Nabi Palsu
Yeremia 28:15 (TB) Lalu berkatalah nabi Yeremia kepada nabi Hananya: "Dengarkanlah, hai Hananya! TUHAN tidak mengutus engkau, tetapi engkau telah membuat bangsa ini percaya kepada dusta.
Shalom, Saudaraku... Mungkin tak ku pahami apa yg kini aku alami namun ku tahu pasti kasih Allahku takkan berhenti. Hari ini kita akan belajar hati-hati terhadap nabi palsu.
Saudaraku, tidak mudah untuk terima nubuat yang menyatakan pembuangan,, hukuman, penderitaan dan kesengsaraan. Kita ga suka dengan firman yg jenisnya kayak gitu. Kita mungkin lebih suka firman yg isinya bagus dan menenangkan. Kita maunya aman, damai, tentram dan ga ada gangguan di sana sini. Ya, itulah yg dialami oleh bangsa Yehuda saat itu. Mereka ini bangsa pemberontak, keras kepala dan ga mau bertobat. Udah diingatkan, tapi ga mau denger. Udah ditegur, tapi mengabaikannya terus. Yeremia pun menubuatkan hukuman atas Yerusalem. Akan ada kehancuran di Yerusalem, Bait Allah akan dirobohkan dan penduduknya akan ditawan oleh bangsa Babel. Ini bikin penduduk Yerusalem marah. Mereka mengatakan bahwa Yeremia ini sesat. Mereka ingin pukul, kalau bisa bunuh Yeremia. Yeremia berani sekali ya sampaikan nubuat itu. Kenapa bisa berani? Karena dia takut kepada Tuhan. Barangsiapa takut kepada Tuhan, maka dia tidak akan takut kepada siapapun. Dia berani nyatakan kebenaran meski dia tau bahwa respon pendengarnya pasti buruk. Penduduk Yerusalem marah besar dan ini menyebabkan Yeremia dikucilkan. Sungguh, resiko itu selalu menimpa setiap pemberita kebenaran, kesengsaraan menjadi bagian yg sangat melekat bagi para pemberita firman sejati.
Saudaraku, kondisi saat itu membingungkan sekali. Yeremia ini nabi, lalu ada nabi lain bernama Hananya. Dia mengatakan apa yg baik tentang Yerusalem dan bangsa Yehuda. Dia mengatakan bahwa sebelum 2 tahun, pemerintahan Babel dan pembuangan itu akan segera dipatahkan oleh Tuhan. Hananya berkata bohong demi menghibur orang Yehuda. Kita tahu bersama bahwa bangsa Israel dihukum oleh Allah dan masuk masa pembuangan selama 70 tahun. Ada nabi yg berkata benar dan ada nabi yg berkata palsu. Hati-hati... Ini bisa membingungkan. Keduanya sama-sama nabi, tapi perkataannya beda, bertolak belakang pula, berarti ada yg benar dan ada yg salah. Hati-hati dengan pemberita firman yg hanya menyampaikan hal-hal yg baik, yg enak didengar, yg ringan dan menyukakan hati. Awasi pengajaran yg kita terima dengan menyaringnya sesuai firman Tuhan di dalam Alkitab. Jangan mau ditipu oleh pemberita firman yg palsu. Jabatannya bisa terhormat, tapi pengajarannya bisa menipu dan sesat. Sejak zaman dahulu, sudah ada nabi palsu. Berlanjut pada para ahli Taurat dan orang Farisi yg licik dan penuh iri hati. Firman Tuhan menubuatkan bahwa akan ada guru dan nabi palsu serta penyesat yg akan menyebar memberitakan firman yg sesat. Hati-hati!!! Kadang yg menyenangkan itu bisa salah, kadang yg menyakitkan itu bisa benar. Mari dengarkan yg benar, bikin yg enak didengar!
Saudaraku, sayangnya waktu itu penduduk Yerusalem lebih percaya kepada dusta, lebih percaya kepada nabi Hananya. Aduh, gawat sekali. Pernyataan Yeremia memang tidak enak di telinga bangsa Yehuda tapi itulah yg benar, itulah yg berasal dari Allah. Nabi Hananya berkata bohong. Siapa bapa pendusta? Iblis, si ular tua itu. Berarti perkataan nabi Hananya berasal dari Iblis. Dia nabi palsu yg sudah menyeret banyak orang pada kesesatan. Banyak ajaran palsu mulai menyebar, menyatakan bahwa ikut Yesus itu ga akan sakit, akan makmur hidupnya, ga akan menderita, menjadi kaya raya dan lain sebagainya. Kedengarannya enak makanya banyak orang percaya dan mau ikut pengajaran itu. Mohon berhati-hati. Jangan mau ditipu oleh ajaran dan filsafat dunia. Jangan mau dipelintir pakai ayat firman yg tidak sesuai konteksnya demi keuntungan pribadi. Firman bisa disalahgunakan untuk kepentingan pribadi dan bukan untuk kemuliaan Allah. Karena itu, mari terus dengar apa kata Roh Kudus. Baca firman baik-baik, renungkan, dalami supaya kita mengerti apa yg menjadi kehendak Tuhan atas hidup kita. Kita hidup dalam kebenaran sejati meski alami kesengsaraan dan penderitaan.
Puji Tuhan, hari ini kita sudah belajar
✓ Pemberita firman sejati akan mengalami penolakan dan kesengsaraan.
✓ Hati-hati dengan pemberita firman yg palsu
✓ Lawan pengajaran sesat dengan membaca, merenungkan dan mendalami firman yg benar di dalam tuntunan Roh Kudus
Tuhan Yesus menolong kita! Amin 🙏😇❤
Kutipan
Firman itu bukan soal enak atau ga enak didengar, tapi tentang kebenaran sejati di dalam Allah
03-05-2021
RP
Komentar
Posting Komentar