JANGAN MERASA KEBAL TERHADAP TEGURAN TUHAN 🙏🔥
📖 Ezra 10:18 (TB) — “Di antara kaum imam yang memperisteri perempuan asing terdapat: dari bani Yesua bin Yozadak, dengan saudara-saudaranya: Maaseya, Eliezer, Yarib dan Gedalya.”
Shalom, Saudara terkasih 🌿 Setelah mencatat bahwa persoalan umat Israel akhirnya diselesaikan, kitab Ezra mulai menyebutkan nama-nama orang yang terlibat, dimulai dari kalangan imam.
Saudaraku, hal ini sangat menarik karena para imam memiliki tanggung jawab khusus dalam pelayanan kepada Tuhan. Mereka seharusnya menjadi teladan dalam menjaga kekudusan, tetapi mereka pun ternyata terlibat dalam pelanggaran. Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa jabatan rohani, pengetahuan Alkitab, dan pengalaman pelayanan tidak otomatis membuat seseorang kebal terhadap dosa. Perhatikan bahwa daftar ini dimulai dari kaum imam. Mereka adalah orang-orang yang memiliki tanggung jawab untuk melayani Tuhan dan menuntun umat dalam kehidupan rohani. Namun, kedudukan mereka tidak membuat pelanggaran mereka diabaikan. Ini mengajarkan bahwa semakin besar tanggung jawab yang dipercayakan kepada seseorang, semakin serius pula ia harus menjaga kehidupannya. Kita bisa menjadi pengurus gereja, pelayan firman, pemimpin pujian, atau orang yang dikenal rajin beribadah, tetapi semua itu tidak menggantikan kebutuhan kita untuk terus bertobat. Jangan sampai kita sibuk melayani Tuhan di depan banyak orang, tetapi mengabaikan kehidupan kita sendiri di hadapan-Nya.
Saudaraku, ayat ini juga menyebutkan nama-nama orang secara jelas. Pelanggaran mereka tidak disamarkan hanya karena mereka berasal dari keluarga imam. Dalam Alkitab, Tuhan tidak menilai seseorang berdasarkan nama besar, jabatan, atau reputasinya semata. Dia melihat kehidupan kita yang sesungguhnya. Namun, kita perlu berhati-hati: ayat ini tidak mengajarkan bahwa setiap orang yang namanya dicatat dalam Alkitab hanya dikenang karena kegagalannya. Justru pencatatan ini memperlihatkan keseriusan pertanggungjawaban umat di hadapan Tuhan. Kita tidak dipanggil untuk mempermalukan orang yang jatuh, melainkan untuk belajar bahwa tidak seorang pun boleh merasa terlalu penting untuk dikoreksi atau terlalu rohani untuk mengakui kesalahan. Di beberapa gereja, ada yang menerapkan disiplin gereja dengan menyebutkan nama jemaatnya tetapi pelanggarannya tidak dicantumkan secara terang-terangan, biasanya menggunakan rujukan pasal/ADRT/sejenisnya. Kita harus menjaga diri dan taat kepada Allah. Jangan sampai terjerat dalam dosa yang serius.
Saudaraku, yang paling berbahaya bukanlah ketika seseorang menyadari bahwa dirinya telah berdosa, melainkan ketika ia mulai merasa bahwa dosa-dosanya dapat dimaklumi karena status dan pelayanannya. Kita bisa saja berpikir, “Saya sudah lama melayani,” “Saya banyak berjasa,” atau “Saya lebih memahami firman daripada orang lain.” Namun, tidak ada pencapaian rohani yang dapat menjadi alasan untuk mengabaikan ketaatan. Bahkan orang yang mengajar orang lain tetap perlu membiarkan firman Tuhan mengoreksi dirinya sendiri. Karena itu, marilah kita melayani dengan kerendahan hati, bukan dengan perasaan lebih suci. Kita semua membutuhkan anugerah Tuhan, dan hanya hati yang mau dikoreksi yang dapat terus bertumbuh dalam kekudusan. Jangan merasa sudah pendeta, penatua, diaken atau pintar firman TUHAN, maka kita menjadi sombong dan tidak mau bertobat. Ini akan sangat bahaya. Jangan seperti orang Farisi dan ahli Taurat yang kelihatannya suci tetapi dalamnya kotor. Mari kita selalu rendah hati dan bergantung penuh pada anugerah Allah.
✝️ Tiga Komitmen Hari Ini:
1. Saya tidak akan menjadikan jabatan, pengalaman, atau pelayanan sebagai alasan untuk membenarkan kesalahan saya.
2. Saya akan membiarkan firman Tuhan mengoreksi kehidupan saya sebelum saya mengoreksi orang lain.
3. Saya akan menanggapi kejatuhan orang lain dengan keseriusan terhadap dosa, tetapi tetap dengan kerendahan hati dan kasih.
📌 Kutipan Hari Ini:
“Jabatan rohani tidak membuat kita kebal terhadap dosa. Semakin besar kepercayaan yang Tuhan berikan, semakin besar pula tanggung jawab kita untuk hidup dalam kebenaran.”
Senin, 12 Oktober 2026
✍️ Rialdi Pasaribu
Komentar
Posting Komentar