Mengingatkan Terus-menerus

 Yeremia 44:4 (TB)  Terus-menerus Aku telah mengutus kepadamu semua hamba-Ku, para nabi, dengan mengatakan: Janganlah hendaknya kamu melakukan kejijikan yang Aku benci ini!

Shalom, Saudaramu... Tak sekalipun Kau tinggalkanku, Kau menuntun langkahku! Hari ini kita akan belajar mengingatkan terus-menerus

Saudaraku, Tuhan merupakan pribadi yg memperhatikan umat-Nya. Ini ditandai dengan perkataan "terus-menerus". Dia tidak hanya sekali mengingatkan orang Yehuda akan dosanya. Juga bukan hanya dua kali atau tiga kali. Tapi berkali-kali, banyak sekali. Utusan juga sudah menjalankan tugasnya. Mereka sampaikan pesan Tuhan. Apa respon bangsa ini? Alkitab mencatat, mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memperhatikan 💔. Amarah dan murka Tuhan pun tercurah bagi umat yg keras dan bebal ini. Kalau ga bisa dibilangin, tanggung konsekuensinya. Jangan kira menetap dalam dosa ga akan terima ganjaran. Oh iya, hari ini enak enak aja, besok masih enak, tapi entar pasti dihukum oleh Tuhan. Lihat saja! Staf administrasi punya catatan lengkap tentang urusan kantornya. Tapi bisa aja ada yg kelewat dan lupa dicatat. Tuhan ga gitu. Dia sempurna. Dia perhatikan setiap langkah kita dan dia akan menghajar kita dengan murka-Nya. Kalau seseorang akhiri hidup dengan menolak Tuhan, maka api amarah Tuhan tidak akan pernah padam. Lautan api yg menyala-nyala menjadi tempat kekal yg terus menyiksa orang itu siang dan malam.

Saudaraku, mengingatkan terus-menerus aja ga jadi jaminan orang bisa sadar, bertobat dan berubah, apalagi kalau cuma ngingetin sekali atau dua kali doang. Sebenernya Tuhan itu udah paling baik dan super sabar sampai ngingetin berkali-kali. Kalau pemain sepak bola lakukan sliding tackle dari belakang kepada lawannya, maka tanpa peringatan satu kali saja, pemain itu akan menerima kartu merah, keluar dari lapangan pertandingan. Aturan di pertandingan sepak bola sangat tegas dan keras. Tuhan ga gitu. Tuhan beri peringatan berkali-kali. Karena itu, kita perlu belajar mengingatkan berkali-kali pesan yg baik dan benar bagi orang-orang yg masih hidup dalam kegelapan dan kesesatan. Mau berharap dia langsung berubah dalam 1 kali peringatan? Oh, itu sulit sekali. Belajarlah untuk tekun mengingatkan. Mengajarkan orang tentang kebenaran itu bukan pekerjaan satu malam beres tapi pelayanan dari hari ke hari. Ingetin lagi ingetin lagi ingetin lagi. Ketekunan itu bisa menyelamatkan satu domba yg tersesat. Dan ketahuilah, satu domba sesat yg ditemukan akan membuat sorga bersorak-sorai.

Saudaraku, kenapa orang kalau dikasih yg bener tetep menolak melakukannya? Ketahuilah bahwa ajaran, pengaruh dan teladan yg buruk sudah tertanam dalam dirinya sekian lama, bisa bertahun-tahun lamanya. Sekalipun sudah ikut retreat, mengaku dosa di sana dan bersedia dipulihkan, itu bukan jaminan untuk alami hidup yg baru. Tapi akan sangat bagus kalau setelah dia ikutan retreat, ada orang yg terus bimbing dia, ingetin berulang-ulang tentang kebenaran yg sudah diajarkan agar terus ia hidupi. Nah, kita perlu jadi saudara seiman yg baik, ramah dan penuh kasih bagi mereka yg memerlukan teman. Bersyukurlah kalau kita sudah punya komunitas sel. Di sana kita bisa mengingatkan dan saling menguatkan. Kasihan kalau kita ga ingetin mereka. Saat mereka tetap hidup dalam dosa tanpa ada yg mengingatkannya berkali-kali, maka dia bisa ditimpa murka Allah. Karena itu, mari jadi saudara seiman yg memperhatikan satu sama lain.

Puji Tuhan, hari ini kita sudah belajar
✓ Orang yg tidak mendengarkan dan tidak memperhatikan peringatan Tuhan akan dihukum dan dihajar.
✓ Bertekunlah dalam memberi peringatan tentang kebenaran kepada orang yg hidup dalam gelap dan kesesatan
✓ Jadilah saudara seiman yg mau terus mengingatkan berkali-kali
Tuhan Yesus menolong kita. Amin!

Kutipan
Membawa orang pada kebenaran bukan usaha sekali jalan melainkan ketekunan untuk mengingatkannya berkali-kali.

06-05-2021
RP

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERKAT YUSUF PART 4 (TERAKHIR)

PEMELIHARAAN TUHAN TIDAK PERNAH GAGAL 👣🍞✨

BANYAK PENASIHAT