TERLALU DIMANJAKAN, AKHIRNYA MELAWAN

(Amsal 29:21, TB) "Siapa memanjakan hambanya sejak muda, akhirnya menjadikan dia keras kepala."


Shalom, Saudaraku… Tuhan Yesus memberkati kita hari ini! 🌞


Saudaraku, siapa sih yang nggak suka dimanja? Tapi ternyata, terlalu memanjakan seseorang — entah itu anak, bawahan, atau orang yang kita bimbing — bisa jadi bumerang! 😬 Ayat ini bilang bahwa kalau kita terlalu memanjakan hamba (atau orang yang kita pimpin) sejak muda, dia bisa jadi keras kepala di kemudian hari. Karena dari awal sudah dibiasakan semua keinginannya dituruti, akhirnya dia tidak belajar tanggung jawab, tidak kenal disiplin, dan susah dinasihati. 😀 Ada juga anak yang dikasih HP terus sama papa mamanya. Anak dimanja terus pake HP, dikasih Youtube dan games. Akhirnya apa? Anak jadi keras kepala, susah dibilangin. Ketika disuruh untuk matikan HP, dia akan ngambek, ngamuk bahkan melawan orang tua. Ini sangat mengerikan dan menyedihkan.


Saudaraku, kalau kita pikir dengan memberi semua yang dia mau itu bentuk kasih sayang, hati-hati, itu bisa malah merusak karakternya. 😒 Anak-anak yang dibesarkan tanpa batasan, cenderung sulit menerima aturan, merasa semua harus sesuai keinginannya, dan akhirnya nggak punya sikap hormat kepada orang lain. Begitu juga dalam pekerjaan — kalau karyawan selalu dimaklumi dan nggak pernah ditegur, akhirnya malah jadi seenaknya. Kasih bukan berarti memanjakan, tetapi mendidik dan membentuk. Kita harus berani tegas terhadap setiap kesalahan dan pelanggaran. Kita ga boleh merasa ga enak ketika harus menegur. Pemimpin harus belajar untuk tegas, jujur dan berani. Pemimpin yang ga berani tegas sudah seharusnya belajar untuk mundur dari posisinya supaya belajar dulu karakter tegas yang menjadi salah satu nilai penting dalam menjalani posisi sebagai pemimpin. πŸ’‘


Saudaraku, Tuhan mau kita jadi orang yang bisa menuntun dengan kasih dan ketegasan. Bukan jadi bos galak, tapi pemimpin yang bijaksana. Bukan jadi orang tua yang keras, tapi yang tahu kapan harus mendisiplin dan kapan harus memberi pelukan. 🀝 Jangan sampai kita menyesal karena terlalu longgar sejak awal. Yuk, kita belajar untuk tidak asal menuruti, tapi juga memberi batasan yang sehat supaya orang yang kita bimbing bisa tumbuh jadi pribadi yang tangguh dan rendah hati. πŸ™Œ Mari beri arahan yang pas, tidak terlalu keras, juga tidak terlalu memanjakan. Pelajari dan resapi setiap pesan firman TUHAN yang sudah banyak memberi pengajaran tentang mendidik, membimbing dan mengajar dengan proporsional. Kiranya TUHAN memberi kita hikmat dan hati yang bijaksana.


Tiga tekad hari ini:

1⃣ Saya tidak mau memanjakan orang lain sampai kehilangan arah. πŸ™…‍♂️

2⃣ Saya mau mendidik dengan kasih dan ketegasan. ❤️πŸ’ͺ

3⃣ Saya mau jadi pribadi yang rendah hati, bukan keras kepala. πŸ™‡‍♂️

Kutipan:


"Dimanjakan sejak awal bisa membuat hati jadi liar, tapi didikan yang benar menuntun pada kedewasaan."


21-04-2025

Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERKAT YUSUF PART 4 (TERAKHIR)

PEMELIHARAAN TUHAN TIDAK PERNAH GAGAL πŸ‘£πŸž✨

BANYAK PENASIHAT