Reformasi Hukum ke-6
Matius 5:22 (TB) Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.
Shalom, Saudaraku... Tuhan Yesus menyediakan. Hari ini kita akan belajar reformasi hukum ke-6.
Saudaraku, Yesus adalah reformator sejati. Dia mengubah cara pandang yang dangkal menjadi begitu dalam dan tepat. Selama ini, banyak guru agama dan ahli Taurat yg mengajarkan hukum secara hurufiah. Ini jelas membatasi firman yg disampaikan oleh Allah. Itu sebabnya Yesus menjelaskan banyak hal terkait firman yg ada di perjanjian lama. Salah satu yg mau kita bahas saat ini ialah hukum yg ke-6 "Jangan membunuh." Ketika kita marah kepada orang lain tanpa sebab, tanpa alasan yg jelas, dengan berlebihan dan di luar batas, maka kita sedang membunuh orang lain. Itu bahaya sekali. Yesus mengecam kemarahan yang meluap dari hati manusia yg disalut dengan kebencian. Ini bahaya sekali. Kain tidak serta merta membunuh adiknya Habel. Tapi pembunuhan itu diawali dengan rasa iri hati lalu marah. Dari hati timbul iri hati dan kemarahan dan kalau kita itu dilampiaskan, maka itu merupakan pembunuhan. Yesus mau ajarkan supaya kita tidak memaknai firman secara harfiah tetapi mendalami makna rohaninya.
Lalu, apakah kita boleh marah? Boleh! Tapi ada beberapa catatan yg perlu diperhatikan. Yesus pun pernah marah ketika di Bait Allah. Catatan apa saja yg perlu kita perhatikan? Ketika kita marah, kita perlu punya hati yg ingin mengungkapkan kebenaran dan kebaikan bukan kebencian. Kemarahan kita tidak boleh berlarut-larut dan terpendam begitu lama. Dalam marah itu, kita perlu mendoakan dan memberkati mereka, bukan mengutuk dan menghina mereka dengan rasa jengkel. Marah merupakan luapan perasaan manusia yg perlu dikendalikan. Jangan sampai kemarahan itu menjadi tindak pembunuhan seperti yg Yesus katakan. Catatannya ialah hendaklah jika kita marah, kita punya niat hati yg baik, benar, tulus, mau memberkati dan mendoakan orang tersebut. Kalau kita tidak melakukan catatan itu, kita berdosa dan sedang membunuh orang lain.
Yesus juga menyinggung ucapan kasar atau umpatan atau ejekan yang ditujukan kepada orang lain. Ada manusia yg mengatakan pada sesamanya, "Kafir, Jahil, Haram, Tolol, dan sebagainya." Hati-hati dengan ucapan mulut kita. Itu adalah tindakan pembunuhan. Orang bisa sakit hati dengan ucapan tak terkendali yg kita lontarkan -> Mazmur 140:3 (VMD) (140-4) Lidah mereka seperti ular berbisa, mematikan seperti racun. Sela. Berhati-hatilah menggunakan mulut. Lidah ini kecil tapi bisa seperti api yg membakar hutan. Kalau api kecil ini merambat, maka kebakaran hebat yg sangat amat merugikan bisa terjadi. Bahkan itu bisa menyakiti dan membunuh banyak orang. Yesus mengatakan bahwa orang-orang seperti itu harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Hati-hati dengan kebencian, kemarahan, balas dendam dan akar pahit. Hal-hal itu bisa memicu ucapan kasar dan kutuk kepada orang lain. Mulai saat ini, setiap kali terjadi pelanggaran, kita harus berusaha keras menciptakan perdamaian dengan mengakui kesalahan kita, merendahkan diri terhadap saudara kita, meminta maaf kepadanya, dan mengadakan pemulihan atau menawarkan ganti rugi bagi kesalahan yang telah kita perbuat, baik dalam perkataan maupun perbuatan, sesuai permasalahannya.
Puji Tuhan, hari ini kita sudah belajar
✓ Orang yg marah kepada sesamanya dengan kebencian adalah orang yg membunuh sesamanya.
✓ Marah boleh, tapi perhatikan catatannya
✓ Jangan sekali-kali mengucapkan kata-kata kasar, kotor dan kutuk kepada sesamamu
Tuhan Yesus menyertai Saudara! Amin 😇🙂😊🙏👌❤☀️
Kutipan
Kemarahan yang diiringi kebencian adalah pembunuhan
01-07-2020
RP
Komentar
Posting Komentar