Musuh yang menyelamatkan
Yeremia 39:12 (BIMK) "Pergilah mencari Yeremia, dan jagalah dia baik-baik. Jangan apa-apakan dia; lakukanlah apa yang dimintanya."
Shalom, Saudaraku.... Ajaib Kau Tuhan penuh kuasa sanggup pulihkan keadaanku. Hari ini kita akan belajar musuh yg menyelamatkan.
Saudaraku, ini ayat yang keren sekali. Ini merupakan perkataan Nebukadnezar, raja Babel. Babel waktu itu sedang menghancurkan Yerusalem dan bangsa Yehuda. Bangsa ini dihukum oleh Tuhan karena kedegilan dan ketidaktaatan mereka. Yeremia aman di tangan musuh Yehuda. Ini ajaib. Ini menakjubkan. Yeremia adalah orang penting di Yerusalem tapi ga dibunuh oleh pasukan Babel. Ini cara Tuhan yg ajaib sekali. Kita bisa aman di tangan musuh loh kalau Tuhan berkehendak. Kita pikir musuh akan menghancurkan dan membinasakan kita, tapi siapa sangka Tuhan bisa pakai musuh kita untuk menyelamatkan dan mengamankan kita? Ini cara Tuhan yg luar biasa. Bagi orang yg percaya dan setia kepada Tuhan, kejutan-kejutan dahsyat tak terpikirkan bisa saja terjadi. Tuhan punya cara yg hebat dan tak terselami. Mari kita percaya kepada Tuhan!
Saudaraku, saya akan ajak kita bergerak mundur dulu. Jadi sebelum bangsa Babel menyerang, ada raja Yoyakim yg memerintah Yehuda. Waktu itu buku gulungan milik Yeremia yg berisi firman Tuhan dibakar oleh raja. Ini memprihatinkan sekali. Oleh kaum bangsanya sendiri, Yeremia malah ditentang dan dilawan. Di zaman pemerintahan raja Zedekia, Yeremia kembali mengalami sengsara akibat orang sebangsanya sendiri. Yeremia dilempar ke sumur kemudian ditahan dan dipenjara. Aneh ya. Kaum satu bangsa malah menjadi musuh bukannya kawan. Padahal Yeremia adalah nabi Tuhan, yg menyatakan kebenaran tapi malah diperlakukan buruk oleh kawan sebangsanya sendiri. Di sisi lain, Nebukadnezar raja Babel itu malah mengamankan dan menyelamatkan Yeremia padahal bangsa Babel itu musuhnya bangsa Yehuda. Mungkin kita ditentang sana sini oleh orang yg kita kenal, oleh keluarga, oleh saudara, oleh teman meski kita sudah lakukan yg benar. Namun kalau kita lakukan yg benar, bisa saja pihak asing, orang yg tidak kita kenal atau bahkan musuh kita justru mendukung apa yg kita ingin kerjakan. Tuhan sanggup nyatakan cara yg dahsyat dan ajaib. Meski ditentang oleh orang banyak bukan berarti sikap kita salah. Sikap kita harus berdasarkan firman bukan berdasarkan apa kata orang. Tetaplah lakukan firman, maka Tuhan pun sanggup mengutus musuh untuk selamatkan kita.
Saudaraku, masih ingat tentang kisah orang Samaria yg baik hati? Kita bisa perhatikan bahwa orang yg dirampok itu tidak ditolong oleh kaum sebangsanya. Imam dan orang Lewi tidak membantu sama sekali. Cuma lewat. Orang Samaria yg justru menolong orang yg setengah mati ini. Orang Samaria dikenal bermusuhan dengan orang Yahudi. Mereka ga bergaul. Tapi saat orang ini susah dan hampir mati, si musuh berbalas kasih dan menolongnya dengan totalitas. Dahsyat sekali! Tuhan Yesus pun ditolak oleh kaumnya sendiri. Kaum keluarganya menolak Dia dan mengira Dia sudah tidak waras. Ahli Taurat dan orang Farisi yg sering merenungkan firman malah menolak Tuhan. Orang Yahudi ingin menyalibkan Dia. Di sisi lain, Pilatus wali negeri dari Romawi itu tidak mendapatkan kesalahan apapun yg membuat Yesus harus disalib atau dihukum mati. Pilatus ga mendapati kesalahan. Isterinya pun menaruh belas kasih kepada Yesus. Ini orang Yahudi malah berteriak, koar-koar supaya Yesus dihukum mati. Sungguh keadaan seolah terbalik. Yang kawan jadi musuh, yang musuh jadi kawan. Mari kita tetap lakukan kebenaran sekalipun kawan kita berubah jadi musuh. Kelak, Tuhan akan utus musuh menjadi penolong dalam hidup kita.
Puji Tuhan, hari ini kita sudah belajar
✓ Tuhan sanggup selamatkan kita di tangan musuh. Ajaib sekali!
✓ Saat kita lakukan yg benar, orang-orang dekat bisa saja menentang dan menolak kita
✓ Kawan bisa jadi musuh dan musuh bisa menjadi kawan
Tuhan Yesus menolong kita. Amin! ❤😇😊
Kutipan
Barangsiapa melakukan kebenaran, maka ia harus siap ketika kawannya berubah menjadi musuh.
05-05-2021
RP
Komentar
Posting Komentar