Respons Ketika Ada Yang Melawan Otoritas

 Bilangan 12:8 (TB)  Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia, terus terang, bukan dengan teka-teki, dan ia memandang rupa TUHAN. Mengapakah kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa?"

Shalom, Saudaraku... Tuhan adalah gembalaku takkan kekurangan aku...

Saudaraku, kita pernah bahas tentang pemberontakan Miryam dan Harun terhadap Musa dan hari ini kita akan gali lebih dalam ya... Nah, saat ini kita mau tau nih respons Musa saat ada orang yg memberotak terhadap dirinya. Oiya, kita perlu tahu dulu ya kenapa Miryam dan Harun memberotak kepada Musa. Jadi Musa itu menikah dengan perempuan Kush. Perempuan Kush itu keturunan Ham. Ini adalah orang Kanaan, bangsa yg dikutuk jadi budak. Menurut mereka, tidak seharusnya Musa menikah dengan perempuan ini, sebab itu bukan golongan yg baik dan bukan bagian dari bangsa Israel. Inilah yg bikin Miryam dan Harun berontak kepada Musa. Mereka merasa bahwa Tuhan juga bisa ngomong ke mereka, bisa berfirman ke mereka, bukan cuma ke Musa. Namun sayangnya, yang mereka lakukan bukanlah berdasarkan apa kata Tuhan.  Tuhan ga wahyukan apa-apa ke Miryam dan Harun. Dari sini kita musti belajar bahwa kalau Tuhan ga berfirman, kalau Tuhan ga wahyukan apapun, kita ga boleh lakukan apapun. Kita pun ga boleh lakukan kehendak kita sendiri dan ngaku-ngaku bahwa yg kita lakukan adalah kehendak Tuhan. Ga boleh ya ngaku-ngaku gitu, ntar Tuhan hukum loh.

Saudaraku, Musa adalah orang yang paling lembut hatinya lebih dari setiap orang yg hidup di atas bumi. Ini dahsyat sekali. Ketika kaka-kakanya berontak sama Tuhan, Musa ga marah, Musa ga membalas, Musa ga kecewa. Berhubung otoritas yg Musa terima itu berasal dari Tuhan, maka Tuhan sendiri yg turun tangan untuk bela Musa. Perhatikan, orang yg terima otoritas dari Tuhan akan dibela ketika ia dilawan oleh orang lain. Orang yg terima otoritas dari Tuhan pun harus lembut hatinya. Ia tidak boleh bertangan besi atau otoriter. Orang yg memegang otoritas ga boleh sok jago. Kita perlu tiru Musa yg lembut hatinya. Kita perlu membiarkan Tuhan membela kita bukan kita yg membela diri. Kita ga perlu bela diri. Pembelaan itu harus bersumber dari Tuhan dan itu pasti datang tepat waktu.

Saudaraku, karena berontak, Miryam mendapat hukuman kena sakit kusta. Mengetahui hal itu, Musa bukannya mensyukuri hukuman Miryam. Musa tidak bergembira atas sakit kusta yang Miryam derita. Sekalipun dia sudah berontak terhadap Musa, tapi Musa tidak mau membalas kejahatan dengan kejahatan. Dia kasih ruang untuk pembelaan Tuhan. Ini keren sekali. Yang Musa lakukan justru berdoa dan memohon kepada Allah agar Miryam disembuhkan oleh Allah. Bukankah ini dahsyat dan mulia? Anak-anak Tuhan pun harus belajar untuk berdoa bagi orang yg berontak sama kita. Doakan hatinya, doakan hidupnya, doakan kalau ia kena hukuman Tuhan. Pedulikan mereka yg tidak hidup dalam ketaatan. Kasih yg kita nyatakan bagi pemberontak bisa menyentuh loh. Itu bisa membuat dirinya sadar akan perbuatannya, mau bertobat dan kembali kepada Tuhan. Ini dahsyat sekali. Pernahkah kita mendoakan orang yg berontak sama kita? Umumnya kita jadi benci, kesel dan marah sama orang yg berlawanan dengan kita. Tapi melalui teladan Musa kita bisa belajar untuk mendoakan mereka dan tidak melawan kejahatan dengan kejahatan tetapi mau mengalahkannya dengan kebaikan. Oh ini indah sekali...

Puji Tuhan, hari ini kita sudah belajar
☆ Kalau Tuhan ga berfirman ke kita, jangan kita ngaku-ngaku tindakan kita berasal dari Tuhan
☆ Pembelaan Tuhan tersedia bagi orang yg memegang otoritas dari Tuhan
☆ Doakan orang yg memberotak dan lawanlah mereka dengan kebaikan
Tuhan Yesus mengasihi kita. Amin 😇❤️🌟

Kutipan
Doakan mereka yg kena hukuman Tuhan karena melawan otoritas

06-08-2022
RP

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERKAT YUSUF PART 4 (TERAKHIR)

PEMELIHARAAN TUHAN TIDAK PERNAH GAGAL 👣🍞✨

BANYAK PENASIHAT