Meski Mereka Belum Percaya
Markus 16:13 (TB) Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya.
Shalom, Saudaraku... Jangan lelah bekerja di ladangnya Tuhan, Roh Kudus yg beri kekuatan, yang mengajar dan menopang...
Saudaraku, waktu itu Tuhan Yesus telah bangkit dan Ia menampakkan diri kepada beberapa orang. Tuhan Yesus sempat menampakkan diri kepada 2 orang lalu 2 orang ini memberitakan kabar bahwa Yesus telah bangkit kepada teman-temannya namun mereka semua tidak percaya. Seringkali sesuatu yg menakjubkan dan di luar nalar akan sulit dipercaya. Mendengar saja tidak cukup, mereka perlu melihat baru bisa percaya. Itulah yg kita juga alami. Kita lebih suka mengandalkan penglihatan daripada pendengaran agar kita percaya. Namun uniknya, Tuhan Yesus menyuruh kita untuk percaya meski belum melihat. Kalau kita mau liat dulu baru percaya, itu artinya kita mau menguji Tuhan, mau mencobai Tuhan. Kita ga boleh melakukan sesuatu seenak jidat, semau gue. Kita ga boleh ngatur-ngatur Tuhan. Itu adalah sifat ahli Taurat dan orang Farisi. Mereka ingin liat dulu Yesus menyelamatkan diri-Nya sendiri ketika Ia disalib baru mereka mau percaya. Itulah sifat yg buruk, jahat dan jelek. Kita ga boleh mencobai Allah. Yesus bisa saja menyelamatkan diri-Nya sendiri tapi kalau Dia ngikutin kemauan orang Farisi, maka Dia tidak taat kepada Bapa tapi taat kepada ahli Taurat. Puji Tuhan, Yesus tidak taat kepada ahli Taurat tetapi taat kepada Bapa karena Ia mati di kayu salib untuk menebus kita dari kuasa dosa.
Saudaraku, ketika kita beritakan kabar baik, responsnya akan ada yang percaya, menolak dan ga peduli. Kita ga boleh kecewa kalau ada orang yg menolak atau ga peduli sama kabar yg kita bagikan. Tugas kita hanyalah beritakan Injil bukan menuntut orang untuk percaya apa yg kita beritakan. Ketika kita tekun beritakan Injil, bisa jadi bulan lalu dia ga percaya minggu lalu juga ga percaya tapi 3 bulan lagi dia percaya karena kita terus tekun beritakan Injil. Jadi kita perlu follow up, perlu tindak lanjut. Ga cuma sekali kita beritakan Injil tapi berkali-kali. Coba ingat kembali ketika kita belajar matematika di sekolah SMP. Apakah ketika guru menjelaskan sekali saja kita langsung mengerti? Tidak kan? Sang guru perlu menjelaskan materi berkali-kali, berikan latihan soal pun berkali-kali, kemudian beberapa hari kemudian murid akan mengerti. Sama halnya dengan beritakan kabar baik. Kita harus belajar tekun, setia dan terus melakukannya hingga di waktu yg indah, mereka yg dulunya menolak Injil kini mau percaya pada kabar baik itu.
Saudaraku, mereka yg awalnya menolak kabar kebangkitan Tuhan Yesus kini sudah percaya bahwa Yesus bangkit setelah Yesus sendiri menampakkan diri kepada para murid. Hal itu pula yang menggerakkan para murid untuk beritakan Injil keselamatan dengan berani, berapi-api dan penuh semangat. Mereka bahkan berani menderita, sengsara bahkan mati demi pekabaran Injil. Banyak juga para pengijil dan misionaris yg rela menderita, kesusahan dan hadapi banyak kesulitan untuk dapat memberitakan Injil bagi banyak orang yg belum terima keselamatan. Para misionaris ini bukanlah saksi mata kebangkitan Yesus. Mereka tidak melihat namun percaya. Mereka tidak menyaksikan Yesus secara langsung tapi berani mati untuk beritakan Injil. Inilah teladan yg perlu kita ikuti. Jangan kita diam, takut dan bungkam. Mari buka mulut beritakan Injil keselamatan sehingga banyak orang percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Juruselamat.
Puji Tuhan, hari ini kita sudah belajar
☆ Menuntut ingin melihat dulu baru percaya adalah sikap mau menguji dan mencobai Tuhan
☆ Perlu ketekunan dan kesetiaan untuk beritakan kabar baik sehingga dia yg dulu menolak kini mau percaya Injil
☆ Orang yg percaya kepada Yesus sungguh-sungguh akan beritakan Injil dan rela menderita bahkan mati demi misi tersebut
Tuhan Yesus menopang kita. Amin 😇🤍✨
Kutipan
Tetaplah tekun dan setia beritakan Injil meski saat ini dia masih menolak dan tidak percaya terhadap kabar baik yg kau beritakan
29-05-2023
RP
Komentar
Posting Komentar