Ngomongin Makanan
1 Korintus 8:8 (BIMK) Sebenarnya makanan sendiri tidak membuat hubungan kita dengan Allah menjadi lebih akrab. Kalau kita makan makanan itu, kita tidak mendapat keuntungan apa-apa. Sebaliknya kalau kita tidak makan makanan itu, kita pun tidak rugi apa-apa.
Shalom, Saudaraku.... Apa kabarnya hari ini? Semoga sehat dan penuh sukacita.
Saudaraku, beberapa orang masih suka meributkan perkara tentang makanan. Ada yg melarang makan saksang alias daging babi, ada yg melarang makan daging anjing, ada juga yg melarang makan daging sapi dan lain sebagainya. Wah, apakah makan daging babi dan anjing itu haram? Coba renungkan ayat ini yuk 1 Timotius 4:4-5 (TB) Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatu pun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur, sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa. Jadi, kita boleh makan daging babi atau daging anjing atau binatang lainnya yg memang layak untuk dimakan. Makanlah dengan ucapan syukur, dengan iman dan dengan doa. Tidak perlu ribut soal makanan, sebab Kerajaan Sorga bukanlah soal makanan dan minuman tetapi tentang kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.
Saudaraku, ada orang yg vegetarian, hanya makan sayur-sayuran. Kita yg makan daging jangan menghakimi mereka yg hanya makan sayur. Kita bisa menyakiti hatinya dan menjadi batu sandungan bagi mereka. Kita ga boleh melemahkan iman mereka. Jangan memaksa dia juga untuk makan daging. Biarlah orang yg meyakini makan sayur tetap makan sayur. Daniel saja yg hanya makan sayur, perawakannya dibuat lebih baik dan lebih gemuk oleh Tuhan. Jadi jangan menjadi merendahkan mereka. Sama halnya dengan orang yg tidak makan daging babi atau daging anjing. Jangan kita menghakimi orang yg makan itu. Ingat, Tuhan sudah membuat segalanya dengan baik dan kita patut menerimanya dengan ucapan syukur dan doa. Jangan merendahkan orang yg makan daging sapi juga. Biarlah mereka yg makan mengisi kebutuhan tubuh mereka. Beberapa orang dari keyakinan lain menganggap daging babi dan anjing itu haram. Yo wes gapapa, tapi orang Kristen tidak boleh berpandangan sama seperti mereka. Mari kita hargai setiap orang yg memilih makanannya masing-masing.
Saudaraku, bulan ini ada Idul Adha. Biasanya kita menerima daging Qurban. Seringkali ini juga jadi perdebatan. Saya pribadi meyakini boleh makan daging Qurban. Kita terima itu dengan ucapan syukur, iman dan doa. Mungkin ada beberapa pertimbangan, "Kan itu dagingnya udah didoakan dengan cara mereka dan untuk ibadah mereka, masa sih kita boleh menerimanya dan memakannya?" Kembali lagi, ini adalah makanan. Kita mau makan, ga membuat kita jauh dari Tuhan. Kita ga memakannya pun ga membuat kita lebih akrab dengan Tuhan. Sekali lagi, tidak perlu berdebat, berselisih dan bermusuhan karena perkara makanan. Mari kita lebih fokuskan makanan yg lebih penting, yaitu *Yohanes 4:34 (TB) Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.* Dan juga ini -> Matius 4:4 (TB) Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." Inilah makanan yg membuat kita makin dekat dengan Allah.
Puji Tuhan, hari ini kita sudah belajar
✓ Makanan apapun halal dan boleh dimakan dengan ucapan syukur, iman dan doa.
✓ Jangan menjadi batu sandungan hanya karena makanan
✓ Melakukan kehendak Allah dan menikmati firman dari mulut Allah merupakan makanan yg membuat kita makin dekat dengan Allah
Tuhan Yesus menjamah kita. Amin! ❤️😊😇
Kutipan
Jangan menghakimi orang lain karena perkara makanan
03-07-2021
RP
Komentar
Posting Komentar