Tuhan Sumber Kepemimpinan
Yohanes 1:12 (TB) Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
Shalom, Saudaraku.... Tuhan Yesus baik sungguh amat baik, untuk selama-lamanya, Tuhan Yesus baik..
Saudaraku, sebagai orang yg diberi kuasa menjadi anak-anak Allah, kita perlu menjadi perwakilan dari otoritas yang Allah miliki. Allah itu kan bertakhta di sorga, nah kita yg ada di bumi, kita yg kelihatan musti mencerminkan kemuliaan dan kebesaran Allah. Kita perlu mewakili Allah, kita memegang otoritas dalam hidup ini. Nah, sebagai pemegang otoritas, berarti kita dipercaya menjadi pemimpin, entah di kelompok belajar, tim kerja, di lingkungan tetangga, di komunitas, komisi, persekutuan atau di keluarga kita masing-masing. Kepercayaan untuk jadi pemegang otoritas harus kita sadari sebagai pemberian Allah atas hidup kita. Setiap pemimpin ga boleh merasa dirinya layak untuk memimpin sebaliknya ia harus menyadari bahwa Allah telah mengaruniakan kepercayaan untuk memimpin. Yang memimpin itu haruslah Allah di dalam diri kita. Jadi kita ga boleh memimpin dengan kemampuan atau kehebatan sendiri. Segala kepemimpinan dan otoritas yg kita miliki haruslah kita nyatakan sesuai dengan apa yg Tuhan mau. Jangan kita gegabah dengan memerintah pake pikiran dan kekuatan sendiri. Jangan pernah, jangan. Dalam hal memegang kepemimpinan, harus otoritas Allah saja yang dinyatakan.
Saudaraku, kita ambil ilustrasi ya. Si Udin dipilih jadi pimpinan di unit kantornya. Banyak keputusan dan strategi organisasi yg perlu dikembangkan agar unitnya bisa maju dan produktif. Nah, meskipun Udin udah banyak belajar dan punya banyak pengalaman, dia nda boleh gunakan itu semua sebagai dasar dalam memimpin. Segala hal yg berkaitan dengan memimpin haruslah dikonsultasikan kepada Tuhan. Udin harus belajar bilang gini, "Ya Tuhan, memimpin adalah bagian-Mu. Bagianku ialah dipimpin oleh-Mu. Karena itu, aku mau kehendak-Mu dan hikmat-Mu saja yg dinyatakan ketika aku memimpin di unit kantorku. Bukan dengan kecerdasan atau pengalamanku tapi hanya oleh karena hikmat dan kehendak-Mu semuanya bisa berjalan dengan baik. Demi nama Tuhan Yesus, aku percaya. Amin." Wah, ketika kita aplikasikan hal ini, maka kepemimpinan kita akan jadi berkat yg besar dan berdampak positif buat banyak orang. Kita akan memiliki hikmat dan berbagai terobosan luar biasa dalam memimpin. Kenapa? Karena kita mau libatkan dan andalkan Tuhan sepenuhnya. Urusan memimpin adalah milik Tuhan. Bagian kita hanyalah dipimpin oleh Tuhan.
Saudaraku, dalam memimpin pun kita perlu menyangkal diri. Menyangkal diri itu artinya menggugurkan setiap pemikiran, asumsi maupun opini pribadi. Kita harus serahkan semuanya kepada Tuhan. Biarkan semua pemikiran, pengertian dan hikmat bersumber dari Tuhan. Inilah yg perlu kita kerjakan saat memegang suatu otoritas. Ibu-ibu pun memegang otoritas ketika menjadi ibu rumah tangga. Mereka perlu libatkan Tuhan. Jangan pikiranku, melainkan pikiran-Mulah yg terjadi. Kita perlu belajar itu setiap waktu. Akan menjadi sangat indah ketika di setiap lapis hidup kita, ada Tuhan yg memerintah, ada Tuhan yg memimpin. Meskipun tugas kita memimpin, tapi kita ga jadi tinggi hati melainkan rendah hati karena kita mau menyangkal diri, membiarkan kehendak dan pemikiran Tuhan saja yg berjalan bukan kehendak atau pemikiran sendiri. Tuhan pasti tuntun kita pada kemenangan demi kemenangan. Kita akan melihat pelangi kasih-Nya, sungguh indah dan mulia. Mari kita terus berbagian dalam kepemimpinan yg bersumber dari Tuhan.
Puji Tuhan, hari ini kita sudah belajar
☆ Saat memimpin, hanya otoritas Allah saja yg boleh dinyatakan
☆ Biarlah Tuhan yg memimpin kita dan kita dipimpin oleh-Nya
☆ Ketika memimpin, kita harus menyangkal diri agar kehendak dan pemikiran-Nya saja yg dinyatakan
Tuhan Yesus mengasihi kita. Amin 🤍🔥☀️
Kutipan
Ketika memimpin, biarkan Tuhan yang kita andalkan dan kita libatkan secara penuh
04-08-2022
RP
Komentar
Posting Komentar