TETESAN AIR MATA
(Kej 45:1) Ketika itu Yusuf tidak dapat menahan hatinya lagi di depan semua orang yang berdiri di dekatnya, lalu berserulah ia: "Suruhlah keluar semua orang dari sini." Maka tidak ada seorangpun yang tinggal di situ bersama-sama Yusuf, ketika ia memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya. (Kej 45:2) Setelah itu menangislah ia keras-keras, sehingga kedengaran kepada orang Mesir dan kepada seisi istana Firaun.
Shalom, Saudaraku… Kiranya hari ini kita bersukacita dan bersukaria di dalam TUHAN.
Saudaraku, ujian yang Yusuf berikan kepada saudara-saudaranya telah menyatakan bahwa ada banyak perubahan terjadi dari karakter mereka semua. Mereka dulunya keji tapi kini penuh belas kasihan kepada adik bungsunya dan penuh hormat kepada ayahnya. Yusuf sangat bangga, terharu dan senang dengan apa yang dia lihat, dengar dan saksikan dari mereka. Hal itu membuat hatinya tidak tahan. Dia menyuruh semua pegawainya keluar sehingga hanya ada dia dan saudara-saudaranya. Setelah semua keluar, menangislah Yusuf keras-keras sampai kedengaran oleh seisi istana Firaun. Waw waw waw… Ini adalah tangisan haru, tangisan yang tersentuh karena pertobatan. Pengakuan yang rendah hati dari saudara-saudaranya telah membuat hati Yusuf begitu tersentuh. Hatinya yang lemah lembut alami jamahan oleh karena karakter yang membaik. Hendaknya kita pun miliki hati yang lemah lembut, yang merindukan pertobatan dari orang-orang yang hidup dalam kejahatan dan kegelapan di masa lalu. Hati kita harus menantikan pertobatan dan menantikan kasih karunia Allah turun atas mereka.
Saudaraku, saya jadi teringat dengan kisah perumpamaan anak yang hilang. Anak yang jahat dan kurang ajar ini mengakui dosanya dan kembali ke rumah bapa. Sang bapa yang telah menanti di rumah melihat anak bungsunya dari kejauhan. Kemudian sang bapa berlari mendapatkan dia, memeluk dan merangkulnya dengan rasa haru. Waw, sungguh keadaan yang indah. Inilah hati bapa, yaitu hati yang merindukan kepulangan anak-anaknya yang hilang, hati yang merindukan pertobatan, hati yang merindukan pemulihan. Air mata kita haruslah bernilai tinggi. Jangan sampai air mata mengucur karena ribut soal harta, warisan dan pertengkaran lainnya. Pertengkaran yang buruk dan jahat tidak boleh membuat air mata kita menetes. Tapi biarlah air mata kita mengucur dengan deras apabila itu terjadi karena salah seorang yang kau kasihi bertobat. Inilah yang harus terus kita doakan dan dambakan.
Saudaraku, saya mendapati beberapa keluarga bergumul karena ada anggota keluarganya yang hidup dalam kegelapan, hidup dalam kejahatan bahkan telah meninggalkan TUHAN dan memilih keyakinan lain. Hal itu sangat mendukakan keluarga. Lalu, apa yang harus mereka lakukan? Apakah diam dan biarkan saja? Jangan, kita harus berdoa bagi mereka yang terhilang dan tersesat dalam gelapnya dunia. Kita harus terus topang dalam doa, nasihat dan penghiburan. Kita harus bersedia diutus menjadi gembala bagi domba yang hilang. Gembala yang baik akan meninggalkan 99 domba yang baik demi mencari 1 domba yang hilang. 1 orang yang memerlukan pertobatan sangatlah berharga dibanding 99 orang yang tidak lagi memerlukan pertobatan. Mari kita terus berdoa sampai air mata kita menetes. Jangan biarkan hati kita apatis dan masa bodo dengan kebebalan dan keengganan mereka untuk mengikut TUHAN. Sebaliknya, teruslah berdoa dan mengusahakan pertobatan mereka sehingga kita akan mengucap syukur disertai derasnya air mata karena pertobatan mereka.
Puji TUHAN, hari ini kita sudah belajar dan mau menerapkan 3 hal, yaitu
1. Saya mau menantikan pertobatan orang-orang jahat
2. Saya mau membiarkan air mata saya menetes deras karena saya mendapati orang yang saya kasihi telah bertobat,
3. Saya mau berdoa dan mengusahakan pertobatan dari orang yang masih hidup dalam gelap dan kejahatan.
Tuhan Yesus menopang kita selalu. Amin..
Kutipan
Saya ingin air mata saya menetes deras karena pertobatan orang jahat.
04-01-2024
Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar