Bsngun Hubungan Dengan Pemegang Otoritas

 1 Korintus 1:9 (TB)  Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.

Shalom, Saudaraku.. Tuhan Yesus setia, Dia sahabat kita..

Saudaraku, sebagai perwakilan otoritas dari Allah, kita perlu komunikasi dengan Tuhan... Wouwww... apa maksudnya dengan komunikasi? Kita perlu bersekutu dengan Tuhan, kita perlu kontak Tuhan, kita perlu ngobrol sama Tuhan. Kalau kita memegang suatu otoritas, maka kita harus terus terhubung dengan sang sumber otoritas. Kita perlu bangun hubungan terus menerus. Siapa yg suka saat teduh? Siapa yg suka bersekutu dengan Tuhan secara pribadi? Siapa yg suka kontak Tuhan? Siapa yg suka berkomunikasi dengan Tuhan? Jika itu Saudara, maka berbahagialah karena Tuhan telah menetapkan engkau menjadi pemegang otoritas yg Tuhan kehendaki. Mari kita setia untuk bangun hubungan dengan Tuhan. Dengan dibangunnya persekutuan dengan Tuhan, maka kita pun akan beroleh hikmat, pengertian dan kemampuan untuk memimpin. Tuhan akan ajarkan itu semua kepada kita.

Saudaraku, sebagai orang yg ditetapkan memegang otoritas, kita pun ndak perlu loh mengakui bahwa kitalah pemegang otoritas. Kalau kita memang memegang otoritas, maka orang yg kita pimpin pun akan menghormati kita, akan menghargai kita dan akan menaati kita. Tuhan akan bantu kita, Tuhan akan tolong kita. Misal ya, ketika di rumah. Seorang ibu memberi perintah kepada anaknya untuk membantu menyapu rumah. Ketika perintah itu diberikan kepada sang anak, nda perlu ibu bilang, "Nak, saya ini ibumu, saya perintahkan engkau untuk menyapu rumah." Nah ini kaga usah disebut. Ibu hanya perlu memberi perintah kepada anak dengan kalimat yg baik, misal: "Nak, bantu mama sapu rumah ya." Sesederhana itu 😃... Ketika anak menghormati otoritas mamah, maka anak akan menaati mamah dan menyapu rumah. Yes, di mana pun kita berada, kita perlu belajar untuk tidak perlu menyatakan apa jabatan dan posisi kita. Biarkan jabatan dan posisi kita dinyatakan melalui tindakan dan tanggung jawab kita. Biarlah mereka menghormati kita bukan sekadar karena posisi tapi karena tindakan kita sebagai pemegang otoritas.

Saudaraku, ketika kita sudah menjadi perwakilan otoritas yg benar tapi masih ditentang dan dilawan maka ketahuilah bahwa orang itu sedang melawan Allah. Kita sebagai perwakilan Allah sudah melakukan kehendak-Nya dan itu menandakan bahwa kita sudah berbuat sesuai apa yg Tuhan mau. Itu menandakan bahwa ketika orang berontak kepada kita, sesungguhnya mereka sedang berontak kepada Allah. Kita perlu sadar prinsip ini, yaitu kita hanya perlu melakukan kehendak Allah. Setiap opini maupun pemikiran diri sendiri tidak boleh kita terapkan saat kita menjadi perwakilan otoritas Allah. Saat itu ada dalam kepemimpinan kita, maka ketika orang berontak kepada kita, ya dia nda berontak kepada Allah tapi langsung kepada diri kita sendiri. Tapi indahnya gini, ketika kita sungguh-sungguh mewakili Allah, maka orang yg memberontak kepada kita sebenernya sedang berontak kepada Allah. Dan ketika itu terjadi, maka Allah akan bela kita, maka Allah akan tolong kita, maka Tuhan akan berpihak kepada kita. Wawww, sungguh indah sekali pembelaan Tuhan atas kita. Haleluya...

Puji Tuhan, hari ini kita sudah belajar
☆ Bangunlah persekutuan dengan Sang Pemegang Otoritas
☆ Biarlah otoritas kita dinyatakan oleh tindakan kita bukan pengakuan kita
☆ Ketika orang berontak terhadap kita, maka dia sedang berontak kepada Allah
Tuhan Yesus menjamah kita. Amin 😇☀️🔥

Kutipan
Bangunlah komunikasi dan persekutuan setiap hari dengan Sang Pemegang Otoritas

04-08-2022
RP

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERKAT YUSUF PART 4 (TERAKHIR)

PEMELIHARAAN TUHAN TIDAK PERNAH GAGAL 👣🍞✨

BANYAK PENASIHAT