KASIH SAUDARA KANDUNG

(Kej 45:14) Lalu dipeluknyalah leher Benyamin, adiknya itu, dan menangislah ia, dan menangis pulalah Benyamin pada bahu Yusuf. (Kej 45:15) Yusuf mencium semua saudaranya itu dengan mesra dan ia menangis sambil memeluk mereka. Sesudah itu barulah saudara-saudaranya bercakap-cakap dengan dia.


Shalom, Saudaraku.. Apa kabarnya hari ini? Kiranya kita senantiasa hidup di dalam kasih TUHAN ya..


Saudaraku, Yusuf memiliki kelembutan hati yang sangat besar. Dia sangat sayang sama adeknya, sama Benyamin. Yusuf dan Benyamin lahir dari rahim yang sama, yakni dari Rahel. Mereka punya ikatan batin yang sangat dekat. Sebagai saudara kandung, kita pun harus punya ikatan batin yang dekat. Kita harus bangun relasi yang dekat, indah dan harmonis dengan saudara kandung kita sendiri. Ingat, kita lahir dari rahim yang sama dengannya. Kita tinggal bersama-sama selama bertahun-tahun dengan saudara kandung. Kita harus bangun kedekatan dan keharmonisan di setiap tahun yang kita lalui. Jangan sampai kita marah-marahin, benci dan bertengkar. Jangan sampai ada keributan yang memanas dan berlarut-larut dengan saudara kandung. Sebaliknya kita harus menaruh kasih yang besar kepada mereka. Kita harus menyayangi saudara kandung kita dengan tulus.


Saudaraku, Yusuf pun mencium abang-abangnya yang satu ayah namun tidak seibu. Mereka yang telah menganiaya Yusuf justru mendapat ciuman mesra dari sang adik yang hatinya sangatlah lemah lembut. Cium dan peluk dari Yusuf terhadap abang-abangnya yang telah berlaku jahat di masa lalu merupakan tanda dari rekonsiliasi, dari pemulihan hubungan yang sungguh mempesona. Yusuf sungguh menerapkan prinsip membalas kejahatan dengan kebaikan, mengasihi orang yang membencinya. Ini adalah kasih yang sangat agung dan mulia. Kita harus menerapkan kasih ini sepanjang usia kita. Ketika kita diperlakukan tidak adil, kita dibenci oleh orang lain, maka itu adalah kesempatan bagi kita untuk menyatakan kasih dan sayang kepada mereka. Itulah kesempatan bagi kita untuk menggunakan pikiran dan perasaan yang terdapat dalam Kristus Yesus sehingga kita bisa mengampuni mereka.


Saudaraku, kita juga membaca bahwa abang-abang Yusuf mulai bercakap-cakap dengan dia. Yes, banyak kisah yang harus dipercakapkan selama 22 tahun tidak bertemu. Percakapan ini pasti sangat indah, saya yakin abang-abang Yusuf pun menyesali diri dan meminta maaf sejadi-jadinya kepada Yusuf. Abang-abang Yusuf sudah alami transformasi, perubahan hidup yang besar terjadi dalam diri mereka. Kasih yang Yusuf nyatakan menjadi teladan yang begitu besar dan menyentuh hati abang-abangnya. Mari kita berkhotbah bukan hanya dengan kata tapi dengan perbuatan. Mari kita mengajar bukan hanya dengan ucapan bibir melainkan dengan teladan nyata. Yusuf sungguh memberi pelajaran berharga sebab dia sama sekali tidak menaruh dendam dan menjebloskan mereka semua pada kesusahan. Sebaliknya Yusuf mengasihi mereka, mencium mereka dengan mesra, memeluk dan mau ngobrol dengan mereka. Sungguh, inilah yang dinamakan dengan kerukunan. Inilah keharmonisan yang begitu indah di tengah saudara kandung.


Puji TUHAN hari ini kita sudah belajar dan mau menerapkan 3 hal, yaitu

1. Saya mau mengasihi saudara kandung saya dengan kasih yang tulus.

2. Saya mau mengampuni orang yang bersalah kepada saya dan menaruh kasih sayang kepada mereka.

3. Saya mau memberi teladan nyata dan perbuatan kasih untuk mengajar sauadara kandungku mengenai kasih.

Tuhan Yesus mengasihi kita semua. Amin..


Kutipan

Hubungan antar saudara kandung haruslah damai, indah dan harmonis.


10-01-2024

Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERKAT YUSUF PART 4 (TERAKHIR)

PEMELIHARAAN TUHAN TIDAK PERNAH GAGAL 👣🍞✨

BANYAK PENASIHAT