MARAHMU, JERATMU SENDIRI
(Amsal 29:22, TB) "Si pemarah menimbulkan pertengkaran, dan orang yang lekas gusar, banyak pelanggarannya."
Shalom, Saudaraku… semoga damai sejahtera dari Tuhan Yesus menyertai kita semua. π
Saudaraku, emosi itu wajar, tapi marah yang nggak dikendalikan bisa jadi bencana. π‘ Amsal ini menegaskan, orang yang gampang marah itu seperti korek api—sedikit gesekan langsung meledak. Dia bikin suasana jadi panas, hati jadi keras, dan hubungan jadi rusak. Biasanya, orang pemarah itu suka ngomong tanpa mikir dulu. Ujung-ujungnya, nyakitin orang lain dan juga dirinya sendiri. π₯Ί Dia lebih mentingin egonya sendiri ketimbang relasi yang ada. Dia ga mikirin bahwa relasi yang rusak bisa merugikan banget. Kita harus hati-hati ya dalam bicara. Jangan sampai dikuasai emosi negatif. Ngeri banget efeknya..!
Saudaraku, orang yang lekas gusar juga sering bikin keputusan yang ceroboh. Dia main tuduh, main bentak, main tinggal, padahal belum tentu dia tahu keseluruhan masalah. π Dan biasanya, orang seperti ini nggak cuma satu kali bikin masalah, tapi berkali-kali karena tidak belajar dari kesalahannya. Di sini dia bikin masalah, di sana dia bikin perkara dan di mana-mana dia bikin keributan karena dia ga bisa mengendalian emosi, amarahnya meluap-luap dan empatinya ga ada. Tuhan mau kita menjadi orang yang sabar, yang pikir panjang sebelum bereaksi, dan yang bisa membawa damai, bukan kekacauan. π
Saudaraku, mari kita latih diri untuk tenang di tengah situasi yang panas. Tarik napas dulu sebelum ngomong. Coba doakan dulu sebelum memutuskan. Jangan biarkan emosi memimpin kita, biarlah kasih dan hikmat Tuhan yang mengarahkan hati dan tindakan kita. Belajarlah untuk bicara lemah lembut, bicara dengan senyuman dan hati nurani yang bersih. Niat yang baik pasti menghasilkan kebaikan kok. Tapi kalau kita marah-marah, gimana keinginan kita mau dikabulkan? Yang ada orang malah kesel sama kita dan keinginan kita ga akan bisa terpenuhi. Jadi, ngomong itu harus terkendali, halus, sopan dan benar. πΏ Jadilah tenang supaya kita bisa berdoa, supaya kita bisa bangun hubungan dan supaya kita bisa jadi berkat buat banyak orang.
Tiga tekad hari ini:
1⃣ Saya mau belajar mengendalikan emosi, bukan dikuasai amarah. π€➝π
2⃣ Saya mau menjadi pembawa damai, bukan pembuat keributan. π€
3⃣ Saya mau jadi pribadi yang sabar, bijak, dan tidak cepat tersulut. π₯➝π§
Kutipan:
"Marah bisa meledakkan hati dan merusak relasi. Tapi sabar bisa menenangkan badai dan menyembuhkan luka."
22-04-2025
Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar