Postingan

HIDUP YANG MENYENANGKAN HATI TUHAN 🙏❤️

📖 Ezra 6:10 (TB) — "Supaya mereka selalu mempersembahkan korban yang menyenangkan kepada Allah semesta langit dan mendoakan raja serta anak-anaknya." Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa tujuan terbesar dari setiap penyediaan Tuhan adalah agar kita dapat hidup menyenangkan hati-Nya.  Saudaraku, Raja Darius memerintahkan agar seluruh kebutuhan ibadah dipenuhi dengan satu tujuan yang jelas: supaya para imam dapat terus mempersembahkan korban yang menyenangkan kepada Allah semesta langit. Menariknya, seorang raja yang tidak berasal dari bangsa Israel justru menginginkan agar ibadah kepada Allah tetap berlangsung. Hal ini kembali menunjukkan bahwa Tuhan berdaulat atas hati semua manusia. Namun yang lebih penting adalah ungkapan "korban yang menyenangkan." Tuhan tidak hanya menghendaki adanya korban, tetapi korban yang berkenan kepada-Nya. Dalam Perjanjian Baru, kita tidak lagi mempersembahkan korban binatang, tetapi mempersembahkan hidup kita s...

MENGALAMI PEMELIHARAAN TUHAN SETIAP HARI 🙏🍞

📖 Ezra 6:9 (TB) — "Dan apa yang diperlukan, yakni lembu jantan muda, domba jantan, anak domba untuk korban bakaran bagi Allah semesta langit, juga gandum, garam, anggur dan minyak, menurut petunjuk para imam yang di Yerusalem, semuanya itu harus diberikan kepada mereka hari demi hari tanpa kelalaian." Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa Tuhan bukan hanya menyediakan kebutuhan kita sekali saja, tetapi memelihara kita setiap hari. L Saudaraku, Raja Darius memerintahkan agar semua kebutuhan untuk ibadah di Bait Allah disediakan secara lengkap. Bukan hanya bahan bangunan, tetapi juga hewan-hewan korban, gandum, garam, anggur, dan minyak. Bahkan ia menegaskan bahwa semuanya harus diberikan "hari demi hari tanpa kelalaian." Sungguh luar biasa! Tuhan memakai seorang raja kafir untuk memastikan bahwa penyembahan kepada-Nya tidak terhenti karena kekurangan. Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan sangat memperhatikan ibadah umat-Nya. Dia tidak hanya memeri...

TUHAN BEKERJA TANPA BERTANGGUH 🙏🏛️

📖 Ezra 6:8 (TB) — "Lagipula telah dikeluarkan perintah olehku tentang apa yang harus kamu perbuat terhadap para tua-tua orang Yahudi mengenai pembangunan rumah Allah itu, yakni dari pada penghasilan kerajaan, dari pada upeti daerah seberang sungai Efrat, haruslah dengan seksama dan dengan tidak bertangguh diberi biaya kepada orang-orang itu." Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa ketika Tuhan berkehendak menggenapi rencana-Nya, Dia bukan hanya membuka jalan, tetapi juga menyediakan segala sesuatu pada waktu yang tepat.  Saudaraku, Raja Darius mengeluarkan perintah yang sangat mengejutkan. Bukan hanya mengizinkan pembangunan Bait Allah, tetapi ia juga memerintahkan agar seluruh biaya pembangunan diberikan dari kas kerajaan, bahkan harus dilakukan "dengan seksama dan dengan tidak bertangguh." Dahulu para pejabat di daerah seberang Sungai Efrat berusaha menghentikan pembangunan, tetapi sekarang mereka justru diperintahkan untuk mendukungnya. In...

TUHAN MENGEMBALIKAN KEPADA TEMPATNYA YANG SEMULA 🙏✨

📖 Ezra 6:5 (TB) — "Dan juga perlengkapan emas dan perak rumah Allah yang diambil oleh Nebukadnezar dari Bait Suci yang di Yerusalem dan dibawa ke Babel itu haruslah dikembalikan, supaya kembali pula ke dalam Bait Suci yang di Yerusalem, ke tempatnya yang semula; dan engkau haruslah menaruhnya di dalam rumah Allah." Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa Allah bukan hanya memulihkan apa yang hilang, tetapi juga mengembalikannya kepada tujuan semula yang telah Dia tetapkan.  Saudaraku, perlengkapan emas dan perak Bait Allah telah berada di Babel selama puluhan tahun. Semua itu pernah menjadi simbol kekalahan bangsa Israel dan seolah-olah menjadi milik kerajaan Babel. Namun ketika Tuhan bertindak, Raja Darius justru menegaskan kembali perintah Raja Koresh agar seluruh perlengkapan itu dikembalikan ke Yerusalem, "ke tempatnya yang semula." Perhatikan bahwa Tuhan tidak mengizinkan benda-benda yang telah dikuduskan bagi-Nya tetap berada di tempat y...

TUHAN MENYEDIAKAN SEMUA YANG DIPERLUKAN 🙏🏛️

📖 Ezra 6:4 (TB) — "Dan haruslah dipasang tiga lapis batu besar-besar dan satu lapis kayu. Biayanya harus dibayar dari perbendaharaan kerajaan." Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa ketika Tuhan memerintahkan suatu pekerjaan, Dia juga menyediakan segala sesuatu yang diperlukan untuk menyelesaikannya.  Saudaraku, perintah Raja Koresh sangat mengejutkan. Ia bukan hanya mengizinkan pembangunan Bait Allah, tetapi juga menetapkan bahwa seluruh biaya pembangunan akan dibayar dari perbendaharaan kerajaan Persia. Bangsa yang dahulu menaklukkan Israel kini justru dipakai Tuhan untuk membiayai pembangunan rumah-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan sanggup memakai siapa saja dan apa saja untuk menggenapi kehendak-Nya. Dialah pemilik langit dan bumi. Kekayaan dunia ada di dalam tangan-Nya. Apa yang tampak mustahil di mata manusia menjadi sangat mungkin ketika Tuhan bertindak. Karena itu, jangan pernah membatasi cara Tuhan menolong kita. Dia dapat membuka jalan me...

TUHAN TIDAK PERNAH MELUPAKAN RENCANA-NYA 🙏🏛️

📖 Ezra 6:3 (TB) — "Pada tahun pertama zaman raja Koresh dikeluarkanlah perintah oleh raja Koresh: Mengenai rumah Allah di Yerusalem. Rumah itu haruslah dibangun kembali sebagai tempat orang mempersembahkan korban sembelihan dan korban api-apian; haruslah tingginya enam puluh hasta dan lebarnya enam puluh hasta." Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa apa yang telah Tuhan tetapkan tidak akan pernah dilupakan. Meskipun waktu berlalu, keadaan berubah, dan banyak hambatan menghadang, rencana Tuhan tetap berdiri dan akan digenapi pada waktu-Nya. Saudaraku, ketika arsip kerajaan diperiksa, ternyata benar ditemukan keputusan Raja Koresh yang telah dikeluarkan bertahun-tahun sebelumnya. Perintah itu tidak hilang, tidak dibatalkan, dan tidak dilupakan. Pada waktu yang Tuhan tentukan, dokumen itu kembali ditemukan dan menjadi dasar hukum untuk melanjutkan pembangunan Bait Allah. Ini menunjukkan bahwa Tuhan sanggup menjaga setiap janji dan rencana-Nya. Apa yang t...

KEBENARAN TIDAK TAKUT DIUJI 🙏📜

📖 Ezra 5:17 (TB) — "Oleh sebab itu, jikalau dianggap baik oleh raja, maka hendaklah diadakan penyelidikan di dalam gedung perbendaharaan raja, di sana, di Babel, apakah pernah dikeluarkan perintah oleh raja Koresh untuk membangun kembali rumah Allah yang di Yerusalem itu. Kemudian keputusan raja tentang hal itu kiranya dikirimkan kepada kami." Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa orang yang hidup dalam kebenaran tidak perlu takut menghadapi pemeriksaan. Kebenaran akan tetap berdiri sekalipun diuji, karena dasarnya bukanlah kepandaian manusia, melainkan kehendak Tuhan. Saudaraku, para pejabat Persia tidak langsung menghentikan pembangunan Bait Allah. Mereka memilih mengirim surat kepada Raja Darius dan meminta agar dilakukan penyelidikan terhadap arsip kerajaan. Mereka ingin memastikan apakah benar Raja Koresh pernah mengeluarkan perintah untuk membangun kembali Bait Allah. Menariknya, bangsa Israel tidak berusaha menyembunyikan apa pun. Mereka tidak ...

SETIA DALAM PROSES YANG BELUM SELESAI 🙏🏗️

📖 Ezra 5:16 (TB) — "Kemudian datanglah Sesbazar, meletakkan dasar rumah Allah yang ada di Yerusalem, dan sejak waktu itu sampai sekarang dikerjakanlah pembangunannya, hanya belum selesai." Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa pekerjaan Tuhan sering kali berlangsung melalui sebuah proses yang panjang. Tuhan tidak selalu bekerja dengan tergesa-gesa, tetapi Dia selalu bekerja dengan sempurna.  Saudaraku, ayat ini menceritakan bahwa Sesbazar telah meletakkan dasar Bait Allah, dan pembangunan terus berlangsung. Namun ada satu kalimat yang sangat jujur: "hanya belum selesai." Kalimat ini menunjukkan bahwa umat Tuhan sedang berada di tengah proses. Fondasi sudah ada, pekerjaan sudah berjalan, tetapi hasil akhirnya belum terlihat. Betapa sering kita berada dalam kondisi yang sama. Kita telah berdoa, mulai melayani, memperbaiki kehidupan, membangun keluarga, atau mengejar panggilan Tuhan, tetapi semuanya terasa belum selesai. Kadang kita menjadi lel...

KEMBALI KE TEMPAT YANG TUHAN TETAPKAN 🙏🏛️

📖 Ezra 5:15 (TB) — "Perintahnya kepadanya: Ambillah perlengkapan ini, pergilah dan taruhlah itu di dalam Bait Suci yang di Yerusalem, dan biarlah rumah Allah dibangun di tempatnya yang semula." Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa Tuhan bukan hanya memulihkan apa yang telah hilang, tetapi juga mengembalikan umat-Nya kepada tujuan semula yang telah Dia tetapkan.  Saudaraku, Raja Koresh memerintahkan Sesbazar untuk membawa kembali seluruh perlengkapan Bait Allah ke Yerusalem. Menariknya, ia tidak berkata agar rumah Allah dibangun di tempat yang baru, tetapi "di tempatnya yang semula." Tuhan menghendaki agar Bait Allah dibangun kembali di lokasi yang telah Dia pilih sejak awal. Hal ini menunjukkan bahwa rencana Tuhan tidak berubah sekalipun waktu berlalu, keadaan berubah, atau umat-Nya pernah gagal. Yerusalem pernah hancur, Bait Allah pernah dibakar, dan umat pernah dibuang ke Babel. Namun tujuan Tuhan tetap sama. Apa yang telah Dia tetapkan t...

TUHAN MAMPU MENGEMBALIKAN APA YANG HILANG 🙏✨

📖 Ezra 5:14 (TB) — "Juga perlengkapan emas dan perak dari rumah Allah, yang telah diambil oleh Nebukadnezar dari Bait Suci yang di Yerusalem dan dibawa ke dalam bait suci yang di Babel, diambil pula oleh raja Koresh dari bait suci yang di Babel itu, dan diserahkan kepada seorang yang bernama Sesbazar yang telah diangkatnya menjadi bupati." Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa tidak ada sesuatu pun yang terlalu jauh atau terlalu lama hilang sehingga Tuhan tidak sanggup memulihkannya. Apa yang dahulu dirampas, dipermalukan, dan dianggap telah lenyap, dapat dikembalikan oleh Tuhan pada waktu-Nya. Saudaraku, selama puluhan tahun, perlengkapan emas dan perak dari Bait Allah berada di Babel sebagai lambang kekalahan bangsa Israel. Peralatan yang dahulu dipakai untuk menyembah Tuhan kini tersimpan di kuil bangsa kafir. Secara manusia, mustahil benda-benda itu dapat kembali ke Yerusalem. Namun Tuhan bekerja dengan cara yang tidak pernah dibayangkan manusia. ...

TUHAN SELALU MEMBUKA BABAK BARU 🙏🌅

📖 Ezra 5:13 (TB) — "Akan tetapi pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Babel, dikeluarkanlah perintah oleh raja Koresh untuk membangun rumah Allah ini." Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa kasih karunia Tuhan selalu lebih besar daripada kegagalan manusia.  Saudaraku, ayat ini diawali dengan dua kata yang penuh pengharapan: "Akan tetapi." Sebelumnya bangsa Israel mengakui bahwa mereka dibuang ke Babel karena dosa nenek moyang mereka. Seolah-olah kisah mereka telah berakhir dengan kehancuran Bait Allah dan pembuangan. Namun firman Tuhan berkata, "Akan tetapi..." Dua kata ini menunjukkan adanya campur tangan Allah. Ketika manusia melihat akhir, Tuhan sedang mempersiapkan permulaan yang baru. Dia menggerakkan hati Koresh, seorang raja kafir, untuk mengeluarkan perintah membangun kembali rumah Allah. Ini mengajarkan bahwa tidak ada keadaan yang terlalu rusak sehingga Tuhan tidak dapat memulihkannya. Dia sanggup memakai siapa saj...

BERANI MENGAKUI KESALAHAN 🙏❤️

📖 Ezra 5:12 (TB) — "Tetapi sesudah nenek moyang kami membangkitkan murka Allah semesta langit, mereka diserahkan-Nya ke dalam tangan Nebukadnezar, raja negeri Babel, orang Kasdim, yang merusak rumah itu dan mengangkut bangsa itu sebagai tawanan ke negeri Babel." Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa pemulihan selalu dimulai dengan kejujuran di hadapan Tuhan. Orang yang rendah hati tidak sibuk mencari kambing hitam, tetapi berani mengakui dosa dan belajar dari masa lalunya. Saudaraku, ketika bangsa Israel diminta menjelaskan mengapa Bait Allah pernah dihancurkan, mereka tidak menyalahkan kekejaman Nebukadnezar atau kekuatan Babel. Mereka justru berkata, "Nenek moyang kami membangkitkan murka Allah semesta langit." Mereka memahami bahwa Nebukadnezar hanyalah alat yang dipakai Tuhan untuk menghajar umat-Nya karena ketidaktaatan mereka. Pengakuan ini menunjukkan kedewasaan rohani yang luar biasa. Mereka tidak menutupi sejarah kelam bangsanya, te...

IDENTITAS KAMI: HAMBA-HAMBA ALLAH 🙏👑

📖 Ezra 5:11 (TB) — "Inilah jawaban yang diberikan mereka kepada kami: Kami adalah hamba-hamba Allah semesta langit dan bumi, dan kami membangun kembali rumah, yang telah didirikan bertahun-tahun sebelumnya, didirikan dan diselesaikan oleh seorang raja Israel yang agung." Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengingatkan kita bahwa identitas yang paling penting dalam hidup bukanlah jabatan, kekayaan, pendidikan, atau pencapaian kita, melainkan bahwa kita adalah hamba-hamba Allah.  Saudaraku, _ketika para pejabat Persia bertanya siapa yang memberi mereka wewenang untuk membangun Bait Allah, bangsa Israel tidak pertama-tama memperkenalkan diri sebagai keturunan Abraham, mantan tawanan, atau warga Yehuda. Mereka menjawab dengan sederhana namun penuh makna: "Kami adalah hamba-hamba Allah semesta langit dan bumi." Mereka memahami siapa diri mereka sebenarnya. Identitas mereka tidak ditentukan oleh masa lalu mereka sebagai tawanan, bukan pula oleh keadaan mereka ya...

MELAYANI TUHAN DENGAN KEUNGGULAN 🙏🏗️

📖 Ezra 5:8 (TB) — "Kiranya raja maklum, bahwa kami datang ke daerah Yehuda, ke rumah Allah yang maha besar. Rumah itu sedang dibangun dengan batu yang besar-besar, sedang dindingnya dilapis dengan kayu, dan pekerjaan itu dikerjakan dengan seksama dan berjalan lancar di tangan mereka." Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa pekerjaan yang dilakukan untuk Tuhan harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.  Saudaraku, orang-orang yang datang untuk menyelidiki pembangunan Bait Allah sebenarnya bukanlah pendukung bangsa Israel. Mereka datang untuk memeriksa dan mencari tahu apa yang sedang terjadi. Namun menariknya, dalam laporan mereka kepada Raja Darius, mereka tidak dapat menyangkal kualitas pekerjaan bangsa Israel. Mereka mengakui bahwa rumah Allah dibangun dengan batu-batu besar, dikerjakan dengan seksama, dan berjalan dengan lancar. Bahkan orang-orang yang hendak mencari kesalahan pun akhirnya harus mengakui bahwa pekerjaan itu di...

MATA ALLAH TERTUJU KEPADA UMAT-NYA 🙏👀

📖 Ezra 5:5 (TB) — "Tetapi mata Allah mengamat-amati para tua-tua orang Yahudi, sehingga mereka tidak dipaksa berhenti oleh orang-orang itu sampai ada berita diterima oleh Darius dan kemudian dikirim kembali surat jawaban mengenai hal itu." Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini menghibur kita dengan sebuah kebenaran yang indah: ketika kita setia mengerjakan kehendak Tuhan, mata-Nya selalu tertuju kepada kita.  Saudaraku, pada saat pembangunan Bait Allah kembali dimulai, datang lagi para pejabat Persia untuk mempertanyakan dan menyelidiki pekerjaan itu. Secara manusia, keadaan ini sangat mengkhawatirkan. Bangsa Israel pernah mengalami penghentian pembangunan akibat surat pengaduan dari musuh-musuh mereka. Kini ancaman yang sama muncul kembali. Namun di tengah situasi yang penuh ketidakpastian itu, Alkitab memberikan sebuah kalimat yang sangat menenangkan: "Tetapi mata Allah mengamat-amati para tua-tua orang Yahudi." Sebelum menyebut tindakan manusia, Alkitab te...

MEMBANGUN DENGAN DORONGAN FIRMAN TUHAN 🙏🏗️

📖 Ezra 5:2 (TB) — "Pada waktu itu mulailah Zerubabel bin Sealtiel dan Yesua bin Yozadak membangun rumah Allah yang ada di Yerusalem. Mereka didampingi dan dibantu oleh nabi-nabi Allah." Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa pekerjaan Tuhan tidak dapat diselesaikan hanya dengan semangat dan kemampuan manusia. Kita membutuhkan firman Tuhan yang terus menguatkan, mengarahkan, dan membangkitkan kembali iman kita. Saudaraku, sebelum ayat ini, pembangunan Bait Allah sempat terhenti selama beberapa tahun karena ancaman dan penentangan dari musuh. Bangsa Israel kehilangan semangat dan lebih sibuk mengurus kepentingan mereka sendiri. Namun Tuhan tidak membiarkan mereka tetap tinggal dalam keadaan itu. Dia mengutus nabi Hagai dan nabi Zakharia untuk menyampaikan firman-Nya. Firman Tuhan membangkitkan kembali hati Zerubabel, Yesua, dan seluruh bangsa itu sehingga mereka berani memulai pembangunan kembali. Ayat ini menunjukkan bahwa kebangunan rohani selalu dimul...

JANGAN MENYERAH KARENA PENENTANGAN 🙏🛡️

📖 Ezra 4:5 (TB) — "Bahkan, selama zaman Koresh, raja negeri Persia, sampai zaman pemerintahan Darius, raja negeri Persia, mereka menyogok para penasihat untuk melawan orang-orang Yehuda itu dan menggagalkan rancangan mereka." Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa tidak semua penentangan terhadap pekerjaan Tuhan terjadi hanya sesaat. Ada kalanya Tuhan mengizinkan kita menghadapi perlawanan yang berlangsung cukup lama. Namun, lamanya penentangan tidak berarti Tuhan telah meninggalkan kita atau rencana-Nya telah gagal. Saudaraku, ayat ini menunjukkan bahwa musuh bangsa Israel tidak berhenti setelah satu kali usaha. Mereka terus berupaya menggagalkan pembangunan Bait Allah, bahkan dari zaman Raja Koresh sampai zaman Raja Darius. Artinya, penentangan itu berlangsung selama bertahun-tahun. Mereka rela mengeluarkan uang untuk menyogok para penasihat kerajaan agar pembangunan itu dihentikan. Musuh tidak pernah menyerah untuk menghalangi pekerjaan Tuhan. Demik...

JANGAN BIARKAN SEMANGATMU DILEMAHKAN 🙏💪

📖 Ezra 4:4 (TB) — "Maka penduduk negeri itu melemahkan semangat orang-orang Yehuda dan membuat mereka takut membangun." Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengingatkan kita bahwa ketika kita sedang mengerjakan kehendak Tuhan, tidak semua orang akan mendukung kita.  Saudaraku, setelah bangsa Israel mulai membangun kembali Bait Allah, datanglah penentangan dari penduduk negeri itu. Mereka tidak langsung menyerang secara fisik, tetapi memilih strategi yang lebih halus. Alkitab berkata bahwa mereka "melemahkan semangat" orang-orang Yehuda dan "membuat mereka takut membangun." Mereka memahami bahwa ketika hati seseorang telah dipenuhi rasa takut dan kehilangan semangat, pekerjaan itu akan berhenti dengan sendirinya. Demikian pula dalam kehidupan kita. Iblis sering kali tidak perlu menghancurkan kita secara langsung. Ia cukup membuat kita putus asa, merasa tidak mampu, kehilangan sukacita, atau takut melangkah. Ketika semangat kita padam, kita akan ber...

JANGAN TERJEBAK DALAM MASA LALU 🙏🏛️

📖 Ezra 3:12 (TB) — "Tetapi banyak di antara para imam, orang-orang Lewi dan kepala-kepala kaum keluarga, orang tua-tua yang pernah melihat rumah yang dahulu, menangis dengan suara nyaring, ketika perletakan dasar rumah ini dilakukan di depan mata mereka, sedang banyak orang bersorak-sorai dengan suara nyaring karena kegirangan." Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengajarkan bahwa setiap orang dapat melihat peristiwa yang sama dengan cara yang berbeda. Ada yang bersukacita karena melihat apa yang Tuhan sedang kerjakan, tetapi ada pula yang menangis karena terus membandingkannya dengan masa lalu. Tuhan rindu agar kita menghargai karya-Nya pada hari ini tanpa terbelenggu oleh kenangan masa lampau. Saudaraku, ketika dasar Bait Allah diletakkan, dua respons muncul secara bersamaan. Generasi muda yang tidak pernah melihat Bait Allah Salomo bersorak-sorai dengan penuh sukacita. Sebaliknya, para imam, orang Lewi, dan orang-orang tua yang pernah melihat kemegahan Bait Allah...

KASIH SETIA TUHAN TIDAK PERNAH BERAKHIR 🙏🎶

📖 Ezra 3:11 (TB) — "Secara berbalas-balasan mereka menyanyikan bagi TUHAN nyanyian pujian dan syukur: 'Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya kepada Israel!' Dan seluruh umat bersorak-sorai dengan nyaring sambil memuji-muji TUHAN, oleh karena dasar rumah TUHAN telah diletakkan." Shalom, Saudara terkasih 🌿 Firman hari ini mengingatkan kita bahwa dasar dari setiap pujian bukanlah keadaan yang sempurna, melainkan karakter Tuhan yang tidak pernah berubah. Saudaraku, kalimat yang mereka nyanyikan bukanlah kalimat baru. "Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya..." adalah pengakuan iman yang telah dinyanyikan sejak zaman Daud dan Salomo. Kini, setelah melewati pembuangan yang panjang, mereka kembali menyanyikan kalimat yang sama. Ini menunjukkan bahwa sekalipun keadaan umat berubah, karakter Tuhan tidak pernah berubah. Mereka pernah mengalami penghukuman karena dosa, kehilangan Bait Allah, hidup sebagai tawanan, dan ...