KEMBALI KE TEMPAT YANG TUHAN TETAPKAN 🙏🏛️
📖 Ezra 5:15 (TB) — "Perintahnya kepadanya: Ambillah perlengkapan ini, pergilah dan taruhlah itu di dalam Bait Suci yang di Yerusalem, dan biarlah rumah Allah dibangun di tempatnya yang semula."
Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa Tuhan bukan hanya memulihkan apa yang telah hilang, tetapi juga mengembalikan umat-Nya kepada tujuan semula yang telah Dia tetapkan.
Saudaraku, Raja Koresh memerintahkan Sesbazar untuk membawa kembali seluruh perlengkapan Bait Allah ke Yerusalem. Menariknya, ia tidak berkata agar rumah Allah dibangun di tempat yang baru, tetapi "di tempatnya yang semula." Tuhan menghendaki agar Bait Allah dibangun kembali di lokasi yang telah Dia pilih sejak awal. Hal ini menunjukkan bahwa rencana Tuhan tidak berubah sekalipun waktu berlalu, keadaan berubah, atau umat-Nya pernah gagal. Yerusalem pernah hancur, Bait Allah pernah dibakar, dan umat pernah dibuang ke Babel. Namun tujuan Tuhan tetap sama. Apa yang telah Dia tetapkan tidak dibatalkan oleh kegagalan manusia. Demikian pula dalam hidup kita. Mungkin kita pernah menyimpang dari jalan Tuhan, kehilangan arah, atau meninggalkan panggilan yang Dia berikan. Namun Tuhan tetap memanggil kita untuk kembali kepada tujuan semula yang telah Dia rancangkan. Tuhan ingin kita kembali segambar dan serupa dengan Dia. Meskipun masa lalu begitu kelam, namun kasih Tuhan sanggup memulihkan hidup kita.
Saudaraku, perlengkapan Bait Allah juga harus dikembalikan ke tempat yang seharusnya. Selama berada di Babel, benda-benda itu kehilangan fungsi yang semestinya. Namun ketika dikembalikan ke Yerusalem, semuanya kembali dipakai untuk menyembah Tuhan. Bukankah sering kali hidup kita juga demikian? Pergaulan yg buruk pernah membuat kita melayani keinginan daging, menjadi hamba setan dan hidup dalam kegelapan. Namun, Tuhan sanggup memanggil kita keluar dari kegelapan menuju terang-Nya yg ajaib. Tuhan ingin agar kita bersekutu erat dengan Dia. Kita menjadi pribadi yg suka membaca firman Tuhan, memuji Tuhan, berdoa dan beribadah. Kita tidak lagi terikat dengan cara hidup yg lama dan sia-sia. Kita menjadi ciptaan baru yg senantiasa menyenangkan hati Tuhan.
Saudaraku, ayat ini juga mengajarkan bahwa pemulihan sejati bukan sekadar kembali memiliki apa yang pernah hilang, tetapi kembali berada di tempat yang Tuhan kehendaki. Tuhan ingin kita ada di dalam persekutuan yg memuliakan nama-Nya. Banyak dari kita masih berada dalam lingkaran setan. Saat ingin keluar dari tempat dan pergaulan yg salah, rasanya sulit, takut dan ragu. Memang, hal ini sangat menantang. Namun, kita harus merenung dengan hati yg murni. Ternyata lebih indah hidup di dalam Tuhan ketimbang hidup jauh dari Tuhan. Betapa ngerinya akhir hidup seseorang yg jauh dari Tuhan. Kita harus merenungkan bagian akhir hidup kita, jangan melulu memikirkan kenikmatan masa kini. Dengan memikirkan akhir hidup, maka kita akan bijaksana dalam memilih tempat mana yg perlu kita hidupi. Roh Kudus akan menuntun kita untuk tinggal di hadirat-Nya.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1️⃣ Saya mau kembali kepada kehendak Tuhan dalam setiap aspek kehidupan saya.
2️⃣ Saya mau menyerahkan kembali seluruh talenta dan hidup saya untuk dipakai bagi kemuliaan Tuhan.
3️⃣ Saya mau percaya bahwa Tuhan sanggup memulihkan saya kepada tujuan semula yang telah Dia tetapkan.
📌 Kutipan Hari Ini:
"Pemulihan terbesar bukanlah kembali memiliki apa yang hilang, tetapi kembali berada di tempat yang Tuhan kehendaki."
🗓️ Jumat, 24 Juli 2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar