Kesia-siaan

Pengkhotbah 12:13 (TB)  Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.

Shalom, Saudaraku... Allah memanggil kita sebagai sahabat-Nya. Hari ini kita akan belajar kesia-siaan di luar Tuhan.

Saudaraku, kalau kita baca Alkitab sepenggal-sepenggal, maka kita akan kehilangan makna dan keindahan sesungguhnya. Alkitab bukanlah kumpulan ayat yg terpisah melainkan kumpulan kisah yg merujuk pada Kristus. Nah, kalau kita baca kitab Pengkhotbah lalu kita tidak mengakhirinya, maka kita akan salah mengerti dan pikiran kita akan kacau balau. Mengapa? Karena Pengkhotbah mengatakan begini -> Pengkhotbah 1:14 (TB)  Aku telah melihat segala perbuatan yang dilakukan orang di bawah matahari, tetapi lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin. Pasal pembuka dalam kitab Pengkhotbah sudah demikian. Menuju akhir pun, kitab Pengkhotbah mengungkapkan kembali gagasan awalnya -> Pengkhotbah 12:8 (TB)  Kesia-siaan atas kesia-siaan, kata Pengkhotbah, segala sesuatu adalah sia-sia. Lalu di pasal 2 sampai 11 pun, Pengkhotbah terus menyinggung tentang usaha menjaring angin dan kesia-siaan. Namun kita perlu mengerti bahwa tema dari kitab ini ialah segala sesuatunya sia-sia kalau kita hidup terlepas dari Allah. Jauh dari Tuhan membuat kita kecewa dan hidup dalam kesia-siaan.

Saudaraku, menurut tradisi Yahudi, Salomo menulis kitab Kidung Agung di usia muda, kitab Amsal di usia setengah tua dan kitab Kidung Agung di akhir masa hidupnya. Kita tahu bahwa Salomo adalah raja yg sangat berhikmat dan bijaksana, ia kaya raya dan berlimpah harta, ia masyhur dan populer di zamannya. Namun, satu waktu ia jatuh dalam dosa, mengawini banyak wanita dan menyembah dewa lain. Ini dia, inilah yang menjadi titik di mana Salomo melihat bahwa segala sesuatu yg sudah dicapai dan dimiliki adalah kesia-siaan kalau hidupnya sudah jauh dan lepas dari Tuhan. Dari mulut orang tua yg penuh hikmat dan kebijaksanaan tapi pernah jatuh ke lubang yg begitu dalam, muncul nasihat emas ini -> Pengkhotbah 12:1 (TB)  Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: "Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!", Salomo tidak mengajar kita untuk mengejar kekayaan, kelimpahan, ketenaran dan sejenisnya. Dia menasihati kita untuk ingat pada Pencipta. Banyak anak muda tidak lagi mengingat Penciptanya karena terlalu senang, gembira dan akhirnya larut dalam kenikmatan dunia ini. Seorang yg lupa akan Penciptanya akan membiarkan konsep dunia ini begitu kuat membentuk dirinya sehingga ia menjadi keras ketika nasihat dan didikan ditujukan kepadanya. Allah sudah mengingatkan kita melalui Salomo untuk tidak mengejar kesia-siaan yg tidak mengarahkan kita pada nilai kekekalan. Jadi, jangan keraskan hati ketika firman itu menegur kita. Malanglah apabila waktu kita di dunia ini sudah habis tapi kita masih belum bertobat dan berbalik kepada-Nya.

Mengakhiri kitab ini, Salomo menyimpulkan bahwa kita harus takut akan Allah. Banyak orang bingung, apa sih maksudnya takut akan Allah? Saya mencernanya begini, kalau saya jauh dari Allah, maka saya takut. Jadi takut akan Allah itu bukan menjauh dari Allah melainkan takut kalau jauh dari Allah. Takut akan Allah itu mau dekat dengan Allah sebab Dia memberi ketenangan, ketentraman dan kedamaian. Kemudian, Salomo mengingatkan kita untuk berpegang pada perintah-perintah-Nya. Perintah siapa yg mau kita percaya? Manusia? Jangan, nanti kamu kecewa. Manusia adalah manusia yg rentan jatuh dan bermain dalam kubangan dosa. Cuma Tuhan yg bisa kita percaya, karena itu peganglah perintah-perintah Tuhan. Renungkan isi firman Tuhan dan BANGKITKAN IMAJINASI kita agar kita beroleh gairah dalam menjalankan perintah Tuhan.

Puji Tuhan, hari ini kita sudah belajar
✓ Jauh dan lepas dari Tuhan akan mengarahkan kita pada kesia-siaan
✓ Ingatlah Tuhan pada masa mudamu dan sepanjang umur hidupmu
✓  Takutlah akan Tuhan dan berpegang pada perintah-perintah-Nya

Tuhan Yesus menolong Saudara! Amin 😇❤😊

Kutipan
Di luar Allah, aku hanya melihat kesia-siaan. Di dalam Allah, aku menemukan satu-satunya hal yg berarti

03-08-2020
RP


Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERKAT YUSUF PART 4 (TERAKHIR)

PEMELIHARAAN TUHAN TIDAK PERNAH GAGAL 👣🍞✨

BANYAK PENASIHAT