Hati Saya Turut Hancur

 2 Korintus 11:29 (BIMK)  Bila ada yang lemah saya pun turut merasa lemah juga. Bila ada yang jatuh ke dalam dosa, hati saya turut hancur.

Shalom, Saudaraku... Allah mengerti, Allah peduli segala persoalan yg kita hadapi.

Saudaraku, 2 Korintus 11 itu bicara tentang penderitaan Paulus sebagai rasul. Sungguh dalem banget dan inspiratif sekali. Mantan pemuda bengal ini ternyata mengalami transformasi hidup besar-besaran sampai rela menderita dan mati demi pemberitaan Injil. Meskipun ia adalah rasul yg terakhir, namun dialah yang paling bekerja keras dan menderita dari rasul lainnya. Paulus bukan tipe rasul yg cari untung. Meski ia layak menerima upah dari pemberitaan Injil, dia ga minta-minta dari jemaat. Ia malah bekerja sebagai tukang tenda dan memperoleh keuntungan dari situ untuk menghidupi keperluannya sehari-hari. Itu Paulus lakukan agar ia tidak menyusahkan dan memberatkan jemaat. Paulus tidak menerima haknya sebagai pelayan di tengah-tengah jemaat meski dia sangat amat bekerja keras. Paulus bahkan rela dicambuk, diadili dan hampir mati beberapa kali demi pemberitaan Injil. Ini super sekaki, ini dahsyat sekali, inilah hati yang sungguh mengasihi Allah.

Saudaraku, ketika membaca Alkitab malam ini, saya terkesima, terdiam dan termenung di bagian ayat di atas. Paulus adalah rasul berhati bapa. Sungguh, hatinya lembut sekali dan baik sekali. Ketika ada jemaat yg lemah, ia turut merasa lemah, ketika ada yang jatuh ke dalam dosa, hatinya turut hancur. Inilah hati bapa. Mungkin kita punya banyak pengajar. Kalau mau belajar firman Tuhan, di Youtube juga banyak. Kita bisa belajar dari banyak hamba Tuhan yg berbagi pengajaran firman di Youtube. Tapi coba renungkan, kita punya bapa rohani nda? Kita punya ibu rohani ndak? Kita punya kaka rohani nda? Ini yg jarang bahkan bisa dibilang langka. Dari sekian banyak orang Kristen, cuma secuil yg punya bapa atau ibu rohani. Ga banyak, engga. Pengajar banyak, tapi yg punya bapa rohani sedikit banget. Betapa pentingnya kita punya bapa atau ibu atau kaka rohani. Keberadaan mereka akan membuat kita punya partner untuk saling berbagi, saling menguatkan dan saling mendoakan secara intensif, dekat dan berkelanjutan.

Saudaraku, saya beberapa kali merasakan kondisi "menjadi lemah ketika orang lain lemah dan menjadi hancur hati ketika orang jatuh dalam dosa." Ini terjadi pada teman yg curhat pada saya. Ia jatuh ke dalam dosa yg membuat saya sangat sedih, hancur hati dan menangis sesenggukan. Saya sedih sekali, sangat sedih. Saat itu saya sangat merasakan cerita itu masuk dalam hati saya. Saya merasakan empati saat mendengar kisahnya yg jatuh dalam dosa. Saya pun berdoa bagi teman saya ini, berhari-hari saya doakan dan terus saya doakan secara berkesinambungan. Hal ini terjadi sekitar 5 bulan lalu. Sampai hari ini saya masih mendoakannya. Terakhir kali saya tanya kabarnya, dia berkata sudah memulai hidup yg baru dan meninggalkan hidup yg lama. Saya sangat bersyukur dengan kondisi itu. Saya akan terus berharap agar teman saya ini bertumbuh selalu ke arah Kristus. Kita perlu belajar untuk empati dengan teman yg jatuh dalam dosa. Mari tolong mereka dalam doa juga dalam firman. Kita harus sampaikan kebenaran firman, kuatkan dia dan topang terus dalam doa. Tak apa mengalami hancur hati ketika mendengar teman jatuh dalam dosa, justru dukacita karena dosa itulah yg menuntun seseorang pada pertobatan.

Puji Tuhan, hari ini kita sudah belajar
☆ Paulus menjadi rasul yg memberi teladan agar kita rela bekerja keras dan menderita demi pemberitaan Injil
☆ Penting bagi kita untuk memiliki bapa atau ibu atau kaka rohani
☆ Tak apa jika kita hancur hati saat mengetahui orang lain jatuh dalam dosa. Kuatkan mereka dengan firman dan topang terus dalam doa.
Tuhan Yesus menjamah kita. Amin ☀️🔥🤍

Kutipan
Miliki hati seperti Bapa yg penuh kasih kepada orang yg lemah dan berdosa

04-03-2022
RP

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERKAT YUSUF PART 4 (TERAKHIR)

PEMELIHARAAN TUHAN TIDAK PERNAH GAGAL 👣🍞✨

BANYAK PENASIHAT