, kepahitan, atau keinginan untuk diterima orang lain membuat kesaksian hidup kita menjadi redup. Tadi sore saya baru saja bantu orang yg jatuh dari motor. Kondisinya kasian sekali dan ia kesakitan. Singkat cerita, motornya mati, maka saya dorong motornya sampai dekat tempat tinggalnya. Dia sangat berterima kasih dan bersyukur karena ada yg menolong. Inilah kesempatan saya untuk berkata, "Tuhan Yesus menyertai, Bang." Saya harus sebut terang itu. Saat berbuat baik, Sang Pelita harus dinyatakan dan diperkenalkan, supaya ia memuji Tuhan dan merenungkan nama Yesus.
Saudaraku, mari kita mulai menerapkan firman ini di dalam keluarga. Jangan sampai kita begitu sibuk menerangi kehidupan orang lain, tetapi justru membawa kegelapan ke rumah sendiri melalui kemarahan, perkataan kasar, dan sikap yang tidak sabar. Kepada pasangan, jadilah pribadi yang mau mendengarkan dan meminta maaf. Kepada anak, tunjukkan kasih melalui perhatian, kesabaran, dan teladan hidup yang baik. 🌱 Keluarga kita tidak membutuhkan orang tua yang hanya pandai berbicara tentang Tuhan, tetapi juga orang tua yang berusaha menunjukkan kasih Tuhan melalui tindakan nyata. Bayangkan betapa indahnya jika rumah kita menjadi tempat setiap anggota keluarga merasa dikasihi, dikuatkan, dan dituntun semakin dekat kepada Kristus. Biarlah pelita itu menyala di dalam keluarga kita. Biarlah terang Kristus memenuhi keluarga kita.
Puji Tuhan, hari ini kita sudah belajar:
1. ❤️ Terang Kristus diberikan kepada kita agar kehidupan kita menjadi kesaksian bagi orang lain.
2. 🙏 Jangan biarkan ketakutan, ego, dan dosa menghalangi kita untuk menunjukkan iman melalui tindakan nyata.
3. 🏡 Jadikan keluarga sebagai tempat pertama kita memancarkan kasih, kesabaran, pengampunan, dan kebenaran Tuhan.
Doa:
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah menerangi hidup kami dengan anugerah-Mu. Tolong kami untuk memancarkan terang-Mu, terutama di dalam keluarga kami sendiri. Biarlah rumah kami dipenuhi kasih, pengampunan, dan kebenaran, sehingga melalui kehidupan kami, nama-Mu semakin dimuliakan. Amin ❤️🥰😇
Kutipan:
“Jangan sampai orang lain melihat terangmu di luar rumah, tetapi keluargamu sendiri justru hidup dalam kegelapan karena sikapmu.”
Kamis, 29 Oktober 2026
Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar