Postingan

HATI YANG HANCUR KETIKA MENYADARI DOSA 🙏🔥

📖 Ezra 9:3 (TB) — “Ketika aku mendengar perkataan itu, maka aku mengoyakkan pakaianku dan jubahku dan aku mencabut rambut kepalaku dan janggutku dan duduklah aku tertegun.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini menggambarkan respons Ezra ketika mendengar laporan tentang ketidaksetiaan umat Israel.  Saudaraku, Ezra sangat terpukul sampai mengoyakkan pakaian dan jubahnya, mencabut rambut kepala dan janggutnya, lalu duduk dalam keadaan tertegun. Tindakan mengoyakkan pakaian dan mencabut rambut merupakan ungkapan duka dan kesedihan yang sangat mendalam dalam konteks budaya saat itu. Ezra tidak mendengar berita tersebut sebagai informasi biasa. Ia memahami bahwa yang terjadi menyangkut hubungan umat dengan Tuhan. Responsnya menunjukkan betapa seriusnya ia memandang dosa dan ketidaksetiaan umat. Kita tidak boleh bersikap biasa aja ketika mendengar suatu dosa terjadi dalam umat Tuhan. Ini adalah hal yg sangat serius. Jangan juga bersifat masa bodo, emang gue pikiran dan sejenisnya. Kita h...

MENJAGA KEKUDUSAN DI TENGAH KOMPROMI 🙏🔥

📖 Ezra 9:2 (TB) — “Karena mereka telah mengambil isteri dari antara anak perempuan orang-orang itu untuk diri sendiri dan untuk anak-anak mereka, sehingga bercampurlah benih yang kudus dengan penduduk negeri, bahkan para pemuka dan penguasa-lah yang lebih dahulu melakukan perbuatan tidak setia itu.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Mari terus bertumbuh di dalam Tuhan ya.. Saudaraku, ayat ini menjelaskan lebih jauh masalah yang dilaporkan kepada Ezra. Orang Israel telah mengambil istri dari bangsa-bangsa penduduk negeri, bahkan hal tersebut dilakukan juga oleh para pemuka dan penguasa. Akibatnya, terjadi percampuran antara umat yang disebut sebagai “benih yang kudus” dengan bangsa-bangsa yang hidup dalam praktik yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Kalau zaman now, ini disebut perkawinan beda agama. Apakah di Indonesia diizinkan? Sebenernya nda boleh... Dalam aturan negara aja ga dianjurkan, apalagi di dalam kekristenan. Kita juga ga boleh kawin dengan yg berbeda keyakinan. Kita harus c...

JANGAN KEHILANGAN IDENTITAS DI TENGAH LINGKUNGAN 🙏🔥

📖 Ezra 9:1 (TB) — “Sesudah semuanya itu terlaksana datanglah para pemuka mendekati aku dan berkata: ‘Orang-orang Israel awam, para imam dan orang-orang Lewi tidak memisahkan diri dari penduduk negeri dengan segala kekejiannya, yakni dari orang Kanaan, orang Het, orang Feris, orang Yebus, orang Amon, orang Moab, orang Mesir dan orang Amori.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Mari kita terus hidup di dalam kasih dan kebaikan Tuhan. Saudaraku, setelah perjalanan Ezra dan rombongan tiba di Yerusalem serta berbagai tugas mereka terlaksana, muncul persoalan serius di tengah umat. Para pemuka datang kepada Ezra dan melaporkan bahwa orang Israel, termasuk para imam dan orang Lewi, tidak memisahkan diri dari penduduk negeri yang melakukan praktik-praktik yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Ini merupakan bahaya karena pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. Banyak orang terjerembab dalam kecemaran karena ada di tengah-tengah orang fasik. Maka kita harus selektif dalam hal bergaul. B...

TUHAN MEMBUKA JALAN MELALUI KEWENANGAN YANG DIBERIKAN-NYA 🙏🔥

📖 Ezra 8:36 (TB) — “Mereka menyampaikan juga surat perintah raja kepada wakil-wakil raja dan bupati-bupati daerah sebelah barat sungai Efrat, dan orang-orang itu memberi sokongan kepada bangsa kita dan kepada rumah Allah.”  Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini berbicara tentang rombongan Ezra yang menyampaikan surat perintah raja kepada para wakil dan bupati di wilayah sebelah barat Sungai Efrat.  Saudaraku, dalam konteksnya, Ezra dan rombongannya telah tiba di Yerusalem setelah perjalanan dari Babel. Mereka membawa surat keputusan raja yang sebelumnya diberikan untuk mendukung perjalanan dan pekerjaan mereka. Surat tersebut kemudian disampaikan kepada para pejabat pemerintahan di wilayah yang bersangkutan. Kita harus ambil bagian untuk berkolaborasi dengan beberapa orang dalam mendukung pekerjaan TUHAN. Kita tidak bisa bergerak sendiri, kita perlu bantuan pihak lain. Kita harus bergotong royong, saling menguatkan, saling mendukung dan saling menopang. Gereja pun sering menda...

MEMPERSEMBAHKAN YANG TERBAIK SETELAH MENGALAMI PERTOLONGAN TUHAN 🙏🔥

📖 Ezra 8:35 (TB) — “Pada waktu itu juga orang-orang yang telah kembali dari penawanan, yakni mereka yang pulang dari pembuangan, mempersembahkan sebagai korban bakaran kepada Allah Israel: lembu jantan dua belas ekor untuk seluruh Israel, domba jantan sembilan puluh enam ekor, anak domba tujuh puluh tujuh ekor, kambing jantan sebagai korban penghapus dosa dua belas ekor, semuanya itu sebagai korban bakaran bagi TUHAN.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini berbicara tentang umat Israel yang baru kembali dari pembuangan dan kemudian mempersembahkan korban bakaran kepada Allah Israel.  Saudaraku, konteksnya terjadi setelah perjalanan Ezra dan rombongan dari Babel menuju Yerusalem. Mereka telah mengalami perlindungan Tuhan sepanjang perjalanan dan berhasil tiba dengan selamat. Setelah sampai, mereka tidak langsung berfokus pada diri sendiri, tetapi datang kepada Tuhan dengan membawa korban persembahan. Sungguh ini yg perlu kita berikan sebagai respons terima kasih kita kepada Tuhan. S...

SETIAP KEPERCAYAAN HARUS DIPERTANGGUNGJAWABKAN 🙏🔥

📖 Ezra 8:33 (TB) — “Maka pada hari yang keempat ditimbanglah perak dan emas dan perlengkapan-perlengkapan itu di dalam rumah Allah kami di bawah pengawasan imam Meremot bin Uria, yang didampingi oleh Eleazar bin Pinehas, dan mereka dibantu oleh Yozabad bin Yesua dan Noaja bin Binui, orang-orang Lewi.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini berbicara tentang proses penyerahan dan pemeriksaan kembali perak, emas, serta perlengkapan yang telah dibawa dari Babel.  Saudaraku, perhatikan bahwa perjalanan mereka dari Babel akhirnya sampai pada tahap pertanggungjawaban. Barang-barang yang sebelumnya telah ditimbang sebelum keberangkatan kini kembali ditimbang setelah tiba di Yerusalem. Ada pemeriksaan yang jelas untuk memastikan bahwa apa yang dipercayakan tetap terjaga selama perjalanan. Secara rohani, ini mengingatkan kita bahwa kesetiaan tidak hanya dinilai dari bagaimana kita menerima sebuah kepercayaan, tetapi juga bagaimana kita mengembalikannya. Saya jadi ingat tentang perumpamaan ta...

BERANGKAT DENGAN IMAN DI BAWAH PERLINDUNGAN TUHAN 🙏🔥

📖 Ezra 8:31 (TB) — “Kemudian berangkatlah kami dari sungai Ahawa pergi ke Yerusalem pada tanggal dua belas bulan pertama untuk berjalan ke Yerusalem, dan tangan Allah kami melindungi kami dan menghindarkan kami dari tangan musuh dan penyamun.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini berbicara tentang keberangkatan Ezra dan rombongannya dari sungai Ahawa menuju Yerusalem. Saudaraku, perjalanan mereka bukanlah perjalanan yang tanpa risiko. Mereka membawa banyak orang, keluarga, serta perak, emas, dan perlengkapan untuk rumah Allah. Sebelumnya Ezra telah mengajak mereka merendahkan diri dan memohon jalan yang aman kepada Tuhan. Setelah itu, mereka tidak hanya berhenti pada doa, tetapi benar-benar berangkat. Secara rohani, kita belajar bahwa iman tidak hanya berbicara tentang percaya, tetapi juga keberanian untuk melangkah setelah menyerahkan perjalanan kepada Tuhan. Berani bukanlah perkara yang mudah. Berani itu bukan hilangnya rasa takut melainkan berserah dan mengandalkan TUHAN sepenuhnya...

SETIA MENERUSKAN APA YANG TELAH DIPERCAYAKAN 🙏🔥

  📖 Ezra 8:30 (TB) — “Lalu para imam dan orang-orang Lewi menerima perak dan emas dan perlengkapan-perlengkapan yang telah ditimbang itu untuk dibawa ke Yerusalem, ke rumah Allah kami.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini berbicara tentang penyerahan tanggung jawab.  Saudaraku, dalam konteks perjalanan tersebut, Ezra sebelumnya telah memberikan berbagai persembahan kepada orang-orang yang ditugaskan membawanya. Setelah semuanya ditimbang, kini para imam dan orang Lewi menerima tanggung jawab untuk membawa harta dan perlengkapan itu sampai ke Yerusalem. Ada proses yang jelas: dipercayakan, dihitung, diterima, kemudian dibawa ke tujuan yang telah ditentukan. Secara rohani, hal ini mengingatkan kita bahwa setiap kepercayaan dari Tuhan memiliki tujuan dan perlu diteruskan dengan kesetiaan. Kita boleh berbagian dalam perbuatan baik tetapi tidak boleh berhenti. Proses yg benar dari awal sampai akhir harus terus ada. Kita harus belajar untuk setia terhadap setiap perjalanan ...

MENJAGA APA YANG TUHAN PERCAYAKAN 🙏🔥

  📖 Ezra 8:29 (TB) — “Rawatlah dan jagalah itu sampai kamu dapat menimbangnya di depan para pemuka imam serta orang-orang Lewi dan para pemimpin kaum keluarga orang Israel di Yerusalem, di dalam bilik-bilik rumah TUHAN.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini berbicara tentang tanggung jawab untuk merawat dan menjaga sesuatu yang telah dipercayakan kepada kita.  Saudaraku, Ezra tidak hanya memberikan tugas untuk membawa persembahan, tetapi juga memerintahkan mereka untuk merawat dan menjaganya. Ini menunjukkan bahwa sesuatu yang dipercayakan kepada kita harus dipelihara dengan sungguh-sungguh sampai tugas tersebut selesai. Secara rohani, kehidupan kita juga merupakan sesuatu yang Tuhan percayakan. Talenta, waktu, keluarga, pekerjaan, pelayanan, bahkan kesempatan yang kita miliki perlu dirawat, bukan hanya digunakan. Kesetiaan bukan sekadar menerima kepercayaan, tetapi menjaga kepercayaan tersebut sampai akhir. Sekali kita berbohong, maka kepercayaan akan sulit dibangun. ...

KUDUS BAGI TUHAN, KUDUS PULA YANG DIPERCAYAKAN 🙏🔥

📖 Ezra 8:28 (TB) — “Dan aku berkata kepada mereka: ‘Kamu kudus bagi TUHAN, dan perlengkapan-perlengkapan ini pun kudus, dan perak dan emas ini adalah persembahan sukarela kepada TUHAN, Allah nenek moyangmu.’” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini membicarakan tentang Ezra yang mengingatkan para imam dan orang-orang Lewi bahwa mereka adalah orang-orang yang kudus bagi Tuhan.  Saudaraku, dalam konteks perjalanan menuju Yerusalem, Ezra sedang mempersiapkan orang-orang yang akan membawa berbagai persembahan dan perlengkapan untuk rumah Allah. Karena itu, ia mengingatkan mereka mengenai status dan tanggung jawab mereka sebagai orang-orang yang kudus bagi Tuhan. Dalam melakukan pekerjaan TUHAN dan pelayanan, kita harus memiliki kemurnian hati. Allah kita kudus dan Ia telah menguduskan ktia dengan darah-Nya yang mahal. Maka kita perlu hidup dalam kekudusan. Manusia telah jatuh ke dalam dosa namun darah-Nya telah menyucikan kita dari segala kejahatan. Kini kekudusan berarti kita hidup di d...

MENJADI PENATALAYAN YANG DAPAT DIPERCAYA 🙏🔥

📖 Ezra 8:25 (TB) — “Aku menimbang bagi mereka perak, emas, dan perlengkapan-perlengkapan, yakni persembahan-persembahan khusus bagi rumah Allah kami yang dikhususkan oleh raja serta penasihat-penasihatnya dan pembesar-pembesarnya dan semua orang Israel yang ada di sana.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Ayat ini membicarakan tentang Ezra yang menerima tanggung jawab untuk membawa perak, emas, dan berbagai perlengkapan yang telah dikhususkan bagi rumah Allah di Yerusalem. Saudaraku, persembahan-persembahan tersebut berasal dari berbagai pihak, yaitu raja, para penasihat, para pembesar, dan orang-orang Israel yang masih berada di Babel. Mereka memberikan apa yang mereka miliki untuk mendukung pembangunan dan kebutuhan rumah Allah. Kerelaan memberi dan mendukung pembangunan lahir dari para pejabat. Mereka memberi contoh yang baik dan benar. Lalu semua orang Israel pun turut ambil bagian, mereka turut memberi. Hal ini sangat indah dan luar biasa. Ketika kita ada di posisi yang strategis dan ti...

MEMILIH ORANG YANG DAPAT DIPERCAYA 🙏🔥

📖 Ezra 8:24 (TB) — “Lalu aku memilih dua belas orang pemuka imam, yakni Serebya dan Hasabya, dan bersama-sama mereka sepuluh orang dari antara saudara-saudara mereka.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa pekerjaan Tuhan membutuhkan orang-orang yang dapat dipercaya. Saudaraku, perhatikan bahwa Ezra memilih dua belas orang pemuka imam untuk menjalankan tugas tertentu. Ini menunjukkan bahwa sebuah pekerjaan besar tidak seharusnya dipikul oleh satu orang saja. Ezra memang menjadi pemimpin, tetapi ia menyadari bahwa ia membutuhkan orang-orang lain yang dapat dipercaya. Dalam pelayanan, keluarga, pekerjaan, maupun organisasi, kita perlu belajar membangun tim. Jangan merasa bahwa hanya kita yang mampu melakukan sesuatu dengan benar. Sikap seperti itu dapat membuat kita kelelahan dan sekaligus menghambat pertumbuhan orang lain. Seorang pemimpin yang bijaksana bukan hanya bertanya, "Bagaimana saya menyelesaikan semuanya?" tetapi juga, "Siapa yang dapat ...

BERPUASA, BERDOA, DAN PERCAYA PADA JAWABAN TUHAN 🙏🔥

📖 Ezra 8:23 (TB) — “Jadi berpuasalah kami dan memohonkan hal itu kepada Allah dan Allah mengabulkan permohonan kami.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa ketika kita menghadapi sesuatu yang berada di luar kemampuan kita, kita perlu datang kepada Tuhan dengan kerendahan hati, berdoa dengan sungguh-sungguh, dan mempercayakan hasilnya kepada Tuhan. Saudaraku, Ezra tidak mengandalkan kekuatan manusia untuk menghadapi perjalanan yang penuh risiko. Ia mengajak umat untuk berpuasa dan memohon kepada Allah. Puasa menjadi tanda bahwa mereka sungguh-sungguh merendahkan diri dan mengakui bahwa pertolongan mereka berasal dari Tuhan. Mereka menyadari bahwa ada hal-hal yang tidak dapat mereka kendalikan. Ini menjadi pelajaran bagi kita bahwa doa bukanlah pilihan terakhir ketika semua usaha manusia gagal. Doa seharusnya menjadi bagian utama dari kehidupan kita. Ketika menghadapi masalah, jangan hanya bertanya, "Apa yang harus saya lakukan?" tetapi juga bertanya, ...

MEMBERI KESAKSIAN YANG HARUS KITA HIDUPI 🙏🔥

📖 Ezra 8:22 (TB) — “Karena aku malu meminta tentara dan orang-orang berkuda kepada raja untuk mengawal kami terhadap musuh di jalan; sebab kami telah berkata kepada raja, demikian: ‘Tangan Allah kami melindungi semua orang yang mencari Dia demi keselamatan mereka, tetapi kuasa murka-Nya menimpa semua orang yang meninggalkan Dia.’” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa kesaksian yang kita ucapkan tentang Tuhan harus berjalan sejalan dengan iman dan kehidupan kita. Saudaraku, Ezra berada dalam posisi yang menarik. Ia sebenarnya bisa saja meminta tentara dan pasukan berkuda kepada raja untuk mengawal perjalanan mereka. Namun Ezra merasa malu karena sebelumnya ia telah bersaksi kepada raja bahwa tangan Allah melindungi orang-orang yang mencari Dia. Tentara dan orang-orang berkuda merupakan objek nyata yang sanggup melindungi umat. Mereka terlihat dan mereka ada. Namun, Ezra lebih bergantung dan percaya kepada Allah yang tidak terlihat namun kuasa-Nya nyata. Ini san...

MERENDAHKAN DIRI DAN MEMINTA JALAN YANG AMAN 🙏🔥

📖 Ezra 8:21 (TB) — “Kemudian di sana, di tepi sungai Ahawa itu, aku memaklumkan puasa supaya kami merendahkan diri di hadapan Allah kami dan memohon kepada-Nya jalan yang aman bagi kami, bagi anak-anak kami dan segala harta benda kami.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa sebelum menjalani perjalanan yang besar, kita perlu belajar berhenti sejenak, merendahkan diri di hadapan Tuhan, dan menyerahkan seluruh perjalanan kepada-Nya.  Saudaraku, Ezra sedang memimpin perjalanan yang tidak sederhana. Mereka membawa keluarga, anak-anak, dan harta benda dalam jumlah yang besar menuju Yerusalem. Dalam situasi seperti itu, Ezra tidak hanya mengandalkan persiapan dan kemampuan manusia. Ia mengumumkan puasa supaya mereka merendahkan diri di hadapan Allah. Puasa merupakan salah satu disiplin rohani yang jarang sekali ditekuni oleh orang Kristen. Saya pun jarang sekali puasa. Namun saya menyadari bahwa puasa sangat penting dan perlu kita lakukan secara teratur. Melalui ...

TUHAN MENYEDIAKAN ORANG YANG TEPAT DALAM PERJALANAN KITA 🙏🔥

📖 Ezra 8:18 (TB) — “Kemudian karena tangan murah Allah kami itu melindungi kami, didatangkanlah oleh mereka kepada kami orang-orang yang berakal budi dari bani Mahli bin Lewi bin Israel, yakni Serebya dengan anak-anak dan saudara-saudaranya, delapan belas orang.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa ketika Tuhan memberikan sebuah tugas, Dia bukan hanya menyediakan jalan, tetapi juga menyediakan orang-orang yang tepat untuk membantu kita menyelesaikan pekerjaan tersebut.  Saudaraku, Ezra kembali menyaksikan bahwa tangan murah Allah melindungi mereka. Namun bentuk perlindungan Tuhan kali ini sangat menarik: Tuhan menghadirkan orang-orang yang "berakal budi" untuk bergabung bersama mereka. Artinya, pertolongan Tuhan tidak selalu datang dalam bentuk mukjizat yang spektakuler. Kadang-kadang pertolongan Tuhan hadir melalui seseorang yang memiliki kemampuan, hikmat, pengalaman, atau karakter yang kita butuhkan. Tuhan tahu apa yang kita perlukan sebelum kita...

DIKUATKAN UNTUK MELANGKAH KARENA TANGAN TUHAN 🙏🔥

📖 Ezra 7:28 (TB) — “Dan membuat aku disenangi oleh raja dan penasihat-penasihatnya serta segala pembesar raja yang berkuasa! Maka aku menguatkan hatiku, karena tangan TUHAN, Allahku, melindungi aku dan aku menghimpunkan dari antara orang Israel beberapa pemimpin untuk berangkat pulang bersama-sama aku.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa ketika Tuhan membuka jalan dan menyertai kita, jangan berhenti pada rasa kagum terhadap pertolongan-Nya.  Saudaraku, Ezra menyadari bahwa Tuhanlah yang membuatnya disenangi oleh raja, para penasihat, dan para pembesar. Setelah melihat pertolongan Tuhan, ia berkata, "Maka aku menguatkan hatiku." Ini sangat indah. Ezra tidak menjadi pasif setelah menerima pertolongan. Ia justru memperoleh keberanian untuk melangkah. Ada kalanya kita sudah melihat Tuhan membuka jalan, tetapi kita masih takut mengambil langkah berikutnya. Kita terus menunggu sampai semuanya sempurna, padahal Tuhan mungkin sudah memberikan cukup alasan ...

HATI YANG TAHU MENGEMBALIKAN KEMULIAAN KEPADA TUHAN 🙏🔥

📖 Ezra 7:27 (TB) — “Terpujilah TUHAN, Allah nenek moyang kita, yang dengan demikian menggerakkan hati raja, sehingga ia menyemarakkan rumah TUHAN yang ada di Yerusalem.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa ketika kita mengalami pertolongan, kesempatan, atau keberhasilan, jangan berhenti pada berkatnya. Belajarlah melihat tangan Tuhan di balik semuanya dan mengembalikan pujian serta kemuliaan hanya kepada-Nya. Saudaraku, hal pertama yang dilakukan Ezra setelah melihat bagaimana Tuhan bekerja adalah berkata, "Terpujilah TUHAN." Ezra tidak memuji dirinya sendiri karena berhasil mendapatkan izin dari raja. Ia juga tidak menganggap bahwa semua itu terjadi semata-mata karena kepandaiannya berbicara atau kemampuannya bernegosiasi. Ezra melihat bahwa Tuhanlah yang menggerakkan hati raja. Ini adalah hati seorang yang mengenal sumber berkatnya. Dalam hidup kita, sering kali ketika sesuatu berhasil, kita lebih mudah berkata, "Saya memang hebat," dari...

KEBENARAN MEMBUTUHKAN KETEGASAN 🙏⚖️

📖 Ezra 7:26 (TB) — “Setiap orang, yang tidak melakukan hukum Allahmu dan hukum raja, harus dihukum dengan seksama, baik dengan hukuman mati, maupun dengan pembuangan, dengan hukuman denda atau hukuman penjara.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa kebenaran tidak hanya perlu diketahui, tetapi juga perlu dihormati dan ditegakkan. Saudaraku, ayat ini menunjukkan bahwa pada masa Ezra terdapat ketegasan terhadap orang yang melanggar hukum Allah dan hukum raja. Ada berbagai bentuk hukuman sesuai dengan pelanggarannya. Ini menunjukkan bahwa sebuah komunitas tidak dapat berjalan dengan baik jika setiap orang bebas melakukan apa saja tanpa mempertanggungjawabkan tindakannya. Hukum memberikan batas yang membedakan apa yang benar dan apa yang salah. Dalam kehidupan rohani, firman Tuhan juga menjadi standar yang menolong kita mengetahui bagaimana seharusnya kita hidup. Jangan sampai kita memiliki pola pikir, "Yang penting saya merasa benar." Perasaan dapat beru...

MEMIMPIN DENGAN HIKMAT DAN MENGAJAR DENGAN KASIH 🙏🔥

📖 Ezra 7:25 (TB) — “Maka engkau, hai Ezra, angkatlah pemimpin-pemimpin dan hakim-hakim sesuai dengan hikmat Allahmu yang menjadi peganganmu, supaya mereka menghakimi seluruh rakyat yang diam di daerah seberang sungai Efrat, yakni semua orang yang mengetahui hukum Allahmu; dan orang yang belum mengetahuinya haruslah kauajar.” Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa kepemimpinan yang benar membutuhkan hikmat dari Tuhan.  Saudaraku, Ezra diperintahkan untuk mengangkat pemimpin dan hakim "sesuai dengan hikmat Allahmu." Perhatikan bahwa dasar memilih seorang pemimpin bukan hanya kemampuan, pengalaman, kepandaian berbicara, atau popularitas, tetapi hikmat yang berasal dari Tuhan. Seseorang mungkin sangat pintar, tetapi belum tentu memiliki hikmat. Kepandaian membuat seseorang mengetahui banyak hal, sedangkan hikmat menolong seseorang menggunakan pengetahuan itu dengan benar. Dalam mengambil keputusan, seorang pemimpin perlu bertanya bukan hanya, "Apa yan...