Postingan

MARAHMU, JERATMU SENDIRI

(Amsal 29:22, TB) "Si pemarah menimbulkan pertengkaran, dan orang yang lekas gusar, banyak pelanggarannya." Shalom, Saudaraku… semoga damai sejahtera dari Tuhan Yesus menyertai kita semua. 🙏 Saudaraku, emosi itu wajar, tapi marah yang nggak dikendalikan bisa jadi bencana. 😡 Amsal ini menegaskan, orang yang gampang marah itu seperti korek api—sedikit gesekan langsung meledak. Dia bikin suasana jadi panas, hati jadi keras, dan hubungan jadi rusak. Biasanya, orang pemarah itu suka ngomong tanpa mikir dulu. Ujung-ujungnya, nyakitin orang lain dan juga dirinya sendiri. 🥺 Dia lebih mentingin egonya sendiri ketimbang relasi yang ada. Dia ga mikirin bahwa relasi yang rusak bisa merugikan banget. Kita harus hati-hati ya dalam bicara. Jangan sampai dikuasai emosi negatif. Ngeri banget efeknya..! Saudaraku, orang yang lekas gusar juga sering bikin keputusan yang ceroboh. Dia main tuduh, main bentak, main tinggal, padahal belum tentu dia tahu keseluruhan masalah. 😓 Dan biasanya, oran...

TERLALU DIMANJAKAN, AKHIRNYA MELAWAN

(Amsal 29:21, TB) "Siapa memanjakan hambanya sejak muda, akhirnya menjadikan dia keras kepala." Shalom, Saudaraku… Tuhan Yesus memberkati kita hari ini! 🌞 Saudaraku, siapa sih yang nggak suka dimanja? Tapi ternyata, terlalu memanjakan seseorang — entah itu anak, bawahan, atau orang yang kita bimbing — bisa jadi bumerang! 😬 Ayat ini bilang bahwa kalau kita terlalu memanjakan hamba (atau orang yang kita pimpin) sejak muda, dia bisa jadi keras kepala di kemudian hari. Karena dari awal sudah dibiasakan semua keinginannya dituruti, akhirnya dia tidak belajar tanggung jawab, tidak kenal disiplin, dan susah dinasihati. 😤 Ada juga anak yang dikasih HP terus sama papa mamanya. Anak dimanja terus pake HP, dikasih Youtube dan games. Akhirnya apa? Anak jadi keras kepala, susah dibilangin. Ketika disuruh untuk matikan HP, dia akan ngambek, ngamuk bahkan melawan orang tua. Ini sangat mengerikan dan menyedihkan. Saudaraku, kalau kita pikir dengan memberi semua yang dia mau itu bentuk kas...

TERLALU CEPAT BICARA

(Amsal 29:20, TB) “Kaulihat orang yang cepat dengan kata-katanya; harapan lebih banyak bagi orang bebal dari pada bagi orang itu.” Shalom, Saudaraku… 😊 Tuhan Yesus baik dan selalu mengasihi kita! Saudaraku, pernah nggak ketemu orang yang kalau ngomong tuh cepet banget, bahkan sebelum berpikir matang? 🤯 Kadang belum selesai orang lain bicara, dia sudah menyela. Belum paham masalahnya, sudah kasih komentar panjang lebar. Ayat ini menegur kita: orang seperti itu malah lebih parah dari orang bebal! Kenapa? Karena orang bebal bisa diajar, tapi orang yang buru-buru bicara biasanya keras kepala dan merasa paling benar. Dia ga mau dengar orang bicara tapi maunya didengerin terus. Dia kayak anak kecil meskipun usianya sudah dewasa. Apa-apa harus dia yang ngomong, apa-apa harus dia yang didengerin. Karakter ini sangat memalukan dan kekanak-kanakan. Kita tidak boleh jadi orang yang demikiian..! 😓 Saudaraku, Tuhan mau kita jadi orang yang bijak dalam berkata-kata. 🙏 Jangan cepat-cepat komentar...

JANGAN CUMA KATA-KATA

(Amsal 29:19, VMD) “Hamba-hamba tidak dapat dididik dengan kata-kata saja. Mereka dapat memahami, namun tidak mau mematuhinya.” Shalom, Saudaraku… Kiranya kasih Tuhan Yesus menyertai kita semua. Saudaraku, dalam hidup ini, kadang kita menemui orang-orang yang paham apa yang dikatakan, tapi tetap aja nggak mau melakukannya. Bisa anak, bisa murid, bisa teman kerja, atau bahkan diri kita sendiri. Kita ngerti kok apa yang benar, tapi seringkali susah buat nurut. Ada orang yg ga nurut karena orangnya bebal, ada yang karena menganggap hal itu ga penting ran sebagainya. Amsal ini bilang, didikan itu nggak cukup cuma lewat kata-kata. Harus ada ketegasan, teladan, dan kadang juga tindakan nyata supaya orang sadar dan mau berubah. Kita harus mau lakukan tindak lanjut setelah kita mengucapkan pengajaran kita dengan kata-kata. Jangan berhenti sampai di situ aja tapi harus berlanjut pada ketegasan dan teladan dari tindakan nyata kita. Saudaraku, Tuhan juga begitu dalam mendidik kita. Dia nggak cuma...

BIMBINGAN TUHAN ITU PENTING

(Amsal 29:18, BIMK) "Bangsa yang tidak mendapat bimbingan dari TUHAN menjadi bangsa yang penuh kekacauan. Berbahagialah orang yang taat kepada hukum TUHAN." Shalom, Saudaraku… Tuhan Yesus selalu memimpin langkah kita. Saudaraku, hidup ini seperti perjalanan jauh. Kalau kita nggak tahu arah, bisa-bisa nyasar ke tempat yang salah. Nah, Amsal ini bilang, kalau satu bangsa nggak dipimpin Tuhan, ya ujung-ujungnya kacau. Begitu juga dengan hidup kita. Tanpa arahan dari Tuhan, tanpa Firman yang jadi penuntun, kita bisa salah ambil keputusan, salah bergaul, salah melangkah. Ujungnya? Hati nggak tenang, hidup nggak damai, relasi pun bisa rusak. Begitu fatal kalau kita ga dapat tuntunan Tuhan. Saya pun waktu SD dan SMP tidak mau terima tuntunan Tuhan sehingga hidup saya berantakan dan ga karuan. Saya menjadi orang yg malas, bodoh dan memalukan. Ini akibat dari menolak tuntunan Tuhan. Saudaraku, bimbingan Tuhan itu bukan cuma soal pergi ke gereja tiap minggu. Tapi lebih dari itu, kita b...

ANAK BUTUH TEGURAN, BUKAN DIBIARKAN

(Amsal 29:15, TB) "Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya." Shalom, Saudaraku… Tuhan Yesus sayang sama kita semua. Saudaraku, anak-anak itu ibarat kertas kosong. Kalau nggak diarahkan, ya bisa jadi semaunya sendiri. Ayat ini ngajarin kita kalau tongkat dan teguran itu bukan tanda kekerasan, tapi bentuk kasih dan tanggung jawab. Teguran yang baik akan melatih anak untuk bijaksana. Tapi kalau anak dibiarkan bebas tanpa bimbingan, akhirnya bisa bikin malu orang tuanya sendiri. Bukan karena anak itu jahat, tapi karena nggak pernah diajarin mana yang benar dan mana yang salah. Orang tua harus berani tegas untuk menegur bahkan menghukum anak. Jangan bikin kasih menjadi keliru dan berat sebelah. Kasih yg murni bukan membebaskan anak yg salah dari hukuman tetapi menegur, mendidik juga menghukum kalau anak melanggar. Kalau kebiasaan ga dihukum, anak bisa bersikap semaunya dan suka berontak Saudaraku, kadang kita suka merasa kasihan kal...

KEADILAN MENEGUHKAN TAKHTA

(Amsal 29:14, TB) "Raja yang menghakimi orang lemah dengan adil, takhtanya tetap kokoh untuk selama-lamanya." Shalom, Saudaraku… Tuhan Yesus memberkati kita semua dengan hikmat dan belas kasih. Saudaraku, seorang pemimpin sejati bukan hanya hebat dalam strategi, tetapi juga kuat dalam memperhatikan orang lemah. Ayat ini mengingatkan bahwa keadilan—khususnya terhadap orang lemah—adalah fondasi dari kekuasaan yang kokoh dan tahan lama. Tuhan tidak senang pada pemimpin yang hanya melayani kepentingan orang kuat. Ia menginginkan keadilan ditegakkan, terutama bagi mereka yang tidak punya suara: orang miskin, anak yatim, janda, orang kecil yang tertindas. Mereka yang membela orang lemah memiliki hati yang penuh belas kasihan. Sama seperti Kristus, Sang Raja kekal. Ia mau mengosongkan diri-Nya bahkan mengambil rupa sebagai hamba untuk membela orang miskin dan lemah. Ia bahkan berani menentang orang kaya dan orang yang berkuasa. Tuhan Yesus sungguh sangat adil. Ia tidak melihat statu...