JANGAN MELUPAKAN KARYA PENEBUSAN TUHAN π✝️
π Ezra 6:19 (TB) — “Dan pada tanggal empat belas bulan pertama mereka yang pulang dari pembuangan merayakan Paskah.”
Shalom, Saudara terkasih πΏ Firman hari ini mengajarkan bahwa setelah mengalami pemulihan, umat Tuhan perlu kembali mengingat karya penebusan-Nya.
Saudaraku, setelah Bait Allah selesai dibangun dan kehidupan ibadah kembali ditata, umat Israel merayakan Paskah. Paskah mengingatkan mereka kepada pembebasan Israel dari perbudakan Mesir dan kesetiaan Tuhan yang menyelamatkan umat-Nya. Bagi bangsa yang baru saja mengalami pembuangan, perayaan ini memiliki makna yang sangat dalam. Mereka pernah kehilangan tanah, Bait Allah, dan kebebasan, tetapi Tuhan membawa mereka kembali. Kini mereka merayakan Paskah sebagai umat yang telah mengalami pembebasan dan pemulihan. Ini mengajarkan bahwa kita perlu berhenti sejenak dan mengingat apa yang telah Tuhan lakukan dalam hidup kita. Ketika kita mengingat pertolongan-Nya di masa lalu, iman kita akan dikuatkan untuk menghadapi masa depan. Kita harus merayakan momen penting mengenai karya Allah di dalam hidup kita. Bersyukur kita bisa merayakan Jumat Agung, Paskah, Kenaikan Tuhan Yesus, pencurahan Roh Kudus juga Natal. Semua momen ini menyadarkan kita bahwa pusat keselamatan ialah Tuhan Yesus Kristus.
Saudaraku, Paskah bukan sekadar sebuah perayaan tahunan, tetapi sebuah peringatan bahwa keselamatan berasal dari Tuhan. Mereka tidak membebaskan diri mereka sendiri dari Mesir; Tuhanlah yang membebaskan mereka. Demikian pula keselamatan kita. Kita tidak diselamatkan karena kebaikan, usaha, atau prestasi kita, tetapi karena kasih karunia Tuhan melalui pengorbanan Kristus. Karena itu, semakin kita memahami karya penebusan Tuhan, semakin seharusnya hati kita dipenuhi ucapan syukur. Jangan pernah menganggap keselamatan sebagai sesuatu yang biasa. Setiap kali kita mengingat salib Kristus, kita diingatkan bahwa hidup kita telah ditebus dan sekarang menjadi milik-Nya. Hidup yang telah ditebus seharusnya menjadi hidup yang bersyukur, taat, dan dipersembahkan kepada Tuhan. Karya itu juga harus memicu diri kita untuk makin serupa dengan Kristus dan melakukan apa yg sudah Tuhan perbuat, yakni hidup dalam kasih dan pengorbanan.
Saudaraku, ada hubungan yang indah antara pembangunan Bait Allah dan perayaan Paskah. Setelah tempat ibadah dipulihkan, mereka kembali mengingat siapa yang telah menyelamatkan mereka. Ini menunjukkan bahwa pusat kehidupan umat Tuhan bukanlah bangunan, pelayanan, atau keberhasilan mereka, tetapi Allah yang menebus mereka. Demikian juga dalam hidup kita. Kita boleh mengalami keberhasilan dalam pekerjaan, keluarga, pelayanan, pendidikan, atau usaha, tetapi jangan sampai semua itu membuat kita lupa kepada Tuhan. Ketika Tuhan memberi kita kesempatan baru, jangan hanya berkata, "Betapa hebatnya saya bisa melewati semuanya." Sebaliknya, katakanlah, "Betapa setianya Tuhan yang telah membawa saya sampai di sini." Marilah kita menjadikan hidup kita sebagai kesaksian tentang kasih karunia-Nya, sehingga melalui hidup kita orang lain juga dapat mengenal Sang Penebus. Haleluya...
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1️⃣ Saya mau selalu mengingat dan mensyukuri karya penebusan Tuhan dalam hidup saya.
2️⃣ Saya mau hidup sebagai orang yang telah ditebus, bukan kembali hidup dalam perbudakan dosa.
3️⃣ Saya mau menjadikan setiap berkat dan pemulihan sebagai kesempatan untuk memuliakan Tuhan.
π Kutipan Hari Ini:
"Jangan hanya mengingat apa yang Tuhan berikan; ingatlah terutama siapa Tuhan yang telah menebus kita."
π️ Minggu, 9 Agustus 2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar