DIPERSIAPKAN UNTUK DATANG KEPADA TUHAN πŸ™πŸ”₯

πŸ“– Ezra 6:20 (TB) — “Karena para imam dan orang-orang Lewi bersama-sama mentahirkan diri, sehingga tahirlah mereka sekalian. Demikianlah mereka menyembelih anak domba Paskah bagi semua orang yang pulang dari pembuangan, dan bagi saudara-saudara mereka, yakni para imam, dan bagi dirinya sendiri.”


Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa sebelum menikmati persekutuan dan penyembahan kepada Tuhan, umat-Nya perlu mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. 


Saudaraku, ayat ini mengatakan bahwa para imam dan orang-orang Lewi "bersama-sama mentahirkan diri." Mereka tidak menganggap pelayanan sebagai alasan untuk mengabaikan kekudusan. Justru karena mereka akan melayani Tuhan dan memimpin umat dalam Paskah, mereka terlebih dahulu mempersiapkan diri. Ini menjadi peringatan bagi kita yang melayani Tuhan. Jangan sampai kita sibuk mempersiapkan acara, materi, musik, khotbah, atau berbagai aktivitas pelayanan, tetapi lupa mempersiapkan hati sendiri. Kita bisa terlihat aktif di depan manusia, tetapi hati kita jauh dari Tuhan. Pelayanan yang benar harus dimulai dari kehidupan pribadi yang terus-menerus dibawa kepada Tuhan dalam pertobatan dan penyucian. Sebelum bertanya, "Apa yang harus saya lakukan untuk Tuhan?", kita perlu bertanya, "Bagaimana keadaan hati saya di hadapan Tuhan?" Saya ingat waktu zaman kuliah. Sebelum melayani, kita diarahkan untuk baca Alkitab dan puasa. Tujuannya apa? Supaya kita mempersiapkan roh kita di hadapan Tuhan, merendahkan diri di hadapan Tuhan serta memohon anugerah Tuhan dicurahkan bagi umat yg akan beribadah. Ini persiapan yg indah.


Saudaraku, setelah mereka mentahirkan diri, mereka menyembelih anak domba Paskah "bagi semua orang yang pulang dari pembuangan." Paskah kembali mengingatkan mereka bahwa mereka adalah umat yang diselamatkan oleh Tuhan. Mereka datang bukan karena merasa diri paling layak, tetapi karena membutuhkan kasih karunia dan keselamatan dari Allah. Bagi kita, hal ini menunjuk kepada Kristus sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Kita tidak dapat membersihkan diri dari dosa dengan kekuatan sendiri. Kekudusan kita bukanlah hasil kesombongan rohani, melainkan respons terhadap kasih karunia Kristus. Karena itu, ketika kita datang kepada Tuhan, kita datang dengan kerendahan hati, mengakui dosa, menerima pengampunan-Nya, dan membiarkan Roh Kudus terus menyucikan kehidupan kita. Sungguh indahnya bergantung penuh pada anugerah Allah sebab kasih-Nya lebih dari cukup.


Saudaraku, perhatikan bahwa para imam dan orang-orang Lewi juga menyembelih Paskah "bagi dirinya sendiri." Ini sangat penting. Mereka yang melayani orang lain juga membutuhkan keselamatan, pengampunan, dan penyucian dari Tuhan. Seorang pemimpin rohani tidak boleh merasa dirinya lebih tinggi daripada jemaat yang dilayaninya. Pelayan Tuhan tetap manusia yang membutuhkan anugerah setiap hari. Karena itu, jangan hanya rajin mendoakan orang lain tetapi lupa mendoakan diri sendiri. Jangan hanya mengajarkan pertobatan kepada orang lain tetapi lupa bertobat. Jangan hanya menuntun orang lain mendekat kepada Tuhan tetapi diri sendiri semakin jauh. Marilah kita terlebih dahulu datang kepada Kristus, Sang Anak Domba Allah, dan membiarkan Dia menyucikan hati kita. Dari kehidupan yang telah dipulihkan dan disucikan itulah pelayanan yang benar akan mengalir dan menjadi berkat bagi banyak orang. Mari kita jadi teladan, mari kita jadi orang yg menerima pengampunan dari Allah. Mari kita alami kebaikan Tuhan dan menjadi teladan bagi sesama.


✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:

1️⃣ Saya mau menjaga kekudusan hati sebelum melayani Tuhan dan sesama.

2️⃣ Saya mau terus datang kepada Kristus dalam pertobatan dan menerima kasih karunia-Nya.

3️⃣ Saya mau menjadi pelayan yang terlebih dahulu membiarkan Tuhan mengubahkan hidup saya.


πŸ“Œ Kutipan Hari Ini:

"Pelayanan yang berkenan kepada Tuhan dimulai dari hati seorang pelayan yang terlebih dahulu mau disucikan oleh-Nya."


πŸ—“️ Senin, 10 Agustus 2026

✍️ Rialdi Pasaribu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERKAT YUSUF PART 4 (TERAKHIR)

PEMELIHARAAN TUHAN TIDAK PERNAH GAGAL πŸ‘£πŸž✨

BANYAK PENASIHAT