Postingan

MENJAGA DAMAI DENGAN MENJAUHI FITNAH

(Amsal 26:20) “Bila kayu habis, padamlah api; bila pemfitnah tak ada, redalah pertengkaran.” Shalom, Saudaraku... Apa kabarnya hari ini? Kiranya kasih dan damai Tuhan selalu menyertai kita dalam setiap langkah hidup kita. Saudaraku, ayat ini mengajarkan kita tentang betapa bahayanya fitnah dan gosip dalam kehidupan. Fitnah seperti kayu yang memberi bahan bakar untuk api—tanpa itu, api akan padam. Begitu juga, tanpa adanya pemfitnah, pertengkaran akan mereda dengan sendirinya. Fitnah itu sangat kejam bahkan banyak orang berkata bahwa fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan. Fitnah adalah informasi palsu dan tuduhan yang tidak benar terhadap orang lain. Banyak orang menggunakan fitnah untuk mempertahankan dan membela diri. Ini jelas sangat mencoreng hati nurani kita sebagai mahluk yang memiliki unsur roh. Fitnah akan membuat orang terluka, tersakiti dan hancur hidupnya. Ada orang yang punya duit banyak lalu ia hendak membela diri, padahal dia adalah seorang penjahat. Dia membela diri den...

JANGAN BERMAIN DENGAN KATA-KATA

(Amsal 26:18-19) “Seperti orang gila menembakkan panah api, panah dan maut, demikianlah orang yang memperdaya sesamanya dan berkata: ‘Aku hanya bersenda gurau.’” Shalom, Saudaraku... Apa kabarnya hari ini? Kiranya kasih dan damai Tuhan selalu menyertai kita dalam setiap langkah hidup kita. Saudaraku, ayat ini memberikan peringatan keras tentang bahaya perkataan yang tidak bertanggung jawab. Orang yang memperdaya atau menyakiti orang lain dengan kata-kata, lalu menganggapnya sebagai lelucon, disamakan dengan orang gila yang menembakkan panah api—berbahaya, menghancurkan, dan tidak terkendali. Ada orang yg bunuh diri karena dirinya diejek, dicemooh dan menjadi bahan olok-olok oleh teman-temannya. Bercanda sambil menghina adalah tindakan yang sangat menyakitkan dan melukai. Bagi orang yg mengejek, tampak biasa dan aman-aman saja tetapi bagi yg dihina, hatinya sangat hancur dan remuk. Kita tidak boleh menganggap rendah hal tersebut.. Saudaraku, mari kita renungkan: Apakah kita pernah mengu...

BIJAK DALAM MENYIKAPI PERSELISIHAN

(Amsal 26:17) “Orang yang ikut campur dalam pertengkaran orang lain adalah seperti orang yang menangkap telinga anjing yang berlalu.” Shalom, Saudaraku... Apa kabarnya hari ini? Kiranya kasih dan damai Tuhan selalu menyertai kita dalam setiap langkah hidup kita. Saudaraku, ayat ini memberikan gambaran yang kuat tentang bahaya ikut campur dalam pertengkaran yang bukan urusan kita. Menangkap telinga anjing yang sedang berjalan adalah tindakan berbahaya—anjing itu bisa marah dan menggigit kita. Demikian juga, jika kita mencampuri konflik orang lain tanpa kebijaksanaan, kita bisa terkena dampak buruknya. Kita yang awalnya bebas dari masalah bisa jadi terseret dalam perselisihan, pertengkaran dan pertikaian. Awalnya aman dan tenang jadi kacau dan kelabakan. Maka kita tidak boleh ikut campur dalam masalah yang orang lain sedang alami. Apalagi kalau kita datang cuma sekadar ingin tahu urusan orang lain lalu ga sengaja kita jadi merasa kesal, ngomongin lalu jadi timbul rasa benci. Ini akan san...

RENDAH HATI UNTUK BELAJAR

(Amsal 26:16) “Si pemalas menganggap dirinya lebih bijak daripada tujuh orang yang menjawab dengan bijaksana.” Shalom, Saudaraku... Apa kabarnya hari ini? Kiranya kasih dan damai Tuhan selalu menyertai kita dalam setiap langkah hidup kita. Saudaraku, ayat ini memberikan peringatan yang tegas tentang kesombongan orang malas. Mereka bukan hanya enggan bekerja, tetapi juga menolak belajar. Mereka merasa diri paling benar dan tidak mau menerima nasihat, bahkan dari orang-orang bijak. Akibatnya, mereka tetap berada dalam keadaan yang sama tanpa pertumbuhan atau perubahan. Sedih sekali, seharusnya orang bodoh itu mau rajin supaya bisa menjadi bijaksana dan pintar tetapi sayangnya mereka sombong sehingga malas belajar dan menganggap rendah setiap nasihat dan didikan. Sungguh memprihatinkan. Kalau kita merasa kurang dalam pengetahuan, minimal kita mau mengakuinya lalu kita beralih dari kemalasan pada kerajinan sehingga kita bisa memperbaiki diri. Jangan kita menetap dalam kebodohan dan kesombo...

JANGAN SETENGAH HATI

(Amsal 26:15) “Si pemalas mencelupkan tangannya ke dalam pinggan, tetapi ia terlalu lelah untuk mengembalikannya ke mulutnya.” Shalom, Saudaraku... Apa kabarnya hari ini? Kiranya kasih dan damai Tuhan selalu menyertai kita dalam setiap langkah hidup kita. Saudaraku, ayat ini memberikan gambaran yang tajam tentang seseorang yang memulai sesuatu tetapi tidak menyelesaikannya. Orang malas mungkin sudah berusaha, sudah memulai, tetapi mereka tidak memiliki ketekunan untuk menyelesaikan apa yang sudah dimulai. Bahkan untuk sesuatu yang seharusnya sederhana—seperti membawa makanan ke mulut—mereka tetap tidak mau berusaha lebih. Betapa mengerikannya orang malas. Untuk mewujudkan mimpinya sendiri saja ia malas apalagi memenuhi harapan orang lain. Orang malas hanya akan membuat sesamanya menjadi susah. Orang malas akan menjadi beban dan kepedihan bagi keluarganya. Saudaraku, mari kita renungkan: Adakah hal dalam hidup kita yang sudah kita mulai tetapi belum kita selesaikan? Mungkin kita sudah m...

TERUS BERGERAK, JANGAN HANYA BERPUTAR

(Amsal 26:14) “Seperti pintu berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di tempat tidurnya.” Shalom, Saudaraku... Apa kabarnya hari ini? Kiranya kasih dan damai Tuhan selalu menyertai kita. Saudaraku, ayat ini memberikan gambaran yang jelas tentang seorang pemalas. Seperti pintu yang hanya berputar pada engselnya tanpa pernah berpindah tempat, demikianlah orang yang malas—bergerak tetapi tidak menghasilkan apa-apa. Mereka mungkin berpikir atau merencanakan sesuatu, tetapi tidak pernah benar-benar mengambil tindakan nyata. Mereka hanya berputar di tempat, tidak melangkah maju, tidak bertumbuh, dan akhirnya kehilangan banyak kesempatan dalam hidup. Orang rajin dan orang malas sama-sama punya waktu 24 jam tetapi orang malas cuma menghabiskan waktu tanpa menghasilkan dampak positif sedangkan orang rajin mengisi waktunya dengan bijak sehingga ada kebaikan dan pengaruh positif yg ia berikan bagi dirinya sendiri dan orang di sekitarnya. Saudaraku, mari kita renungkan: Apakah kita sering ...

BERHENTI MENCARI ALASAN

(Amsal 26:13) “Berkatalah si pemalas: ‘Ada singa di jalan! Ada singa di lorong!" Shalom, Saudaraku... Bagaimana kabarnya hari ini? Kiranya sukacita dan damai Tuhan selalu memenuhi hati kita. Saudaraku, ayat ini menyampaikan gambaran yang sangat menarik tentang sifat malas. Pemalas sering kali menciptakan alasan untuk menghindari tanggung jawab atau pekerjaan. Mereka menggambarkan halangan yang tidak masuk akal, seperti mengatakan ada singa di jalan, untuk membenarkan ketidakaktifan mereka. Padahal, kemungkinan ada singa di jalan itu sangat kecil. Sikap seperti ini menggambarkan bagaimana seseorang dapat membuat alasan yang berlebihan untuk menutupi kemalasan mereka. Orang malas akan cari-cari alasan supaya mereka tidak mencoba dan tidak harus alami kegagalan. Inilah gelar untuk orang malas, yaitu S.Pa alias spesialis pencari alasan. Mereka tidak pintar dalam bekerja tapi mereka sangat pintar dalam membuat alasan. Kita harus menghindari diri dari gelar S.Pa. Saudaraku, mari kita re...