KOMITMEN YANG DIWUJUDKAN DALAM KETAATAN ππ₯
π Ezra 10:5 (TB) — “Kemudian bangkitlah Ezra dan menyuruh para pemuka imam dan orang-orang Lewi dan segenap orang Israel bersumpah, bahwa mereka akan berbuat menurut perkataan itu, maka bersumpahlah mereka.”
Shalom, Saudara terkasih πΏ Setelah menerima dorongan untuk bangkit, Ezra benar-benar bertindak.
Saudaraku, Ezra mengumpulkan para pemuka imam, orang Lewi, dan seluruh Israel untuk membuat komitmen bahwa mereka akan melakukan apa yang telah mereka sepakati. Ayat ini menunjukkan bahwa pertobatan yang sebelumnya muncul melalui doa, tangisan, dan pengakuan sekarang mulai diwujudkan menjadi keputusan bersama. perhatikan urutannya: Ezra berdoa, mengaku dosa, menerima nasihat, kemudian bangkit dan bertindak. Ini menunjukkan bahwa kehidupan rohani bukan hanya tentang perasaan yang tersentuh, tetapi tentang ketaatan yang nyata. Kita bisa menangis ketika mendengar firman, merasa ditegur dalam hati, bahkan berjanji kepada Tuhan, tetapi perubahan mulai terjadi ketika kita benar-benar melakukan apa yang Tuhan kehendaki. Berbahagialah orang yg mendengar lalu melakukan firman Tuhan. Bapa ingin agar kita menjadi pelaku kebenaran dan pelaku firman, bukan sekadar tahu atau tersentuh perasaannya.
Saudaraku, Ezra melibatkan para pemuka imam, orang Lewi, dan seluruh umat. Artinya, persoalan rohani tidak selalu dapat diselesaikan hanya secara pribadi. Ada kalanya komunitas perlu mengambil komitmen bersama untuk menjaga kekudusan dan kesetiaan kepada Tuhan. Secara rohani, ini mengingatkan kita bahwa lingkungan yang sehat dapat menolong kita tetap teguh. Kita membutuhkan saudara seiman yang bukan hanya menghibur, tetapi juga berani mengingatkan dan berjalan bersama dalam ketaatan. Di zaman sekarang, kita mengenal istilah komsel atau komunitas sel. Ini sangat bagus dan penting karena di dalam komsel, kita bisa saling menguatkan, menasihati, membimbing dan mendoakan. Betapa bersyukurnya orang yg berada di dalam komsel. Kalau berjalan sendirian, tentu sulit bahkan gagal. Ezra pun meskipun sudah hebat, tidak bisa berjalan sendiri. Dia butuh orang lain. Dia butuh dukungan, dorongan dan doa.
Saudaraku, mereka “bersumpah” bahwa mereka akan berbuat menurut perkataan itu. Bagi mereka, komitmen kepada Tuhan bukan sesuatu yang boleh dilakukan dengan sembarangan. Ada kesungguhan untuk menepati apa yang telah mereka nyatakan. Kita pun perlu berhati-hati dengan janji-janji rohani yang kita ucapkan. Jangan mudah berkata, “Mulai besok saya berubah,” jika kita tidak sungguh-sungguh mau mengambil langkah. Lebih baik satu ketaatan kecil yang dilakukan dengan setia daripada banyak janji yang tidak pernah diwujudkan. Mari kita belajar setia dahulu terhadap perkara kecil dan sederhana. Tuhan akan percayakan perkara besar pada akhirnya. Mari kita jadi orang yg bisa dipercaya. Mari jadi orang yg terus bertumbuh di dalam Tuhan. Berjanjilah untuk rajin berdoa. Kalau kita belum berdoa bagi keluarga, mulailah komitmen itu. Kalau kita belum berdoa bagi pemerintah, mulailah komitmen untuk itu. Kalau belum tekun baca Alkitab, jangan langsung berkata, "Saya mau baca 12 pasal per hari." Mulailah membaca 1 pasal per hari. Setialah dalam perkara kecil dan berjanjilah untuk melakukan hal yg benar, maka Tuhan akan menyertai kita.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1. Saya mau mengubah pertobatan dari sekadar perasaan menjadi tindakan nyata.
2. Saya mau memiliki komunitas yang membantu saya bertumbuh dalam ketaatan kepada Tuhan.
3. Saya mau setia melakukan apa yang sudah saya komitmenkan di hadapan Tuhan.
π Kutipan Hari Ini:
“Komitmen kepada Tuhan bukan diukur dari seberapa kuat kita berjanji, tetapi dari seberapa setia kita melakukan apa yang telah kita janjikan.”
Rabu, 30 September 2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar