Mau Rendah Hati
Matius 3:14 (TB) Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?"
Shalom, Saudaraku... Tuhan Yesus mengasihi kita selalu...
Saudaraku, saat itu Yesus ingin dibaptis oleh Yohanes. Pembaptisan bagi Yesus bukan menandakan bahwa Dia perlu pengampunan dosa. Pembaptisan bagi Yesus menjadi sebuah penggenapan dari nubuat para nabi. Jadi apa yg sudah dinyatakan dahulu akan digenapi satu per satu menurut kehendak-Nya dan waktu-Nya yang terbaik. Kita harus percaya bahwa tidak ada satu pun firman yang gagal. Semua yg sudah dinubuatkan pasti terjadi. Kemudian pembaptisan bagi Yesus pun menjadi deklarasi kehadiran Allah Tritunggal. Hebat sekali. 3 pribadi hadir ketika Yesus dibaptis. Baptisan Yesus juga menjadi titik awal bagi pelayanan Yesus. Bagi kita sebagai orang percaya, kita pun perlu dibaptis. Bagi kita, ini menjadi suatu tanda bahwa kita mau menjadi keluarga Kerajaan Allah. Kita mau disucikan oleh darah Yesus Kristus. Kita pun mau bertumbuh di dalam iman dan pengenalan akan Tuhan Yesus.
Saudaraku, Yohanes Pembaptis adalah pribadi yang rendah hati. Dia mencegah Yesus saat Ia hendak ingin dibaptis. Yohanes berkata bahwa dirinya yang perlu dibaptis bukan dia yang membaptis. Yohanes menyadari bahwa Yesus jauh lebih besar dari dirinya bahkan Yesuslah yang terbesar. Saat itu Yohanes dianggap sebagai nabi dan orang besar tapi ketika ia menyadari bahwa ada yang jauh lebih besar dari dirinya, maka ia mengarahkan perhatian banyak orang kepada Yesus. Ini karakter yang luar biasa. Saat kita sudah ada di puncak, kita dianggap besar dan dianggap penting, seringkali kita merasa tersaingi kalau ada orang yg dianggap besar. Kita merasa tidak aman ketika ada orang yg dianggap lebih hebat dari kita. Kita takut kalau orang meninggalkan kita dan mengalihkan perhatian dari kita. Tapi beda dengan Yohanes, dengan rendah hati dia justru mengarahkan pandangan banyak orang kepada Yesus bukan kepada dirinya. Sikap ini penting sekali. Banyak orang sombong sehingga ingin lebih dihormati dari yg lain. Kita tidak senang kalau ada orang yg naik pamornya lalu menyaingi kita. Yohanes justru senang ketika melihat Yesus yg jauh lebih besar darinya. Hebat sejali..
Saudaraku, Yesus pun adalah pribadi yang rendah hati. Sekalipun Ia Tuhan dan Raja, namun Ia mau merendahkan hati, rela dibaptis meskipun Ia bukan orang berdosa. Yesus sungguh-sungguh mengambil rupa sebagai manusia. Dia baik sekali. Jarang sekali orang besar, orang yang tinggi dan orang terhormat mau merendahkan hati, rela dianggap biasa aja bahkan mau dianggap hina. Yesus lakukan itu semua. Yesus mau mengosongkan diri-Nya dan mengambil rupa sebagai hamba. Sejak awal, Yesus menyatakan kerendahan hati-Nya dan sampai Ia mati lalu bangkit pun, Ia tetap rendah hati. Penting sekali, penting banget untuk hidup dalam kerendahan hati. Karena hal ini penting, maka perlu ditekankan berulang-ulang. Entah sudah berapa kali saya berbagi topik mengenai kerendahan hati. Sungguh, ini topik yg perlu kita gumulkan sampai akhir hidup kita. Ini penting banget, ini serius banget. Kiranya kita beroleh kerendahan hati.
Puji Tuhan, hari ini kita sudah belajar
☆ Baptisan Yesus menjadi deklarasi kehadiran Allah Tritunggal, titik awal pelayanan Yesus dan penggenapan atas nubuat.
☆ Jadilah rendah hati seperti Yohanes yg mengarahkan perhatian banyak orang kepada Yesus
☆ Miliki kerendahan hati seperti Yesus yg mau mengosongkan diri-Nya dan mengambil rupa sebagai hamba
Tuhan Yesus mengasihi kita. Amin 😊✨🤝
Kutipan
Jadilah pribadi yang rendah hati, yang tidak takut tersaingi dan rela mengosongkan diri
02-05-2023
RP
Komentar
Posting Komentar