MARILAH DEKAT-DEKAT

(Kej 45:3) Dan Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya: "Akulah Yusuf! Masih hidupkah bapa?" Tetapi saudara-saudaranya tidak dapat menjawabnya, sebab mereka takut dan gemetar menghadapi dia. (Kej 45:4) Lalu kata Yusuf kepada saudara-saudaranya itu: "Marilah dekat-dekat." Maka mendekatlah mereka. Katanya lagi: "Akulah Yusuf, saudaramu, yang kamu jual ke Mesir.


Shalom, Saudaraku… Apa kabarnya hari ini..? Kiranya kita selalu sehat, baik dan bersemangat…


Saudaraku, akhirnya Yusuf memperkenalkan diri kepada saudara-saudaranya. Selama ini Yusuf mengenal mereka tapi tidak ada satu pun dari mereka yang mengenal Yusuf. Di Mesir, tidak ada nama Yusuf, yang ada adalah nama Zafnat-Paaneah, yakni nama yang dianugerahkan oleh Firaun kepada Yusuf. Setelah Yusuf menyatakan dirinya kepada mereka untuk pertama kalinya, mereka semua tidak bisa menjawab, takut dan gemetar. Semuanya di luar dugaan. Mereka ga bisa mempercayai hal tersebut karena umumnya orang yang dijual jadi budak ya ga mungkin bisa jadi penguasa. Orang yang dijual hanya akan menjadi pecundang dan orang buangan yang tidak ada harganya. Tapi kenyataannya tidak begitu. Yusuf justru yang menjadi penguasa di tanah Mesir, di negara adidaya. Semua hal ini di luar nalar, di luar logika dan di luar pikiran manusia. Mereka tidak sanggup mempercayainya. Mereka terkejut dan gemetar. Mereka telah sujud sampai ke tanah di hadapan Yusuf dan tak sadar bahwa mimpi Yusuf ternyata telah digenapi. Yes, ini sungguh menyatakan bahwa Allah kita sanggup melakukan sesuatu melampaui segala akal dan pikiran. TUHAN sanggup angkat orang rendah menjadi tinggi, orang yang dijual jadi orang yang berkuasa, orang yang dibenci jadi orang yang paling dibutuhkan keberadaannya. Sungguh luar biasa..!!


Saudaraku, Yusuf menyatakan diri lagi untuk yang kedua kalinya dengan mengajak mereka datang mendekat. Oh betapa mesranya, betapa indahnya ajakan ini. Mereka yang ragu harus mendekat. Kenapa kita ragu? Karena kita masih terlalu jauh, karena kita masih pakai akal dan pikiran kita sendiri, pakai konsep sendiri. Supaya kita bisa percaya, kita harus mendekat, kita harus mendengar lebih jelas, kita perlu penegasan lebih lanjut. Yes, kita harus mendekat. Apakah kita sudah percaya kepada Yesus seutuhnya? Kalau belum, mari kita datang kepada Yesus lebih dekat. Kita harus datang kepada-Nya, mendengar suara-Nya lebih jelas dan mendapatkan konfirmasi lagi dan lagi. Kita perlu itu semua. Banyak orang yang masih ragu dan tidak percaya pada pernyataan pertama. Tapi setelah dinyatakan berkali-kali, dia bisa percaya dan menaruh iman. Yes, kita harus ajak orang untuk datang kepada Yesus lebih dekat, dekat dan semakin dekat. Kenapa..? Karena jauh dari Allah itu bikin gelisah dan gundah gulana sedangkan hanya dekat dengan Allah saja aku tenang.


Saudaraku, untuk lebih mengingatkan dan meyakinkan lagi saudara-saudaranya, Yusuf mengatakan, “Akulah Yusuf, saudaramu yang kamu jual ke Mesir.” Wouw, hanya abang-abangnya yang tahu perkara ini. Ga ada yang tahu, intel terhebat pun ga tahu bahwa abang-abangnya yang telah menjual Yusuf ke tanah Mesir. Hal ini sangat menusuk hati mereka, sangat mengingatkan mereka bahwa yang ada di hadapan mereka adalah Yusuf. Saya jadi teringat dengan pernyataan Yesus kepada Saulus. Saat itu, Yesus menampakkan diri kepada Saulus dan memperkenalkan diri-Nya dengan kalimat, “Akulah Yesus yang kau aniaya itu.” Yesus tidak menyatakan dirinya sebagai Raja atau penguasa tapi sebagai orang yang dianiaya itu. Kesesakan yang pernah dialami akan membuat orang lain ingat terhadap kita. Perbuatan jahat yang mereka lakukan terhadap kita akan membuat mereka malu, menyesal dan bertobat. Tak apa ketika kita ingatkan sesuatu berkenaan dengan perbuatan jahat atau dosa orang lain, sebab dosa itu harus dibereskan dengan pengampunan. Sungguh, ada kesamaan antara Yusuf dan Yesus. Yusuf menjadi lambang Yesus di kitab Kejadian.


Puji TUHAN, hari ini kita sudah belajar dan mau menerapkan 3 hal, yaitu 

1. Saya mau percaya bahwa TUHAN sanggup melakukan sesuatu melampaui segala akal dan pikiran.

2. Saya mau dekat dengan Allah sehingga saya tenang.

3. Saya mau mengingatkan kesalahan orang lain terhadap saya supaya ia mengakuinya, menyesalinya dan bertobat.

Tuhan Yesus menjamah kita. Amin..


Kutipan

Datanglah mendekat kepada TUHAN sehingga hatimu tenang dan engkau makin mengenal Dia.



05-01-2024

Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERKAT YUSUF PART 4 (TERAKHIR)

PEMELIHARAAN TUHAN TIDAK PERNAH GAGAL 👣🍞✨

BANYAK PENASIHAT