Menyerahkan Hati

 Ulangan 10:16 (VMD)  Jangan keras kepala. Berikanlah hatimu kepada Allah.

Shalom, Saudaraku... Tuhan Yesus setia banget. Hari ini kita akan belajar menyerahkan hati.

Saudaraku, sifat keras kepala dimiliki oleh beberapa orang. Kenapa ini bisa terjadi? Karena ia tidak bisa keluar dari zona nyaman atau karena ia merasa lebih pintar dari orang lain atau karena ia tidak memiliki kerendahan hati. Banyak faktornya. Yg pasti, sifat ini tidak bisa membuat kita bertumbuh. Kita hanya terhenti di satu titik dan susah sekali maju. Rugi kalau punya sifat keras kepala. Sering-seringlah merenung, rajinlah berefleksi. Coba pikirkan, apakah kita masih keras kepala? Dalam hal apakah kita keras kepala? Kalau masih, minta Tuhan bentuk hati kita. Datanglah kepada Tuhan dengan rendah hati. Biarkan Dia menyelidiki, mengoreksi dan menuntun pikiran kita. Jangan seperti orang Israel yg belum bisa 'move on' (beranjak) dari tanah Mesir. Mereka berkeras dengan meyakini bahwa tanah Mesir lebih baik daripada proses menuju tanah Perjanjian. Jangan gitu ya. Hari esok pasti lebih baik dari hari kemarin. Tahun 2020 sudah berlalu dan tahun 2021 sudah datang. Mari lalui tahun ini dengan meninggalkan sifat keras kepala.

Saudaraku, di hari pertama tahun yg baru, ini menjadi momen yang sangat pas untuk memberikan hati kita kepada Tuhan. Ada lagu yg saya sukai, liriknya begini, "Berikanku hati seperti hati-Mu yg penuh belas kasihan." Gimana caranya kita punya hati yg berbelas kasih? Caranya ialah kita berikan hati kita kepada Tuhan. Ada lagi lagi yg saya sukai berkenaan dengan hati, liriknya begini, "Ku berikan hatiku dan jiwaku, semuanya bagi-Mu. Di dalam hidupku, di setiap waktu, nyatakan jalan-Mu." Waw, indah sekali! Kalau kita mau menyatakan jalan Tuhan di hidup kita bahkan di setiap waktu, maka kita harus percayakan hati kita kepada Tuhan. Hati ini organ yg sangat vital dalam kehidupan rohani kita. Tuhan Yesus pertama-tama mengucapkan agar kita mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati. Kenapa bukan dengan segenap jiwa dulu atau akal budi dulu atau kekuatan dulu? Kenapa hati duluan? Karana dari hatilah terpancar kehidupan. Hati menjadi salah satu bagian dari roh kita. Hari ini, mari nyatakan kepada Tuhan, "Tuhan, inilah hatiku. Bentuklah hati ini untuk menggenapi apa yg menjadi kehendak-Mu di dalam hidupku."

Saudaraku, segenap hati dan pikiran kita adalah milik Tuhan. Mari kita miliki kerinduan dan kemauan untuk menyenangkan hati Tuhan. Isi hari-hari kita dengan baca firman Tuhan, berdoa, memuji dan menyembah Tuhan serta melayani. Jadikan itu gaya hidup kita. Bukan hanya gaya hidup tapi juga bisa jadi komitmen kita untuk memulai tahun yg baru. Tuhan akan dengan senang hati membimbing anak-anak-Nya yg taat dan percaya. Akan ada banyak kejutan, tantangan dan pergumulan yg pasti kita hadapi di tahun ini tapi semuanya pasti akan mendatangkan kebaikan bagi setiap orang yg mengasihi Dia dan menyerahkan hati serta pikirannya kepada Tuhan. Tuhan sungguh mau memelihara hidup kita bahkan Dia mau menggendong kita. Dia Allah yg peduli dan penuh perhatian. Tiap langkah kita pun diatur oleh Tuhan dan tangan kasih-Nya membimbing kita. Mari berjalan dengan Tuhan dan biarkan Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya melalui hati dan pikiran yg sudah dibaharui oleh Tuhan.

Puji Tuhan, hari ini kita sudah belajar
✓ Jangan pelihara sifat keras kepala.
✓ Berikan hati kita untuk menggenapi kehendak Tuhan
✓ Hati dan pikiran yg dibaharui oleh Tuhan akan menyatakan kemuliaan-Nya
Tuhan Yesus mengasihi kita. Amin! 😇🥳❤

Kutipan
Keras kepala tak ada guna tapi menyerahkan hati kepada Tuhan merupakan pilihan terbaik di dalam hidup ini

01-01-2021
RP

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERKAT YUSUF PART 4 (TERAKHIR)

PEMELIHARAAN TUHAN TIDAK PERNAH GAGAL 👣🍞✨

BANYAK PENASIHAT