Ga Berontak
Matius 12:34 (TB) Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.
Shalom, Saudaraku... Tuhan Yesus sangat mencintai dan mengasihi kita.
Saudaraku, wujud nyata dari orang yg memberontak bisa diliat dari 3 hal. Pertama, dari kata-katanya, kedua dari alasan dan ketiga dari pikiran. Kita akan bahas 2 hal dulu ya, dari kata-kata dan dari alasan. Sadarkah engkau bahwa apa yg kita katakan itu meluap dari hati? Kalau hati kita jahat, ya ucapan kita akan jahat. Seringkali ketika perintah dari atasan kita terima, mulut kita langsung ngomel, ngoceh dan ngeluh. Itu menandakan bahwa hati kita ga beres. Reaksi kita seringkali buruk dan itu terbukti dari kata-kata yg meluap dari hati. Ini adalah bentuk pemberontakan. Ini tidak dikehendaki oleh Tuhan. Ada contoh ya dalam Alkitab mengenai ucapan yg nda baik. Ini terjadi ketika Miriam dan Harun mencela Musa karena ia kawin dengan orang Kush. Mereka merasa bahwa selain kepada Musa, Allah juga bisa berfirman kepada mereka. Ada yg menarik di sini. Musa itu adik dari Miriam dan Harun tapi di sisi lain, Allah menunjuk Musa sebagai pemimpin dalam jemaah Israel. Meskipun Musa adalah adik dalam keluarga tapi dia pemimpin bagi umat Israel. Ketika Miriam dan Harun mencela Musa, maka mereka langsung berhadapan dengan Allah bukan dengan Musa. Perwakilan Allah haruslah mendapat hormat. Jangan sekali-kali mengatai pemimpin yg ditunjuk oleh Allah. Kalau mulut kita berkata serong terhadap pemimpin, maka Allah sendiri yg akan membela pemimpin itu. Akhirnya Miriam kena sakit kusta dan dia dikucilkan. Inilah hukuman bagi orang yg memberontak dengan mulutnya. Karena, itu kita harus jaga perkataan ya.
Saudaraku, pemberontakan juga disebabkan karena adanya alasan. Pikiran yang menimbang-nimbang akan menghasilkan suatu alasan berpikir. Ini terjadi saat Datan, Abiram dan Korah memberontak terhadap Musa. Mereka punya alasan untuk memberontak. Apa alasannya? Mereka mendengar bahwa Musa akan menuntun bangsa Israel ke tanah yg kaya akan susu dan madunya tapi sampai saat itu, mereka masih di padang gurun yg tandus dan gersang. Pemberontakan seringkali terjadi karena kita punya asumsi dan alasan sendiri. Kita maunya buru-buru padahal kita sendiri belum siap. Sikap hati orang Israel menunjukkan hati yg tidak siap untuk menerima berkat di tanah Perjanjian. Berkat tanah Perjanjian hanya diberikan kepada mereka yg sudah siap. Kita tahu sendiri bahwa hanya Yosua dan Kaleb yg hatinya siap dan benar di hadapan Allah. Yg lainnya cuma punya alasan dan asumsi sendiri sehingga mereka ga terima berkat itu. Mereka cuma bisa ngomel dan marah. Mereka cuma bisa berontak. Mereka ga sabar menanti janji Allah. Mereka pengen buru-buru. Haduh, hati aja belum beres, tapi pengen berkat buru-buru. Ini tidak sepadan, tidak seimbang. Karena pemberontakan ini, mereka semua ditelan hidup-hidup oleh tanah beserta dengan keluarga dan milik kepunyaannya. Ngeri sekali...
Saudaraku, mari kita lihat teladan sempurna, yaitu Tuhan Yesus. Kalau mau ngomong secara manusiawi, Tuhan Yesus punya banyak alasan untuk membenarkan diri-Nya. Bayangin, Dia itu orang benar, suci dan baik sekali. Dia beritakan kabar baik, menyembuhkan orang, memberi makan 5000 orang dan melakukan banyak mukjizat. Harusnya semua orang berterima kasih dan memberi penghargaan kepada-Nya. Tapi yg terjadi malah sebaliknya. Orang-orang Yahudi justru membenci Dia sehingga Ia ditangkap, disiksa, disalibkan dan mati. Tapi lihat perjalanan hidup-Nya, ketika Dia disiksa, apakah Dia memaparkan sejumlah alasan untuk bebas dari hukuman? Apakah dia berdebat agar dibebaskan? Apakah Dia membela diri dan menghina orang-orang Yahudi yg membenci Dia? Ternyata tidak. Tuhan Yesus tidak memberontak dengan mulut-Nya maupun dengan alasan. Dia terima semua hukuman itu dan menanggung dosa manusia tanpa sedikit pun memberontak. Yang Dia lakukan hanyalah taat kepada Bapa. Dia taat sampai mati di kayu salib. Itulah pengorbanan Tuhan Yesus yg memberi teladan sempurna bagi kita. Ketika kita dirugikan atau dipersalahkan, di situ pun kita perlu belajar untuk tidak memberontak dan belajar menerima. Belajarlah untuk berbahagia di tengah penderitaan, berbahagia oleh karena dianiaya di dalam kebenaran. Saya pun masih belajar. Mari kita belajar bersama-sama makin serupa dengan Tuhan Yesus.
Puji Tuhan, hari ini kita sudah belajar
☆ Jangan memberontak kepada pemimpin dengan kata-kata yg mencela
☆ Jangan banyak alasan atau asumsi untuk memberontak
☆ Tuhan Yesus adalah teladan sempurna untuk tidak memberontak di tengah kesukaran
Tuhan Yesus mengasihi kita semua. Amin 😇😊🐣
Kutipan
Buang semua kata-kata celaan atau alasan dan janganlah memberontak
01-08-2022
RP
Komentar
Posting Komentar